Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 50


__ADS_3

" Bukan karna adam keberatan ma, adam kan hanya bertanya "


" kan tadi sudah mama bilang kalau yuna mau makan pepes buatan lena"


" Tapi lena masaknya nanti saja ya ma, aku masih capek " jawabku pelan.


" Kamu tidak mau ?" tanya mama mertua dengan suara lumayan tinggi.


" Bukan tidak mau ma. Hanya saja lena masih lelah. Lena istirahat sebentar baru memasak "


" Yuna maunya sekarang, kalau kamu tidak mau bilang langsung saja tidak perlu pakai alasan capeklah, nantilah "


Astagfirullah Ya Allah...


" Baik ma lena masak sekarang ya, lena blanja dulu "


" Hhmm "


Kuambil dompet lalu pergi kewarung, tak terasa air mataku menetes begitu saja karna Sakit hati mendapat perlakuan begini dari mama mertua. Kakiku langkahkan pelan menuju warung depan komplek. Melihat bang adam yang hanya diam saja saat mama mertua menyuruhku memasak membuatku makin sakit hati padahal bang adam tau sendiri kalau aku lelah, dijalan tadi aku sudah mengeluh padanya namun dia seperti tidak perduli.


Setelah selesai belanja aku langsung pulang. Kulihat mama mertua cerita dengan bang adam. Aku tidak terlalu fokus mendengar mereka cerita apa aku hanya fokus pada lelahku saja.


Selesai masak pepes tadi langsung kuberikan pada mama mertua semua tanpa menyisakan sedikitpun untuk kami. Aku tak perduli lagi mau makan apa, aku langsung istirahat tanpa membereskan dapur terlebih dahulu . Hingga mama mertua pulang saja aku tak tau jam berapa.

__ADS_1


" Dek.. bangun dek sudah sore, abang belum makan siag lah pepes tadi adek simpan dimana ?"


" dibawa mama semua bang " jawabku dengan suara khas bangun tidur


" Loh kok tidak adek tinggalkan untuk kita "


" Biar saja sama mereka semua, biar mama kenyang "


" Adek kok bicaranya begitu, adek tidak ikhlas, kalau tidak ikhlas aturan tidak perlu dimasak tadi "


ucapan bang adam mulai tinggi.


" Aku bukan tidak ikhlas bang, abang lihat sendiri kan tadi bagaimana mama memaksa agar dimasak saat itu juga, abang sendiri tau aku capek dari jalan tadi aku sudah bilang kalau aku capek tapi mama tetap memaksa, apa mama tidak bisa menunggu barang 10 menit saja aku duduk meluruskan kaki, tidak kan bang. Abang hanya diam saja tanpa mau bicara. Abang sama mama memang egois hanya memikirkan diri sendiri selalu memaksakan kehendak sendiri. "


jawabku mulai terpancing emosi.


" Tidak perlu dengarkan mama abang bilang ? Haha..."


aku tertawa mendengar perkataan bang adam


" Kalau aku tadi istirahat dan tidak mendengarkan permintaan mama pasti akan terjadi lagi drama perang ke-10, pasti aku akan dibilang lagi wanita tidak tau diri. Apa itu yang abang mau ? Harusnya tadi abang bicara berikan pengertian pada mama jangan hanya diam saja mematung"


Aw... Astagfirullah

__ADS_1


Ya Allah tiba tiba saja perutku kram.


" kenapa dek ?"


" Perutku kram "


" Adek belum makan juga ?"


Aku hanya menggeleng


" Ya Allah tunggu disini biar abang ambil nasi "


tak lama bang adam datang membawa sepiring nasi dengan telur ceplok diatasnya


" Ayo makan dulu "


Aku diam saja tanpa menjawab namun piring ditangan bang adam kuambil alih lalu makan sendiri.


ternyata kalau lapar telur ceplok pun terasa enak sekali.


" Sudah ?"


" Hhmm "

__ADS_1


" sini piringnya biar abang bawa kedapur, adek istirahat saja dulu abang pun mau makan dulu "


" Hhmmm "


__ADS_2