Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 10


__ADS_3

Anak zaman sekarang memang rata rata seperti faris. jajan banyak belum lagi untuk beli paket dll.


yang lebih buat emosi dinasehati malah menjawab pulak. kan makin geram aku jadinya.


Setelah selesai melakukan Shalat subuh aku masuk dapur membantu mama mertua memasak sarapan.


kali ini menu Arsik ikan mas. baunya wangi tidak seperti bau bawang goreng kemarin membuatku mual.


" Iriskan bawang batak nya ya len, buat lebih banyak biar wangi."


aku mengangguk.


Setelah semua pekerjaan rumah selesai berniat pergi kerumah kak mona. dia istri teman kerja bang adam makanya aku kenal juga. rumahnya memang dekat dari sini.


" Ma aku izin mau ke rumah kak mona bentar".


" Hhmmm".


Tak ada kalimat kalimat lain lagi seperti biasa kalau aku mau keluar rumah pasti mama mertua ceramah dulu.


Assalamualaikum...


Walaikumsalam..


" Eh len sudah datang, dudukan len aku ambil cemilan bentar".


" Gak usah repot kak e".


" Gak repot kok tenang aja".


" Mei belum datang kak".


" udah mau nyampe itu bentar lagi. suaminya kan pergi kerja agak siang jadi kurasa dia nebeng sama suaminya".


" cuma ada ini ya len. ini minumnya pun cuma air putih ya gak papa kan".


Kak mona menyiguhkan cemilan stik bawang dalam toples.

__ADS_1


" maksi loh kak udah mau repot".


kak mona tertawa...


" Aku malah senang kalau kalian mau datang kesini tiap hari."


" Kalau udah tinggal sendiri enak kak. ini aku segan juga sama mama mertua kalau keluar sering sering."


Assalamualaikum...


ternyata yang datang adalah mei.


Mei ini sebetulnya temannya kak mona tapi karna aku dan kak mona berteman makanya aku kenal mei juga kebetulan kami satu frekuwensi.


" udah lama len ?" tanya mei


" Belum, ayo sini duduk"


Tak terasa jam sudah menunjukkan 12.15 pantas saja sudah adzan.


Kuambil Hp ku lalu menelpon bang adam.


" Assalamualaikum bang "


"Walaikumsalam dek, kenapa ?"


" Kalau abang pulang tolong sekalian jemput adek dirumah kak Mona ya"


"ok"


Begitulah bang adam. tak ada basa basi kalau bicara dengannya.


" Aku pulang duluan ya mei kak mon".


Mereka hanya mengangguk.


Sampai di rumah kulihat mama mertua sedang menonton tv. aku langsung masuk kedapur mau makan siang dengan bang adam. namun kulihat piring ikan sudah kosong.

__ADS_1


Ahhh sering kali seperti ini.


" Ikannya sudah habis bang, dadar telor saja ya " tanya ku pada bang adam


" Habis ikannya begitu banyak tadi pagi ".


" ini udah kosong ".


" Ya sudah, abang sudah lapar "


Tiba tiba saja ibu mertua datang,


" Dadar telor saja 1 kalau makan, ikannya sudah habis "


Kuletakkan lagi telor yang kuambil tadi, niat hati mau dadar 2biji.


Karna telornya hanya 1 jadinya makan pun aku kongsi sama bang adam.


Tak ada pembicaraan apapun lagi sampai bang adam brangkat kerja lagi.


Assalamualaiku..


kudengar pintu terbuka. aku yakin itu faris pulang sekolah.


Kubaringkan badan mau tidur siang sebentar. namun rasanya mau pipis.


Aku keluar lagi mau kekamar mandi. kudapati faris sedang makan tanpa membuka seragam lebih dulu.


Tapi tunggu...


Itukan ikan mas arsik tadi pagi. kata mama tadi sudah habis tapi ini masih ada.


Astaga... aku mengerti sekarang


tanpa bicara apapun aku langsung ke kamar mandi.


Rasanya mau marah saja jika begini. makin lama aku makin tak tahan tinggal disini.

__ADS_1


Ya Allah beri aku kesabaran yang tiada batas....


__ADS_2