
Queen rose bersama dengan Jorge dan anak buah mereka yang tersisa kembali kemansion terlebih dahulu.
Sekujur tubuh mereka dipenuhi oleh luka akibat ledakan yang terjadi.
Queen rose memperhatikan luka yang terdapat diwajah dan tubuh nya.
Untung nya dia memakai topeng jadi wajah nya tidak terluka karena ledakan itu. Hanya beberapa lebam dilengan dan juga kaki nya.
Setelah membersihkan diri, Queen rose berdiri didepan cermin besar dimeja rias nya.
Dia meraba lengan dan leher nya yang tergores. Sungguh baru kali ini dia takut melihat luka sepanjang perjalanan hidup nya menjadi ratu mafia.
Bukan karena luka itu, tapi dia takut Cristian mengetahui identitas nya sebelum dia mempersiapkan hati nya.
Queen rose terlihat menghela nafas nya dengan berat.
Hari sudah sangat larut, bahkan waktu juga sudah menunjukan pukul dua dini hari waktu setempat.
Sebaiknya dia beristirahat sejenak, sebelum besok hari dia melihat keadaan Gean dan juga Cristian sebagai Angel, bukan sebagai Queen rose.
Karena Shania berkata bahwa Cristian ingin menjemput istri nya, dan semoga saja anak buah nya bisa tutup mulut disana besok.
..
Sementara ditempat Cristian, dia belum bisa memejamkan mata nya karena rasa cemas mengingat Shania yang belum juga kembali membawa Angel.
Dia hanya membolak balikkan tubuh nya diatas ranjang dengan gelisah. Kenapa Shania belum juga kembali, apa ada sesuatu yang telah terjadi?
Bahkan dia sama sekali tak bisa menghubungi siapapun karena ponsel mereka semua rusak dan sial nya semua anggota black rose yang ada digedung itu tak ada yang bisa dimintai tolong untuk meminjam ponsel. Entah kenapa mereka seperti itu, yang jelas sekarang Cristian sangat kesal dan khawatir.
Cristian terbaring menatap langit langit ruangan itu sembari menghela nafas kasar. Dia jadi teringat dengan ucapan Gean tadi.
Entah kenapa dia jadi semakin yakin bahwa Angel memang ada hubungan nya dengan semua ini.
(Flash back)
"Cris seperti yang kalian duga , aku merasa semua ini memang ada hubungan nya dengan Angel" ungkap Gean ketika Brain sudah keluar dari ruangan itu.
"kenapa kau berfikiran seperti itu. Apakah ada yang tidak kami ketahui?" tanya Cristian serius
Gean terdiam sesaat, sebenar nya dia ngin mengatakan bahwa Angel bisa bicara dan suara nya benar benar sama persis dengan suara Queen rose. Tapi lidah nya seketika menjadi kelu, dan kerongkongan nya tercekat karena dia bingung harus memulai dari mana. Sebenar nya dia juga kurang yakin alasan Angel karena dia hanya ingin membuktikan cinta Cristian pada nya, Gean rasa memang ada alasan lain dibalik itu dan dia merasa dia tidak berhak mengatakan itu pada Cristian.
"hei kenapa kau diam?" tanya Cristian tak sabar
"emm, ini hanya feeling ku. Aku merasa semua ini memang ada hubungan nya dengan Angel. Angel pasti memiliki ikatan dengan mafia black rose. Dia adikku, dan aku merasa sifat nya tak seperti dulu. Dia berubah sekarang" ungkap Gean membuat Cristian mengernyitkan dahi nya
"berubah, maksud mu?" tanya Cristian
"dulu dia seorang gadis yang ceria, lemah lembut dan penyayang. Dari mata nya terpancar ketenangan dan kesejekukan. Tapi sekarang aku tak melihat itu lagi pada diri nya. Dia lebih dingin dan terlihat misterius" jawab Gean
"coba lah kau bertanya pada nya Cris, ini bukan hanya suatu kebetulan" ucap Gean lagi dan dia memutuskan untuk tetap tutup mulut akan hal itu. Biarlah Angel yang memberitahu suami nya. Dan semoga semua baik baik saja.
(Flashback off)
Setelah jam menunjukan pukul lima pagi, Cristian baru dapat tertidur akibat kelelahan dan rasa kantuk nya. Dia sudah bertekad jika pagi ini Angel belum juga datang maka dia yang akan pulang menjemput istri nya .
Dan baru satu jam lebih dia tertidur dia sudah mendengar suara orang berbicara. Cristian mengerjapkan mata nya dan dapat dilihat nya seorang wanita cantik telah berdiri disamping nya dengan senyum nya yang manis dan menawan.
Cristian langsung bangun dari tidur nya dan menatap Angel dengan lekat. Pagi pagi sekali dia sudah dijemput Shania untuk melihat keadaan Gean dan juga suami nya.
Cristian tersenyum dan langsung menarik Angel kedalam pelukan nya, tak lagi diperdulikan nya ada Shania dan Erick didalam sana.
__ADS_1
"aku merindukan mu baby, kau baik baik saja bukan?" tanya Cristian , dan Angel hanya mengangguk dan tersenyum sembari mengusap perban yang terdapat dipelipis Cristian.
Cristian tersenyum dan memperhatikan seluruh wajah Angel dengan lekat, namun tatapan nya terhenti pada leher dan lengan Angel.
Cristian mengernyit dan langsung mengusap lengan Angel yang terlihat lebam
"hei, ada apa dengan mu, kenapa lengan mu bisa seperti ini, dan ini, kenapa leher mu terluka baby? Apa ada yang melukai mu?" tanya Cristian bertubi tubi dengan wajah yang terlihat cemas dan terus memeriksa tubuh Angel yang lain
'padahal sudah kututupi, tapi kenapa masih kelihatan juga' batin Angel kesal
Angel melirik Shania yang juga bingung harus mengatakan apa pada Cristian.
Angel menangkup wajah Cristian dan tersenyum sembari menggeleng pelan
"Shania, apa ada yang menyerang kalian saat diperjalanan?" tanya Cristian yang langsung menoleh kearah Shania .
Shania melirik Queen nya sejenak sembari menelan saliva nya dengan berat. Sial, apa yang harus dia katakan sekarang.
"hei, kenapa kau diam?" tanya Cristian kesal
"emm, ma maaf tuan, mobil yang kami kendarai mengalami kecelakaan kecil karena ban mobil nya pecah akibat tembakan dari musuh" jawab Shania berusaha setenang mungkin untuk menutupi kegugupan nya, namun sayang nya Erick dapat membaca bahasa tubuh nya.
"ap apa. Astaga, kurang aja mereka. Kau tidak apa apa baby, apa ada yang sakit lagi?" tanya Cristian menatap Angel dengan lekat
Angel pun hanya menggeleng pelan.
Cristian kembali menarik Angel dalam pelukan nya. Dan mencium pucuk kepala istri nya membuat Shania menatap mereka dengan tatapan tak terbaca
'seperti nya tuan Cris memang mencintai Queen, dan beruntung nya Queen dicintai oleh dua orang pria dengan begitu tulus.' batin Shania
Erick yang melihat interaksi tuan nya langsung menarik tangan Shania untuk keluar dari ruangan itu.
"apa kau mau mengganggu kesenangan mereka?" tanya Erick acuh
"haiis, bukan kah itu sangat manis. Aku belum pernah melihat Queen ku....
Ups.
Shania langsung menutup mulut nya dengan tangan nya karena hampir kelepasan berbicara. Tentu saja Erick menatap nya dengan tajam
"apa maksud mu?" tanya Erick menuntut membuat Shania gugup dan salah tingkah
'sial, mulutku' batin Shania kesal
"hei, aku bertanya padamu!!" tanya Erick kesal
"ck, maksud ku aku tak pernah melihat Queen rose seperti nyonya Angel yang manis dan lembut seperti itu, iya itu" jawab Shania sembari meraba leher belakang nya
Erick menatap Shania penuh curiga
"sudahlah, aku mau melihat tuan Gean" ucap Shania dan segera beralalu meninggalkan Erick yang masih menatap kearah nya
"dan aku semakin curiga" gumam Erick menatap punggung Shania dengan tajam.
..
Shania segera berlari dan masuk kedalam ruangan Gean dengan terengah engah hingga membuat Gean menatap nya dengan heran.
"ada apa dengan mu ?" tanya Gean heran
"ah, tidak apa apa, bagaimana keadaan mu perjaka tua ?" Shania berjalan mendekat kearah ranjang Gean
__ADS_1
"ck, aku sudah lebih baik" jawab nya kesal mendengar panggilan dari Shania yang terdengar menjengkelkan
"hah, syukurlah. Aku kira kau akan mati dengan cepat" ucap Shania sinis
"kau menyumpahiku?" ucap Gean kesal
"tidak, aku hanya berkata yang sebenar nya. Kau jangan cepat mati, karena kau belum menikah, jangan sampai malaikat maut mencatat status mu yang masih menjadi perjaka diusia tua seperti ini" ejek Shania membuat Gean menggeram kesal
"sialan kau. Sebaiknya kau fikirkan saja dirimu sendiri. Apa ada yang mau dengan wanita jadi jadian seperti mu. Aku rasa kau juga akan menjadi perawan tua " jawab Gean dengan nada sinis
"hei, kau terlalu menyepelekan aku. Kau belum tahu siapa aku" ucap Shania dengan tangan berada dipinggang nya membuat Gean berdecak
"ck, aku tau. Kau wanita jadi jadian yang menyeramkan. Hanya laki laki bodoh yang mau dengan mu" ejek Gean dan kini giliran Shania yang terlihat kesal
"sembarangan kau , entah apa dosa ku hingga bisa bertemu dengan lekaki seperti mu, tak tahu diri" dengus Shania namun Gean terkekeh dengan pelan
"entah apa masalahmu dengan ku. Kau yang selalu mencari perkara tapi kau yang merasa dirugikan" ucap Gean menatap Shania dengan lekat
"masalah nya kenapa aku bisa bertemu dengan perjaka tua seperti mu, jika boleh memilih aku ingin melihat yang lebih segar darimu" jawab Shania
"hahaha, bermimpilah wahai wanita jadi jadian untuk mendapatkan daun yang lebih segar, kau lihat dirimu yang menyeramkan itu, orang bodoh pun takut untuk mendekat" ejek Gean membuat shania meradang
"kau!"
"kenapa kau marah, memang seperti itu kan. Perbaiki dulu dirimu menjadi wanita yang sesungguh nya, baru bisa kau bermimpi mendapat daun segar" ucap Gean lagi
"tak usah menceramahiku dasar perjaka tua" bentak Shania
"hei, awas saja suatu saat nanti kau akan jatuh cinta pada perjaka tua ini" ejek nya membuat Shania mendengus kesal
"tidak akan" jawab Shania menatap Gean dengan wajah yang memerah
"tapi kenapa wajah mu memerah, atau kau memang sudah jatuh cinta padaku. Iyakan?" tanya Gean dengan senyum mengejek membuat Shania tampak salah tingkah
"dalam mimpimu!!" bentak Shania
"wajah mu tak bisa berbohong nona" goda Gean
"mati saja kau!!" teriak Shania sembari memukul keras bahu Gean hingga membuat pria itu berteriak sakit
Arrggh
"kau, kau mau membunuhku ya!" ucap nya sembari mengusap bahu nya yang terasa kebas. Untung saja bukan luka tembak nya yang terkena pukulan Shania
"kalau tidak ada Queen, sudah ku bunuh kau!" jawab nya kesal
"kalau aku mati kau pasti sedih" kata gean yang masih saja berani menggoda Shania yang sudah terlihat kesal
"kau memang cari mati" ucap nya dingin sembari menarik pistol dari pinggang nya dan menodongkan pistol itu didahi Gean
"coba saja kalau kau berani" ucap Gean santai sembari melirik kearah belakang Shania dimana Cristian, Angel dan juga Erick telah berada diruangan Gean karena pintu tak ditutup oleh Shania
"ehem" Cristian berdehem hingga membuat Shania langsung tersentak kaget dan membalikan tubuh nya dengan mata melotot dan wajah memerah malu melihat Queen dan Cristian ternyata ada didalam ruangan itu dan memperhatikan perdebatan mereka sejak tadi
"Erick sebaik nya kau segera siapkan pendeta" ucap Cristian membuat Shania dan gean mengernyit heran
"untuk apa tuan?" tanya Erick tak mengerti
"aku ingin menikahkan mereka. Seperti nya mereka sudah tidak sabar lagi untuk bersama" ucap Cristian santai
"apa, tidak!!!" teriak Shania dan Gean bersamaan hingga membuat Cristian dan Erick tertawa geli sementara Angel hanya menggelengkan kepala nya dengan pelan.
__ADS_1