
Cristian terpaku melihat surat yang baru saja selesai dibaca nya. Apakah Angel tidak pernah merasa bahwa sesungguh nya Cristian telah membuka hati nya pada gadis itu, atau mungkin hati nya yang memang belum pasti tentang perasaan nya yang sesungguh nya.
Entah lah, pria itu masih bimbang bahkan sekarang dia sama sekali tidak ada keberanian untuk menemui istri cantik nya itu setelah mengetahui kebenaran yang baru saja terungkap.
"apa yang harus aku lakukan, sungguh aku seperti orang bodoh sekarang" gumam nya sembari mengacak ngacak kasar rambut nya.
Beberapa menit dia duduk termenung kembali hingga waktu menunjukan hampir tengah malam. Cristian kemudian berdiri dan berjalan dengan lunglai menuju mobil nya yang ditinggalkan Gean tak jauh dari tempat itu.
Terlihat Erick yang entah sejak kapan berada dikota itu sudah berada disisi mobil menunggu Cristian.
Dia pun segera membukakan pintu untuk tuan nya.
"kita kemana tuan?" tanya Erick melirik sekilas kearah Cristian
"pulang" jawab Cristian singkat dan langsung merebahkan kepala nya didashbord mobil.
Tanpa bertanya lagi Erick melajukan mobil nya membelah jalanan yang sudah terlihat sunyi karena jam sudah menunjukan tengah malam
Sepanjang perjalanan Cristian hanya terdiam dengan fikiran yang melayang pada istri cantik nya. Ingin rasa nya dia pergi menemui istri nya namun entah mengapa hati nya belum siap untuk bertemu gadis itu. Apa benar perasaan yang selama ini dirasakan nya hanya sekedar rasa simpati dan kekaguman semata bukan cinta yang sebenar nya. Tapi kenapa dia selalu ingin dekat dengan gadis itu terus menerus, bahkan dia sangat tidak suka jika ada yang mendekati istri nya itu walau Gean sekalipun.
..
Sedangkan Di tempat lain..
Seorang wanita bertopeng baru turun dari mobil mewah nya. Dengan tatapan tajam dan langkah yang pasti dia melangkah menuju mansion mewah nya yang sudah lama tak pernah dia kunjungi.
"selamat malam Queen, selamat datang kembali dimansion" sapa semua penjaga dan pelayan yang berbaris rapi dan tertunduk hormat menyambut kedatangan Queen mereka.
Wanita itupun hanya menganggukan kepala nya dan terus melangkah masuk kedalam mansion milik nya.
Berpuluh puluh penjaga dan pelayan tidak ada yang berani mengangkat kepala mereka saat wanita yang dijuluki Queen rose itu berjalan dihadapan mereka.
"selamat datang kembali Queen" sapa seorang wanita cantik yang baru turun dari tangga dan menghampiri Queen Rose yang kini telah duduk disofa mewah mansion nya.
"apa ada masalah selama aku pergi Shania?" tanya Queen Rose pada tangan kanan nya
"tidak ada Queen, semua bisa kami atasi dengan baik. Mungkin hanya lalat kecil yang akan mengganggu kehidupan anda kedepan nya" jawab nya
"aku tahu. Persiapkan saja perangkap yang bagus. Seperti nya dia ingin bermain main dengan ku" kata Queen Rose santai namun terkesan tajam
"tentu Queen" jawab Shania yang kini sudah duduk dihadapan Queen Rose
"awasi setiap kegiatan nya. Aku yakin adik ku itu akan ikut terlibat kali ini" kata Queen Rose sembari meminum wine yang disediakan oleh pelayan nya
"tentu. Apakah anda akan menginap malam ini?" tanya Shania
"aku harus kembali, kakak ku pasti akan menemui ku dirumah itu" jawab Queen Rose
"apa kita harus selalu menyembunyikan identitas anda seperti ini Queen?" tanya Shania takut takut.
Terlihat Queen Rose menghembuskan nafas nya dengan kasar
"hmh, entah lah. Tapi untuk sekarang biarlah seperti ini. Perlahan mereka pasti tahu siapa aku yang sebenar nya" jawab Queen rose tenang, namun terlihat memendam tekanan mendalam dalam nada suara nya
"mereka pasti menerima anda dengan baik Queen" ucap Shania membuat Queen rose tersenyum sinis
"bagaimana mungkin mereka menerima seorang pembunuh seperti ku Shania" jawab Queen rose sembari terkekeh pelan
"apa anda ada niat untuk meninggalkan dunia kita yang seperti ini jika mereka memintamu untuk berhenti?" tanya Shania lagi. Sudah cukup lama Shania mengikuti jejak Queen Rose yang memang hanya membunuh dan berbisnis ilegal yang selalu mereka geluti hingga memiliki kekayaan yang tidak akan pernah habis walau berpuluh puluh keturunan yang memakainya.
"Kau tahu, hampir tiga bulan aku tak bersentuhan dengan darah dan mengurus bisnis kita, aku merasa hidup ku tenang, terkadang aku juga ingin menjadi manusia biasa seperti mereka. Tapi kurasa itu tak akan mungkin. Kita sudah terlanjur berjalan terlalu jauh" ungkap nya sendu
"tidak ada yang tidak mungkin Queen" jawab Shania
"musuh kita dimana mana, kau ingat? Aku tak takut mati, tapi sekarang aku sudah berkumpul dengan keluarga ku, kau tahu apa yang menjadi kelemahan ku sekarang kan" kata Queen rose membuat Shania mengangguk paham
"anda tak perlu khawatir Queen, saya akan menyiapkan orang orang kita untuk memperketat penjagaan pada tuan Jordan dan juga tuan Cris" kata Shania namun Queen Rose hanya mengangguk diam
"baiklah, aku harus pergi, jaga semua dengan baik" titah Queen Rose
"siap Queen" jawab Shania hormat
..
Ckiitttt
Erick tiba tiba menghentikan mobil nya secara mendadak membuat Cristian yang duduk dikursi belakang terkejut karena hampir terhantuk tempat duduk Erick.
"hei, ada apa ?" tanya Cristian kesal
"maaf tuan, ada sepeda motor yang menghadang jalan kita" kata Erick sembari menunjuk seseorang yang telah duduk diatas sepeda motor nya menghalangi perjalanan Cristian.
"ck, mau apa dia!" tanya Cristian kesal
"biar saya yang turun tuan" jawab Erick dan langsung turun mendekati pria yang masih tenang duduk diatas sepeda motor nya
Cristian hanya mengamati Erick dari dalam mobil nya sembari bersandar kembali dengan tenang. Namun hanya sebentar karena setelah itu terlihat beberapa sepeda motor lain datang dalam jumlah banyak mengelilingi Erick yang telah berhasil melumpuhkan salah seorang dari mereka.
Melihat itu Cristian langsung keluar dari mobil sembari memegang pistol yang selalu dibawa dimobil milik nya.
__ADS_1
"hei, apa mau kalian?" teriak Cristian kesal melihat geng motor itu berputar putar tak jelas mengelilingi mereka
"ikutlah dengan kami maka nyawa mu akan selamat" jawab seorang dari mereka
"cih, tidak akan!. Pergi kalian! Berani nya hanya main keroyok!" sinis Cristian menatap seseorang yang diyakini nya adalah pemimpin mereka
"woah, besar juga nyali mu. Kemari kau!" kata pemimpin kelompok itu yang segera melompat dari atas motor nya dan langsung menyerang Cristian.
Perkelahian pun tak terelakan antara mereka berdua, dengan kemampuan bela diri yang dimiliki nya Cristian mencoba untuk menjatuhkan lawan nya meski harus beberapa kali jatuh tersungkur karena lawan nya tak bisa di anggap remeh
"cih, hanya segitu kemampuan mu heh!" ejek pemimpin itu
Cristian terdiam sejenak sembari menghapus darah disela bibir nya.
Mata nya yang tajam memandang sinis ke arah pria itu, dengan gerakan tiba tiba dia menyerang kaki lawan nya dengan tendangan yang kuat namun masih meleset, tak menyerah sampai disitu satu tinju nya diarahkan kerahang pria itu yang masih sibuk menghindari serangan kaki Cristian dan dengan telak berhasil membuat pria itu mundur kebelakang.
Dor
Satu tembakan dilepas Cristian kekaki pria itu yang langsung membuat nya meringis , namun justru itu membuat anak buah nya yang lain ikut menyerang Cristian dan juga Erick.
Perkelahian yang tak imbang itupun terjadi. Hanya sebentar saja Cristian dan juga Erick sudah berada dalam kungkungan mereka.
"cih, dasar semut kecil" cerca sang pemimpin kelompok pada Cristian yang kini telah dipegang oleh dua orang anak buah nya.
"siapa kau, apa sebenar nya mau mu?" tanya Cristian dengan menahan sakit disekujur tubuh nya
"kau tak perlu
Dor dor dor
Beberapa tembakan melesat ketubuh pimpinan kelompok itu yang langsung jatuh tersungkur bersimbah darah didepan Cristian membuat semua orang disana terkejut.
Dor dor dor
Tiga orang kembali jatuh tak bernyawa, dan munculah seorang wanita bertopeng dengan sebuah pistol ditangan kiri nya dan sebilah pedang ditangan kanan nya membuat geng motor tersebut terperangah takut.
"serang!!!" seru salah satu dari mereka
Adu tembak pun terjadi antara wanita bertopeng dan anggota geng motor yang masih berjumlah puluhan itu.
Dengan lihai dan terlatih wanita itu meliuk liukan badan nya menghindari serangan peluru yang diarahkan pada nya dengan sesekali bersembunyi diantara deretan motor motor besar .
Sreet
Sreet
Sreet
Dor
Sesekali dia terlihat bergidik ngeri melihat bagaimana aksi wanita itu menghabisi orang orang yang ada disana.
Pedang yang disayatkan keleher musuh hingga kepala nya terlepas membuat Cristian semakin terperangah ngeri membuat fokus nya teralihkan
Dor
"hati hati tuan!!" seru Erick yang langsung menarik Cristian yang masih terpaku ditempat nya
Dor dor
Sreet
Bukk
Satu kepala jatuh tepat di bawah kaki Cristian membuat pria itu melompat mundur karena kaget.
"kepala mu juga bisa hilang jika kau tidak fokus mr.El!" seru wanita bertopeng itu yang masih santai menembaki dan menebas leher para musuh tanpa rasa takut sama sekali.
Tak mau di anggap penakut Cristian juga menembaki para musuh yang masih tersisa beberapa orang lagi sembari sesekali melirik kearah wanita itu begitu juga dengan Erick yang begitu penasaran siapa sebenar nya wanita itu.
Hingga tak lama kemudian tak ada satu orang pun yang selamat, semua dibantai habis oleh wanita bertopeng yang tak lain adalah Queen Rose
Cristian langsung terduduk dibawah pohon menjauh dari tempat pembantaian itu.
Kepala nya terasa berat setelah melihat puluhan orang tewas mengenaskan bahkan beberapa diantara nya kehilangan kepala mereka.
Huek huek huek
Terlihat pria itu memuntahkan isi perut nya dengan wajah yang sudah memucat.
"anda baik baik saja tuan?" tanya Erick yang datang dengan tertatih tatih karena seluruh tubuh nya penuh dengan luka.
"hemm, aku mual melihat mereka" jawab Cristian tanpa mau memandang kearah tempat pembantaian itu lagi
"dunia mafia itu kejam mr El, lalu kenapa kau mau terlibat hm?" tanya Queen rose sembari menyerahkan sapu tangan pada Cristian
"tidak lagi, aku hanya coba coba" jawab Cristian sembari mengusap wajah nya
Bersamaan dengan itu komplotan mafia black rose pun tiba ditempat itu
__ADS_1
"maaf kami terlambat Queen" kata seorang dari mereka memberi hormat
"bereskan kekacauan ini" titah Queen rose dingin
"siap Queen" jawab mereka dan langsung pergi menjalankan perintah Queen rose
"kau mengerihkan" ucap Cristian tiba tiba
"itulah aku" jawab wanita itu singkat, namun Cristian hanya geleng geleng kepala
"ayo ikut aku" ajak wanita itu namun Cristian memandang nya heran
"kemana?" tanya Cristian
"obati luka mu, kau tak mungkin bisa pulang dengan keadaan yang seperti itu. Kau lihat orang mu bahkan tak sanggup berjalan lagi" jawab Queen Rose sembari melirik kearah Erick yang telah terduduk lemas tak jauh dari tempat Cristian berada
Dengan terpaksa Cristian mengikuti wanita itu pergi. Sementara Erick dibawa oleh salah seorang anggota black rose yang lain.
Dengan mengendarai mobil sport mewah milik ratu mafia black rose Cristian pun dibawa kesuatu tempat dimana disana adalah tempat pengobatan bagi para anggota black rose yang terluka akibat pertempuran.
Sepanjang jalan baik Cristian maupun Queen rose sama sama diam.
Sesekali Cristian melirik kearah wanita yang duduk disamping nya dan masih fokus pada kemudi nya, wajah nya yang tertutup topeng, hanya menampakan bibir merah nan lembut dan juga tatapan mata yang sangat tajam.
Kulit putih yang ditutupi oleh tangtop dan jaket kulit dan juga celana lejing yang semua serba hitam.
Rambut yang juga diikat seperti ekor kuda, serta jangan lupakan pistol yang terselip dikedua belah paha nya sungguh mewakilkan karakter sebagai wanita tangguh yang sesungguh nya.
Setelah puas mencuri pandang kearah wanita itu kini dia menelisik keseluruhan mobil sport mewah metalik yang didesain khusus anti peluru dan peledak, sungguh canggih.
"apa kau sudah puas memandang?" tanya Queen rose tiba tiba membuat Cristian salah tingkah
"eh, mobil mu keren" jawab nya sembari menggaruk kepala nya
"jika kau mau kau bisa membawa nya" jawab Queen rose datar membuat Cristian menatap kearah nya
"tidak, tidak perlu" jawab Cristian
Mereka kembali terdiam hingga tak lama kemudian mobil tersebut berhenti didepan sebuah gedung yang kelihatan nya sudah tua.
Cristian dan Queen rose turun dari mobil itu dan melangkah masuk.
Dengan ragu Cristian menapaki satu persatu anak tangga mengikuti langkah kaki wanita tangguh itu
"aku tak suka membunuh orang secara tersembunyi. Jadi tenang lah" kata Queen rose membuat Cristian terlonjak kaget
'astaga, kau memang tak membunuhku secara langsung, tapi aku pastikan aku bisa mati perlahan bila berada didekatmu setiap hari' batin Cristian ngeri
Hingga tak lama kemudian mereka tiba dilantai atas dan disambut oleh beberapa orang penjaga
"selamat datang Queen" sapa mereka semua menunduk hormat
Wanita itupun hanya mengangguk dan meneruskan langkah nya
Dibawah seperti tak ada kehidupan sama sekali, namun ketika tiba dilantai atas, ruangan ini seperti rumah sakit yang difasilitasi oleh berbagai perlengkapan alat medis dan juga ranjang pasien.
Bahkan tenaga pekerja nya juga memakai pakaian dokter namun berlambang bunga mawar hitam.
Hal itu tentu saja membuat Cristian berdecak kagum.
"kemari" kata Queen rose sembari menunjuk sebuah kursi pada Cristian. Pria itu hanya menurut meski sedikit gemetar takut.
Queen rose mulai mengeluarkan alat alat pengobatan nya dari dalam kotak dan mulai membersihkan luka luka diwajah dan lengan Cristian membuat pria itu mengerjap beberapa kali .
"bi biar aku saja" kata Cristian gugup. Entah mengapa dia merasa ngeri jika berdekatan dengan wanita tangguh ini
Queen rose langsung menatap nya tajam membuat pria itu langsung menelan saliva nya dan terdiam pasrah.
Beberapa saat kemudian wanita itupun selesai membersihkan dan mengobati luka luka Cristian yang sedari tadi tak berani menatap kearah nya .
"kau bisa istirahat disini. Besok pagi anak buahku akan mengantarmu kembali" ucap nya dingin dan hendak berlalu meninggalkan Cristian diruangan itu
"eh, tunggu. Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Cristian
Queen rose langsung berbalik dan hanya menatap pria itu membuat Cristian semakin gugup
"emmh, itu, kenapa kau mau menolongku, bahkan sudah beberapa kali? Apa kita saling kenal?" tanya Cristian ragu namun ia harus menanyakan ini, karena sungguh dia begitu penasaran dengan sosok mafia wanita ini
"karena aku ingin" jawab nya datar. Dan segera memutar kembali tubuh nya
"hei, jawaban macam apa itu?" tanya Cristian kesal
Queen rose kembali memutar tubuh nya dan menatap tajam Cristian
"banyak bertanya akan membuat umur mu semakin singkat!!" desis nya dingin dan langsung keluar meninggalkan Cristian yang masih diam membeku
"astaga, mengapa ada wanita seperti itu. Mengerihkan sekali. Sungguh berbanding terbalik dengan Angel. Oh Angel ku, bahkan aku sudah sangat merindukan nya sekarang" gumam Cristian yang langsung merebahkan tubuh nya diatas ranjang.
..
__ADS_1
jangan lupa tinggalin jejak guys 😊