Oh My Lady

Oh My Lady
Makan Malam Bersama


__ADS_3

Setelah hampir dua jam mengendarai mobil nya, mereka tiba didepan sebuah gapura besar yang membatasi sebuah tembok kokoh yang berlambangkan kelopak mawar hitam.


Erick dibuat terperangah dengan pemandangan luar bangunan mansion yang terlihat luar biasa.


"kau akan lebih terkejut lagi jika melihat kedalam" ucap Gean tiba tiba membuat Erick sedikit terhenyak dari kekaguman nya


Mereka melewati gerbang besar yang disambut oleh puluhan anak buah Queen rose. Hingga memasuki halaman mansion yang lagi lagi membuat Erick berdecak kagum , bahkan Gean yang sudah dua kali ketempat itu pun masih merasa kekaguman yang sama.


Walau mereka tiba langit sudah bewarna jingga , tak menutupi keindahan mansion yang terlihat bersinar karena sebagian besar dinding nya adalah dinding kaca berlapis kristal yang membuat tempiasan cahaya langit jingga menjadi terlihat indah gemerlapan.


Erick dan Gean turun dari mobil mereka dan mengikuti langkah kaki Jorge yang membawa mereka memasuki mansion itu.


"wow, amazing!!" gumam Erick dengan mata yang tak lepas mengagumi bangunan super megah itu


"hei, jaga sikap mu. Kita bisa mati kapan saja disini" bisik Gean ditelinga Erick hingga membuat pria itu langsung berubah sikap dan berdehem pelan


"maaf tuan. Ini benar benar seperti disurga, lantai nya saja terbuat dari kristal dan isi mansion ini hampir terbuat dari berlian dan emas, saya seperti berasa sedang bermimpi" bisik Erick pula membuat Gean berdecak sinis


Mereka kembali berjalan dimana langkah mereka melewati setiap ruang demi ruangan dengan pandangan yang masih dipenuhi dengan kekaguman.


Hingga mereka berhenti disebuah ruangan yang tampak seperti ruang makan mewah. Dimana ada meja panjang dari kaca tebal dan lilin lilin khas eropa yang menghiasi dan menerangi berbagai makanan yang telah tersaji diatas nya.


Lampu hias besar yang terbuat dari berlian juga kristal tergantung diatas meja tersebut hingga menambah kesan glamour seperti direstauran bintang lima bahkan lebih mewah dari pada itu.


"silahkan tunggu disini tuan tuan, Queen akan datang sebentar lagi" kata Jorge pada Erick dan Gean yang masih mematung


Mereka berdua hanya mengangguk namun enggan untuk beranjak karena merasa tak enak mengingat tuan rumah belum ada yang memunculkan batang hidung nya.


Hingga tak lama kemudian suara hells dari ujung tangga terdengar menggema diruangan itu.


Seorang wanita bertopeng berjalan menuruni anak tangga dengan anggun nya diikuti oleh seorang wanita yang tak lain adalah Shania dan juga Cristian disamping nya.


Wanita bertopeng yang tak lain adalah Queen rose itu mengenakan Gaun malam panjang dengan bahu tertutup dan berlengan panjang yang berwarna hitam dan ditaburi mutiara swarovski dibagian dada dengan belahan panjang hingga menampilkan kaki jenjang nya yang terlihat sangat pas ditubuh indah nya.


Dan juga jangan lupakan sebuah topeng khas ketua mafia yang menutupi separuh wajah nya.


Shania mengenakan sebuah rok span diatas lutut dengan sebuah baju kaos ketat yang juga bewarna senada dengan Queen nya, bewarna hitam.

__ADS_1


Sedangkan Cristian tampak gagah dengan setelan jas biru donker dan kaos ketat bewarna biru yang menutupi tubuh kekar nya.


Gean dan Erick langsung terpana melihat mereka berjalan beriringan kearah meja makan.


Cristian menatap lekat kearah kakak ipar dan sekretaris nya yang masih melongo ditempat hingga membuat alis nya terangkat sebelah.


Ya, dia tahu apa yang membuat mereka sampai seperti itu. Tentu saja kedekatan nya dengan Queen rose dan segala kemewahan nya ini.


"silahkan tuan Gean dan tuan sekretaris, apa yang kalian tunggu lagi" ucap sang Queen yang sudah duduk dikursi makan utama.


Gean dan Erick segera duduk dikursi mereka masing masing tanpa berani mengeluarkan sepatah kata pun.


Cristian disebelah kanan Queen rose bersama dengan Erick, sedangkan Shania disebelah kiri Queen rose bersama dengan Gean.


Cristian, Erick dan juga Gean saling melirik dari sudut ekor mata mereka masing masing sembari berbicara dengan batin masing masing.


"silahkan dinikmati makanan nya tuan tuan. Anggap saja ini jamuan dari black rose untuk kalian. Jadi tak perlu sungkan" ungkap Shania membuat Cristian mengangguk pelan sedangkan Gean dan Erick hanya terdiam canggung


Mereka akhir nya makan dalam diam, hanya suara denting sendok yang terdengar. Tak ada yang berani membuka suara sama sekali, apalagi aura tajam Queen rose yang cukup mendominasi hingga membuat mereka tak mampu berkutik.


'bagaimana bisa makan dengan tenang jika aura nya seperti dineraka begini' batin Erick


'aku sungguh merindukan Angel ku' batin Cristian sendu


Mereka makan dengan batin yang menggerutu hingga tak melihat kearah Queen rose yang sesekali melirik kearah mereka.


Beberapa menit kemudian suara sendok terdengar dari Queen rose menandakan dia telah selesai makan , namun ketiga pria itu juga malah langsung meletakan sendok mereka masing masing meskipun makanan dipiring mereka masih ada.


"kenapa, apa makanan nya tak enak?" tanya Queen rose datar


"kami sudah kenyang Queen" jawab Erick


"benarkah?" tanya nya lagi


Dan mereka bertiga pun langsung mengangguk mantap membuat Shania mengulum senyum simpul nya.


Setelah selesai makan Cristian bersama dengan Gean dan juga Erick dibawa oleh Shania kesalah satu ruangan dimansion itu. Seperti nya itu adalah ruang tamu untuk para tamu yang datang.

__ADS_1


Tapi, siapa tamu yang akan datang ketempat mengerihkan seperti itu meski terlihat begitu indah dan menyilaukan, batin mereka.


"silahkan tunggu disini sebentar tuan. Queen masih ada urusan " ucap Shania.


"hei, bolehkah kami langsung pulang saja. Ini sudah hampir malam. Ada hal yang harus kami lakukan setelah ini" kata Gean pula


"anda bisa meminta persetujuan Queen tuan" jawab Shania acuh


"kau kan tangan kanan nya, tak bisa kah kau yang berbicara pada nya" kata Gean lagi membuat Shania menatap kesal kearah nya


"dan tak bisakah anda menunggu sebentar saja tuan Gean yang terhormat" ketus Shania


"hei, aku meminta tolong padamu" ucap Gean lagi sementara Erick dan Cristian hanya saling lirik


"aku tak ingin menolong mu" ketus nya lagi membuat Gean meradang


" kau memang benar benar menyebalkan" umpat Gean


"kau yang menyebalkan, sudah ditolong tidak tahu berterima kasih" balas Shania sinis


"oh astaga. Aku sudah berkali kali mengucapkan terimakasih padamu wahai wanita jadi jadian. Tak bisa kah kau mengingat itu" kata Gean dengan wajah yang sangat menyebalkan bagi Shania


"apa kau bilang, wanita jadi jadian?? Hei, kau mati ya!! Kau yang tak bisa melihat atau matamu yang rabun, dasar perjaka tua!!" teriak Shania berang.


Erick dan Cristian saling pandang kembali dan saling melempar senyum melihat Gean dan Shania yang sudah seperti anjing dan kucing


"mulut mu itu benar benar, apa kau tak lihat penampilan mu itu yang seperti lelaki. Menyeramkan, aku yakin tak kan ada yang mau dengan wanita seperti mu" balas Gean lagi yang entah kenapa mendebati Shania adalah hal yang harus dia lakukan


"kurang ajar, kau yang tak laku laku kenapa aku yang kau tuduh ha!!" balas Shania dengan tangan yang bersiap mengeluarkan pistol dari balik baju nya


"hei, berhentilah bertengkar. Kalian terlihat serasi jika seperti ini" ejek Cristian hingga membuat Shania dan Gean langsung menoleh kearah nya


"kau mau mati ya!!" teriak mereka berdua hingga membuat Cristian terkesiap kaget dan langsung menutup kedua telinga nya.


"wow, kalian memang benar benar cocok" gumam nya lagi sembari terkekeh pelan melihat raut wajah kesal diantara Shania dan juga Gean.


Shania dan Gean yang hendak melemparkan perkataan tiba tiba langsung terdiam ketika melihat kedatangan Queen rose keruangan itu dengan tiba tiba hingga membuat mereka yang ada disana langsung terhenyak kaget dan langsung menganggukan kepala mereka sedikit.

__ADS_1


"apa yang sedang kalian lakukan??" tanya wanita itu dengan wajah datar seperti biasa


__ADS_2