Oh My Lady

Oh My Lady
Kegilaan Di Mansion Black Rose


__ADS_3

Malam itu mansion black rose digaduhkan oleh suara teriakan Jorge yang menggema disetiap sudut ruang. Para pengawal, penjaga dan pelayan semua berkumpul didepan mansion.


Wajah Jorge terlihat kelam membuat semua anggota nya merasa gemetar takut. Pasal nya karena sedari sore apa yang diinginkan Queen mereka belum juga ditemui


"Cari lagi dimana pun berada, Tomas, siapkan semua heli kita untuk mencari diseluruh sudut negara ini, aku mau malam ini benda itu sudah harus ada disini!!!" Teriak nya pada Tomas, kepala anggota black rose


"Siap master" jawab nya lantang


"Dan kalian, cari informasi kesetiap sudut desa desa dimana tanaman itu tumbuh" kali ini suara lantang nya mengarah pada seluruh pelayan mansion


"Siap master" sambut para pelayan


Mereka langsung membubarkan diri bagaikan ratusan semut yang mengarah pada tujuan masing masing.


Gean hanya geleng geleng kepala melihat semua kesibukan orang orang dimansion itu


"Astaga, hanya karena bawang merah, mansion ini sudah seperti mau perang" gumam nya tak habis fikir, begitu pula Shania


"Kau benar, dan aku rasa kita harus siap dengan segala kemungkinan untuk delapan bulan kedepan" jawab Shania


"Ya, dan aku harap kau tidak akan seperti Queen mu itu jika mengandung nanti" kata Gean membuat Shania tertawa


"Kau gila, kita bahkan belum menikah" ucap nya


"Aku hanya mengingatkan" jawab Gean


"Walau kau ingatkan jika memang bawaan bayi, kau bisa apa" dengus Shania


"Ya, semoga anak ku tak merepotkan, cukup ibu nya saja" kata Gean lagi dan kali ini Shania cukup kesal dengan perkataan nya


"Sialan kau, apa aku pernah merepotkan mu, menyebalkan" ketus nya


Gean menatap datar wajah Shania yang mencetut


"Kau memang selalu membuat ku repot, terutama hati ku, selalu gelisah jika tak melihat mu walau hanya sebentar, dan itu cukup merepotkan ku, asal kau tahu" kata Gean yang langsung meninggalkan Shania yang terperangah mendengar kata kata nya


"Apa, apa tadi dia bilang??????" Gumam Shania sembari mata nya mengerjap cepat


"Aaaahhh perjaka tua!!!! Sejak kapan kau bisa merayu haha!!!!" Teriak Shania mengejar Gean yang hanya tertawa kecil tanpa memperdulikan teriakan Shania yang menggema di ruangan tengah mansion


"Aku pasti ketularan Cristian" gumam nya geli


..


Didalam sebuah kamar mewah, Cristian masih terus merayu Angel untuk makan

__ADS_1


"Ayolah baby, makan sedikit saja ya" kata Cristian entah untuk yang keberapa kali nya


Angel menggelengkan kepala nya dan kembali merebahkan diri kepangkuan Cristian


"Aku mau makanan ku Cris" rengek nya lagi


"Itu sedikit lama baby, Jorge dan anggota mu masih mencari nya. Makan lah sedikit dulu untuk mengganjal perut" kata Cristian masih selalu sabar dan begitu lembut


"Tidak mau" jawab Angel


Cristian menghela nafas nya sejenak


"Sedikit saja, kasihan anak kita, dia pasti kelaparan jika mommy nya tak ingin makan" kata Cristian lagi


"Tapi aku mual" jawab Angel dengan mata yang kembali berkaca kaca. Entah kenapa dia terlalu sensitif sekarang, dan dia merasa ini bukan diri nya, begitu manja dan lemah.


"Aku suapi oke, ayo coba sedikit. Dia pasti tidak akan menolak karena ini buatan Daddy nya" kata Cristian lagi


Dan akhir nya mau tak mau Angel pun kembali duduk dan menghadapkan diri nya kearah Cristian


Cristian mulai menyuapi makanan yang dibuat nya tadi


"Enak kan" ucap Cristian saat makanan nya sudah masuk kedalam mulut Angel


"Kalau sudah, kau harus istirahat, besok pagi keinginan mu pasti sudah ada" kata Cristian lagi sembari mengusap wajah Angel


"Maafkan aku yang merepotkan mu" lirih nya , bahkan mata nya berkaca kaca membuat Cristian terenyuh hati nya. Wanita tangguh nya kini berubah menjadi wanita yang begitu manja dan mudah perasa. Tak ada lagi kesan dingin dan kejam nya


"Aku tidak merasa direpotkan baby, ini tugasku, dan aku senang melakukan nya" jawab Cristian


"Tapi aku rasa aku terlalu berlebihan, aku tidak tahu kenapa aku begini, aku merasa ini bukan diriku" ungkap nya tertunduk


Cristian meletakan piring diatas meja, kemudian menarik Angel untuk bersandar didada nya


"Kau ingat kan, dulu saat kehamilan anak pertama kita, aku selalu menginginkan mu untuk meminta sesuatu padaku agar aku bisa menjadi suami yang siaga, dan saat itu meskipun aku memaksa tapi kau masih tak berpengaruh apa apa, bahkan kau terlihat lebih kuat" ungkap Cristian sembari mengenang masa kelam itu


"Saat ini, keinginan ku terwujud, aku bisa merasakan menjadi suami siaga yang bisa melayani dan memenuhi semua keinginan mu dan anak kita, dan aku sangat bahagia melakukan itu" kata Cristian lagi sembari mengecup singkat pucuk kepala istri nya


"Aku takut kau lelah Cris, bahkan aku sendiri tidak ingin menjadi seperti ini" ungkap Angel lagi


"Anak ku yang sekarang pasti terlalu manja, maka dia membuat mu seperti ini. Aku tidak pernah lelah baby, aku bahkan bersyukur, rasa nya aku benar benar bahagia sekarang. Tuhan sudah merencanakan semua nya dengan indah, waktu itu kau terlihat kuat karena keadaan kita yang dalam bahaya, dan sekarang, kau terlihat lemah karena keadaan kita yang sudah baik baik saja, dan disinilah rasa nikmat itu ada, kau bisa bermanja padaku tanpa memikirkan apapun lagi seperti dulu, dan aku bisa menjadi suami siaga seperti keinginan ku dahulu" jelas Cristian membuat Angel tersenyum dan langsung memeluk Cristian dengan erat


"Terimakasih untuk cintamu Cris, aku benar benar bahagia mendapatkan suami seperti mu" balas Angel.


"Aku juga bahagia mendapatkan istri setangguh dirimu baby" jawab Cristian

__ADS_1


"Aku mencintaimu Cris"


"Aku lebih dari itu"


...


Saat dini hari tiba, Cristian beranjak perlahan dari tidur nya. Dia membenarkan selimut yang menutupi tubuh Angel dengan perlahan.


Tak lupa sebelum turun dia mengecup singkat dahi Angel yang tertidur pulas itu


Bibir Cristian tersenyum menatap istri nya yang baru tertidur belum lama ini. Wajah cantik itu selalu mampu menggoda nya, namun sekarang seperti nya dia harus berpuasa terlebih dahulu karena kondisi janin Angel yang masih lemah.


Cristian beranjak perlahan untuk keluar dari kamar itu. Dia ingin melihat apakah Jorge sudah mendapatkan apa yang diinginkan oleh Angel atau belum


Cristian turun dengan menggunakan lift yang langsung menuju ruang tengah utama dimansion itu.


Setiba nya disana dia mendapati Jorge yang baru datang dari luar


"bagaimana Jorge?" tanya Cristian langsung membuat Jorge sedikit terkesiap


"sudah tuan, semua nya sudah dapat. Semua ada didepan" jawab Jorge


Cristian langsung berjalan kedepan untuk membawa bahan bahan nya kedapur, diikuti oleh Jorge


Namun betapa kaget nya dia melihat apa yang ada disana


"kau gila Jorge, untuk apa semua ini. kau mau beternak dan berjualan disini?" tanya Cristian masih dengan wajah kaget nya


Jorge langsung menggarukan kepala nya sekejap dan melirik kearah anggota nya yang datang dengan membawa satu truk ayam ternak bewarna putih dan satu truk berisi bawang merah yang jumlah nya hampir satu ton


Cristian menggelengkan kepala nya dan memijat pelipis nya yang terasa begitu berat. Tubuh nya yang lelah, mata nya yang begitu mengantuk karena tak dapat tidur, kini dibuat semakin pusing karena ulah orang orang black rose yang seperti nya memang sudah gila, atau sebentar lagi dia juga akan gila tinggal disini lebih lama.


"astaga, padahal aku hanya membutuhkan satu ekor ayam dan segenggam bawang Jorge" gumam Cristian tak habis fikir


namun seketika dia terkesiap dan melirik Jorge dengan sinis membuat Jorge mengerjapkan mata nya perlahan


"atau jangan jangan kau menyuruh ku memasak untuk ratusan anggota kalian, maka dari itu kau membawa begitu banyak bahan bahan ini" duga Cristian menatap tajam Jorge yang langsung menggeleng


"tidak tuan, sungguh tidak begitu. kami hanya tak tahu bagaimana memilih bahan yang bagus seperti apa, maka dari itu saya membawa banyak agar anda bisa memilih sendiri" ungkap Jorge dengan senyum getir yang dipaksakan nya


Cristian menghela nafas nya sejenak dan kembali menatap orang orang black rose yang sibuk kesana kemari memeriksa barang barang itu


"seperti nya aku cepat tua berada disini lebih lama" gerutu Cristian sembari berjalan kearah barang barang itu.


lebih cepat dia memilih, maka cepat pula dia memasak untuk istri dan calon anak nya. Bahkan dia masih geleng geleng kepala melihat banyak nya ayam dan bawang yang ada disini. entah untuk apa ini semua, mungkin untuk alat perang mereka nanti nya, fikir Cristian.

__ADS_1


__ADS_2