Oh My Lady

Oh My Lady
Bangunlah Cris


__ADS_3

Beberapa jam berlalu namun dokter yang menangani Cristian belum juga keluar dari ruangan itu, hanya beberapa kali seorang wanita berpakaian perawat keluar mengambil beberapa kantung darah dan alat kejut jantung. Entah apa yang terjadi didalam sana, namun Angel berharap semua baik baik saja.


Angel melirik kesebelah ruangan Cristian dimana Gean dirawat. Tampak dokter keluar karena baru saja memeriksa keadaan pria itu. Keadaan nya juga lumayan parah akibat luka disekujur tubuh nya dan bekas luka tembak beberapa waktu lalu.


Angel berdiri dan menghampiri dokter lelaki yang langsung membungkuk hormat pada nya.


"bagaimana keadaan nya ?" tanya Angel


"sudah membaik Queen, tidak ada luka yang serius, hanya luka tembak dilengan dan beberapa cidera ditubuh nya. Tuan Gean hanya lemas karena kehabisan tenaga dan juga karena darah yang terus keluar dilengan dan bahu nya" jelas dokter itu dengan hormat. Baru kali ini dia melihat langsung wajah ratu mafia itu. Sungguh diluar ekspetasi nya, selama ini tidak ada yang tahu seperti apa rupa ratu mafia black rose yang sebenar nya , namun hari ini seluruh penghuni rumah sakit dan anak buah yang lain merasa kagum dan tersanjung dapat melihat wajah Queen mereka yang ternyata sangat cantik meski tatapan mata nya terlihat sangat tajam dan menusuk.


Angel menatap dokter itu dengan tajam hingga membuat nya terlihat gugup dan gemetar.


"apa aku boleh masuk?" tanya Angel dingin


"te tentu Queen, silahkan" ucap dokter itu menggeser sedikit badan nya dan membungkuk hormat.


Angel masuk keruangan itu dimana Gean masih terbaring dengan selang infus ditangan nya, beberapa perban dikepala, lengan dan juga bahu nya.


Dia mengusap pelan wajah Gean dan dia langsung tersenyum ketika melihat Gean membuka mata nya perlahan.


"kau sudah sadar kak?" ucap Angel namun Gean masih terdiam menatap nya dengan lekat.


Angel tahu apa yang sedang difikirkan oleh kakak nya itu.


"maafkan aku" lirih Angel


"aku tidak bermaksud membohongi kalian" ucap nya lagi membuat Gean menatap nya dengan sendu


"aku tahu kakak pasti kecewa padaku" kata Angel lagi ketika Gean masih belum membuka suara


"aku memang kecewa padamu, tapi aku lebih kecewa pada diriku sendiri" jawab Gean pelan, bahkan dapat Angel lihat mata Gean berkaca kaca


"kak"


"aku sudah gagal menjadi kakak yang baik" ucap Gean, Angel langsung menggelengkan kepala nya


"aku sudah gagal menjaga mu" tambah nya lagi, membuat Angel langsung terisak dan memeluk kakak nya


"tidak, ini bukan salah mu kak. Ini pilihanku, jangan menyalahkan dirimu, jangan" kata Angel terisak sedih masih memeluk tubuh Gean


Gean mengusap kepala Angel dengan lembut, namun air mata menetes membasahi wajah nya. Dia memang kecewa pada Angel karena telah merahasiakan tentang identitas nya selama ini, tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Angel, karena dia merasa ini salah nya yang tidak bisa menjaga Angel dengan baik hingga adik nya bisa terjerumus kedalam dunia yang berbahaya itu.


"maafkan aku, maaf. Aku takut jika kalian tahu yang sebenar nya kalian akan pergi meninggalkan ku lagi" ucap Angel menumpahkan segala beban nya


"maaf kak" isak nya dalam pelukan Gean


Gean mengangkat tubuh Angel sehingga Angel mengangkat kepala nya dan menatap Gean.


Gean menghapus air mata diwajah Angel lalu menggenggam tangan nya dengan erat.


"bodoh, kau adik ku, sudah cukup kita berpisah selama lima belas tahun ini, mana mungkin aku pergi lagi" kata Gean sembari tersenyum getir


"kakak janji?" tanya Angel

__ADS_1


Gean mengangguk sembari menghapus air mata Angel lagi.


"kakak mau menerimaku yang seperti ini?" tanya Angel lagi


Gean menghela nafas berat sebelum menjawab pertanyaan Angel


"bisakah kau meninggalkan dunia mu yang sekarang, jangan pernah membunuh lagi." ucap Gean serius tanpa menjawab pertanyaan Angel


Angel terdiam lama dan mengalihkan pandangan nya dari Gean.


"rossy, kehidupan seperti ini sangat berbahaya, kau tidak mungkin terus menerus membunuh orang bukan. Kau harus tinggalkan dunia gelap mu, dan cobalah untuk menjalani kehidupan normal seperti orang biasa" ungkap Gean menatap Angel dengan lekat


"kak, aku sudah terlanjur jauh melangkah. Bahkan aku sudah menganggap ini sebagai kehidupan ku yang sebenar nya. Mungkin aku bisa berhenti untuk tidak membunuh orang lagi, tapi aku tidak bisa meninggalkan orang orang ku bahkan aku juga tidak bisa meninggalkan apa yang sudah aku bangun. Sejak kalian pergi, mereka yang menemaniku, mereka yang menjaga ku. Mereka sudah seperti keluarga bagiku" ungkap Angel dengan menundukan kepala nya


Gean terlihat menghela nafas nya dengan berat. Dia tahu ini pasti sulit untuk Angel. Dan memang tidak akan bisa mengubah takdir hidup nya yang memang seperti ini


"baiklah, tapi berjanjilah untuk tidak membunuh orang yang tidak bersalah. Dan gunakan kemampuan mu hanya untuk melindungi dirimu sendiri bukan untuk membantai orang lagi" kata Gean membuat Angel menatap Gean


"kakak tidak keberatan jika aku masih tetap memimpin black rose??" tanya Angel


Gean mengangguk dan tersenyum. Meski berat namun dia tidak bisa memaksa adik nya karena kehidupan nya sudah berubah sekarang


"terimakasih kak. Aku berjanji untuk tidak mencelakai orang lain selain musuhku" kata Angel yang langsung memeluk kembali Gean yang juga membalas pelukan nya


"aku menyayangimu kak" ucap Angel


"aku juga menyayangimu rossy, sangat" balas Angel.


Hingga beberapa saat kemudian, pintu ruangan itu diketuk dari luar membuat Angel melepaskan pelukan nya.


Setelah mempersilahkan orang itu masuk, terlihat lah Shania dengan wajah panik nya.


"Queen, tuan Cris" seru Shania langsung membuat jantung Angel seketika berdegup dengan kencang.


Dia langsung beranjak mendekati Shania


"ada apa shania?" tanya Angel cemas


"keadaan nya memburuk Queen" ucap Shania membuat Angel terpaku sedangkan Gean membelalakan mata nya mendengar keadaan Cristian.


Tanpa berkata apapun, Angel langsung berlari keluar dari ruangan Gean dengan cepat bahkan Shania hampir terjatuh akibat dorongan Angel yang terlihat panik.


Angel berlari sekuat tenaga dan langsung masuk keruangan Cristian dimana dokter yang menangani nya tengah melakukan prosedur kejut jantung karena tiba tiba denyut jantung Cristian menghilang.


Air mata Angel langsung jatuh mengalir dengan deras.


"oh Tuhan, Cris" ucap Angel menutup mulut nya dengan tangan menahan isak tangis nya


Beberapa dokter masih menangani nya namun jantung Cristian masih belum bekerja.


Angel berjalan mendekat disisi kepala Cristian,


"bangunlah Cris, ku mohon bertahanlah" seru Angel memegang tangan Cristian dengan erat. Para dokter itu membiarkan apa yang dilakukan oleh Angel meski sebenar nya mereka terganggu. Namun mereka tak bisa berkata apapun, mereka berdoa dalam hati semoga pria yang sedang mereka tangani ini bisa terselamatkan, karena jika tidak maka nyawa mereka lah yang akan melayang.

__ADS_1


"Cristian, bangun. Bangun sayang" ucap Angel terus menerus dengan air mata dipipi nya


Para dokter saling melirik dan menggelengkan kepala mereka membuat Angel seperti tercabik hati nya.


"hei, apa maksud kalian. Coba lagi, dia masih hidup. Ayo coba lagi, cepat!!" bentak Angel membuat para dokter itu bertambah panik dengan keringat yang mengucur deras dan wajah yang sudah pucat, mereka pun mencoba kembali seraya terus berdoa memohon keajaiban


"Cris, bangunlah. Ku mohon. Aku membutuhkan mu, anak kita membutuh kan mu. Bangun Cris. Bangun!!" teriak Angel memeluk tubuh Cristian membuat para dokter menghentikan aksi nya


"bangun Cris, maafkan aku. Maaf . Aku mencintaimu, aku membutuhkan mu sayang. Ku mohon bangunlah. Jangan tinggalkan aku" teriak Angel sembari mendekap erat tubuh tak berdaya Cristian


Shania yang telah berada diruangan itu bersama Gean dengan kursi roda nya menatap pilu Angel. Bahkan mereka sudah meneteskan air mata, apalagi mendengar perkataan Angel tentang anak, membuat Shania dan Gean semakin pilu


"Cristian bangun sayang. Aku dan Anak kita membutuhkan mu . Bangunlah Crisss!!!" teriak Angel lagi . Dia mendekap erat tubuh Cristian dan meletakan kepala nya didada Cristian.


"ku mohon bangunlah"


"bangun Cris"


"aku membutuhkanmu"


"aku mencintaimu Cristian"


"bangun" isak Angel pilu.


Shania terpaku menatap sendu Queen nya, selama beberapa tahun ia mengikuti ratu mafia itu baru hari ini dia melihat Angel terlihat hancur dan rapuh, bahkan lebih parah dari ia yang harus rela meninggalkan kenzo dulu.


Seorang dokter melihat kearah monitor dimana terlihat dilayar monitor menunjukan jika jantung Cristian kembali berdetak meski masih terlihat lemah.


"jantung nya kembali berdetak" ucap dokter itu membuat Angel menghentikan segala ucapan nya dan menatap para dokter itu


"jantung tuan Cris kembali berdetak Queen, ini sebuah keajaiban. Biarkan kami memeriksa nya" kata dokter itu membuat Angel langsung tersenyum dan menatap wajah Cristian.


"terimakasih tuhan, terimakasih." gumam nya


"bangunlah Cris. Aku mencintaimu, anak kita menunggumu bangun sayang" bisik Angel ditelinga Cristian, kemudian mencium lembut pipi Cristian barulah dia melangkah mundur menjauh agar para dokter itu bisa memeriksa keadaan nya.


Terlihat jelas wajah para dokter itu tampak bahagia, karena nyawa mereka masih aman untuk saat ini.


Gean langsung mendekat kearah Angel yang masih memandangi Cristian dengan lekat.


"dia pasti kembali untukmu, jangan khawatir" kata Gean namun Angel hanya terdiam dan masih memandangi Cristian.


Namun beberapa saat kemudian dia memegangi perut nya yang terasa sakit bahkan wajah nya langsung pucat.


"ada apa rossy?" tanya Gean panik melihat Angel meringis kesakitan


Shania langsung mendekat kearah Angel. Namun belum sempat dia berkata Angel langsung ambruk dan tak sadarkan diri.


"Queen"


"Rossy"


Teriak Gean dan juga Shania panik, apalagi Shania yang baru kali ini melihat sisi lemah Queen yang selalu dikagumi nya.

__ADS_1


__ADS_2