
Dua hari sudah berlalu, Cristian kini telah berada diperusahaan nya bersama dengan Gean dan juga Erick.
Rutinitas yang tak pernah terlewatkan, memeriksa domumen dokumen penting, menandatangani tumpukan berkas berkas yang menggunung, rapat dikantor dan rapat diluar bersama klien.
Terkadang membuat nya semakin stress dan pusing.
Saat ini mereka bertiga tengah berada diruangan Cristian untuk membahas masalah pemasukan perusahaan yang mulai menurun namun omset penjualan tetap meningkat seperti biasa.
"ah kepala ku pusing, seperti nya aku harus mengambil cuti bulan madu bersama istri ku setelah masalah ini selesai" gerutu Cristian sembari menyandarkan bahu nya dikursi kebesaran nya.
"kau kira kau saja yang pusing, kepala ku juga sudah hampir pecah, belum lagi masalah perusahaan orang tua ku disana" timpal Gean pula
Erick hanya melirik satu persatu wajah tuan nya itu dengan tangan masih fokus pada laptop dan dokumen nya.
"bagaimana kita liburan saja. Lagipula ada Erick yang bisa menghandle bukan!" seru Cristian tiba tiba membuat Gean menatap nya sinis dan Erick menghela nafas nya dengan kasar
"dan setelah kita pulang liburan nanti, perusahaan ini sudah tinggal nama" kata Gean ketus
"tidak tuan, tapi bisa saya pastikan perusahaan anda sudah berpindah nama" timpal Erick pula membuat Cristian terkekeh pelan
"hahaha, hei, kalian begitu serius, aku hanya bercanda. Tapi aku pastikan aku akan mengambil cuti setelah masalah ini selesai" ucap Cristian lagi membuat Gean mencebik
"ck, terserah kau saja tuan" dengus Gean
Mereka pun kembali bekerja dengan serius dan sesekali Gean maupun Erick melemparkan pendapat mereka sedangkan Cristian bertugas untuk menandatangi dan memeriksa kembali berkas yang sudah dikerjakan oleh Gean dan Erick
"Erick, coba kau suruh manajer pemasaran kita kemari. Aku merasa ada kejanggalan disini. Baru dua hari bekerja tapi sudah membuat kekacauan parah" kata Cristian tiba tiba
"baik tuan" Erick pun keluar ruangan untuk memanggil Clara, seorang karyawan yang baru dipekerjakan oleh Cristian beberapa hari yang lalu.
Beberapa saat kemudian Erick masuk dengan seorang wanita berkaca mata tebal.
Gean melirik kearah nya, dan menatap nya dari atas kebawah, membuat wanita itu sedikit risih.
"selamat siang tuan, anda memanggil saya?" tanya Clara sopan pada Cristian
"ya, coba kau jelaskan ini!" ucap nya dingin dan langsung melemparkan sebuah dokumen ke wajah gadis itu membuat Clara menggeram kesal
"ap apa ada yang salah tuan?" tanya nya takut takut
"disurat lamaran mu kau sudah berpengalaman bekerja disebuah perusahaan besar bukan, bahkan nilai kerja mu mendekati sempurna. Tapi mengapa baru dua hari kau bekerja disini kau sudah membuat kekacauan yang parah dibagian keuangan pemasaran kita!" seru Cristian dengan nada yang mulai meninggi membuat gadis itu mengkerut takut
'sialan, dia berani membentakku' gerutu Clara dalam hati
__ADS_1
"maaf tuan, tapi itu sudah benar data nya" bela nya menatap Cristian dengan berani, membuat Cristian semakin emosi sedangkan Gean dan juga Erick menatap nya dengan tajam
"sudah benar kata mu, lantas kenapa jumlah nya tak sesuai dengan apa yang seharus nya. Bahkan office boy saja bisa berhitung dengan benar." ungkap nya marah membuat Clara semakin meradang menahan emosi
"apa kau menggunakan data palsu Clara Agustien?" tanya Erick pula membuat Gean mengernyitkan dahi nya
"ti tidak tuan, itu data asli saya" jawab nya menunduk takut
"kau berbohong" ungkap Erick lagi dan kali ini Cristian yang meradang.
Brakk
Berkas yang ada ditangan nya pun langsung dilemparkan kewajah Clara membuat gadis itu tersentak kaget.
"kau mau membuat perusahaan ku hancur ha!!!" teriak Cristian dengan wajah memerah
"kau ku pecat, sekarang keluar dari ruangan ku.!!" seru nya lagi membuat Clara membelalakan mata nya
"ja jangan tuan, saya mohon beri saya kesempatan sekali lagi" pinta nya memelas membuat Cristian berdecih sinis
"aku tak akan membiarkan orang bodoh seperti mu bekerja diperusahaan ku. Bisa jadi orang seperti mu yang akan berkhianat suatu hari nanti" desis nya membuat wajah Clara memerah menahan emosi
'sialan, dia kira dia hebat apa. Untung tampan' gumam nya dalam hati
"tunggu apa lagi nona, silahkan keluar. Saya akan mengantar anda jika tak tahu dimana pintu nya berada" kata Erick pula .
"kau bilang orang seperti ku pengkhianat bukan, lalu kenapa kau sendiri menyimpan seorang pengkhianat didalam rumah mu?" ucap nya dalam membuat semua orang yang berada diruangan itu mengernyit heran.
"apa maksud mu?" tanya Cristian
"kau jangan berulah nona!" seru Gean pula
"Erick bawa dia!" titah Cristian langsung
Dan tanpa sepengetahuan mereka Clara mengeluarkan sebuah jarum suntik dan langsung menancapkan nya kebahu Cristian membuat pria itu langsung membelalakan mata nya.
"apa yang kau lakukan!!" seru Cristian . Erick dan Gean langsung berlari menghampiri Cristian yang terlihat memegang dada nya yang langsung terasa sesak.
"apa yang kau lakukan sialan!!" teriak Gean langsung mendorong tubuh Clara hingga terjatuh kelantai, dia pun langsung mencabut jarum suntik dibahu Cristian.
Erick langsung menangkap Clara yang hendak kabur, sedangkan Gean sudah terlihat cemas melihat Cristian yang sudah mulai hilang kesadaran nya dan jatuh ambruk diatas lantai
Suasana ruang kerja Cristian menjadi gaduh dan terasa sesak karena insiden itu. Gean terlihat sangat panik begitu juga dengan Erick.
__ADS_1
"Cris, hei, Cris. Sadarlah!!" teriak Gean panik sembari menepuk pelan pipi Cristian yang sudah tergeletak dilantai
Brakk
Pintu tiba tiba dibuka oleh seseorang membuat mereka semua menoleh kearah yang sama.
Terlihat disana dua orang wanita bertopeng dengan setelan hitam hitam nya berdiri dengan tatapan mata yang tajam.
"sial, kita terlambat!" gumam wanita itu
Dengan cepat wanita itu berjalan kearah Erick yang tengah memegang erat lengan Clara.
dan
Bukk
Satu pukulan mendarat ditengkuk Clara yang masih berada dikuncian Erick, gadis itu pun langsung pingsan membuat Erick menelan saliva nya langsung melihat sadis nya perempuan bertopeng yang tak lain adalah Queen rose itu memukul dengan kuat bahkan tak ada ekspresi apapun diwajah nya hanya tatapan tajam yang mengerihkan yang terlihat.
"shania, urus dia!" titah Queen rose dingin, seorang gadis yang bernama Shania pun langsung menyeret paksa tubuh Clara yang tergeletak dibawah kaki Erick keluar ruangan itu.
Sementara Queen rose langsung berlari mendekati Cristian yang sudah terlihat memucat.
Dia langsung memeriksa denyut nadi pria itu dengan tatapan wajah yang terlihat menahan amarah.
"dia terkena racun, bantu aku membawa nya keluar" ucap Queen rose dingin. Namun hanya Erick yang bergerak sedangkan Gean terpaku menatap lekat wajah dan tubuh Queen rose, dia kenal suara itu, dia tahu suara itu milik siapa.
"apa yang kau tunggu!! Kau mau melihat nya mati !" teriak Queen rose membuat Gean langsung tersadar dan membantu Erick mengangkat tubuh gagah Cristian.
Disepanjang jalan menuju ke lobi perusahaan Erick dan Gean dibuat bingung karena seluruh ruangan terlihat kosong.
'dimana semua orang?' batin mereka bingung, namun tak ada yang berani mengeluarkan suara karena tatapan tajam dari Queen rose mampu mengintimidasi mereka hingga tak dapat berbuat apa apa selain menurut.
Dan tak lama kemudian didepan lobi perusahaan telah terparkir sempurna sebuah mobil sport canggih nan mewah yang telah menunggu mereka.
Seorang pria bertopeng langsung membukakan pintu itu agar memudahkan Gean dan Erick memasukan tubuh Cristian.
"kau kembalilah bekerja." ucap Queen rose pada Erick yang langsung mematung dan melirik kearah arah Gean
"dia ikut aku!" ucap Queen rose melirik Gean.
Erick pun langsung meninggalkan mereka dan kembali kedalam perusahaan nya. Dan betapa terkejut nya dia ketika melihat semua orang sudah berada kembali diruangan dan meja nya masing masing.
"apa apaan ini?" gumam nya sembari mematung dan mengusap mata nya berkali kali
__ADS_1
..
jangan lupa like and coment nya ya guys ....😉