Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 46


__ADS_3

" Adam harus apa ma, adam memang tidak punya uang "


" Uang lena kan ada, lena.."


Aku didapur pura pura tidak dengar mama mertua memanggil. Hingga akhirnya mama mertua mendatangiku


" Lena ..."


" Eh mama lena terkejut mama datang tiba tiba "


" Halah.. Terkejut kamu bilang, apa sekarang lagi musim tuli ya ? Begitu kuatnya suara mama panggil kamu masak kamu tidak dengar "


" Iya ma lena terlalu fokus tadi memasaknya. Memangnya ada apa mama panggil lena ?"


" Mama mau pinjam uangmu dulu, mama mau pergi pesta "


" Owalah ma, Lena tidak punya uang ma. Mama tau sendiri kan bang adam saja kerja baru beberapa hari jadi uang kami dari mana coba ma, Lagian mama kan punya banyak uang, berlebih lagi makanya mama cerita pada orang orang kalau mama makan disini pasti bawa beras. Iya kan ma ?"


Terlihat wajah mama memerah


" kamu ini bicara apa sih ditanya apa yang kamu jawab apa "


" Lena tidak punya uang ma"


" Adam.."


Ya Allah mama mertua ini benar benar.


" kenapa sih kalian ini pelit sekali pada mama. Mama segan loh adam pada bulekmu kalau mama tidak pergi, mama malu " ucap mama menunduk


Huhh ini adalah trik mama mertua menunjukkan wajah sedihnya dihadapan anaknya.


" Dek uang untuk bayar cicilan rumah belum adek bayarkan kan ? Itu saja dulu berikan pada mama agar mama pergi pesta "

__ADS_1


" Lohh janganlah bang besokkan cicilan kita sudah jatuh tempo, mau darimana lagi dicari tambahnya kalau sebagian diberikan pada mama "


" sudahlah dek nanti difikirkan lagi"


" Tuhkan kalian punya uang. Kamu saja yang pelit padahal itu uang hasil kerja anakku ". jawab mama mertua


" Ma itu uang untuk bayar cicilan rumah bukan untuk foya foya." jawabku


" Sudahlah dek berikan saja uangnya nanti difikirkan lagi dari mana tambahnya "


Astagfirullahal'azim


Ya Allah ingin rasanya uang yang tidak seberapa itu kulemparkan kewajah bang adam dan mama mertua agar mereka puas.


" Mama perlu berapa uangnya ?" tanya bang adam


" sedikit kok nak lima ratus ribu saja "


Aku diam saja mengambil uang itu dan meletakkannya didepan mama mertua.


Setelah mama mertua pergi bang adam pun kekamar mandi dan siap siap berangkat kerja. Tak ada percakapan antara kami mungkin bang adam tau aku marah sehingga dia pergi kerja tanpa sarapan padahal aku sudah selesai memasak.


Setelah aku selesai beres beres rumah rasanya benar benar bosan. Kuputuskan untuk pergi kerumah salah satu kakak sepupu bang adam.


" Asslamualaikum kak "


" walaikumsalam lena masuk dek "


" Kakak ngapain ?"


" Ini menjahit celana si ari. " (ari anaknya)


" dudukkan len, Hpl kapan dek ? Sudah besar kakak lihat "

__ADS_1


" Dua bulan lagi sudah brojol ini kak. Ini sudah masuk bulan ketujuh"


" Hhm sudah bisa itu kamu cicil baju baby nya "


" iya sih kak tapi lena belum punya uang "


" Mertuamu apa kabar, sudah lama juga kakak tidak main kesana "


" Baik kak, ini mama pergi pesta ke polonia "


" Oh ya ada uangnya "


" Itulah kak, aku kesal pada bang adam tadi pagi pagi sekali mama mertua sudah datang dalihnya mau minjam uang untuk pergi pesta itu"


" Jadi kalian berikan ?"


" Awalnya kami bilang tidak punya uang kak. Karna memang kami lagi tidak punya, ada memang diberikan bang adam padaku pas untuk bayar cicilan rumah karna besok sudah jatuh tempo. Nah itulah dipaksa bang adam agar kuberikan pada mama."


" Ya Allah "


" kakak tau masak pergi pesta saja sampai 500 ribu. "


" memangnya amplopnya mau berapa ?"


" Lena tidak tau kak. Tapi mama mertua mintanya segitu "


" Ya Allah kok metuamu tidak berubah juga ya, padahal sudah dinasehati abangmu itu loh pas kalian yang pindah dulu "


" Entahlah kak besok sudah jatuh tempo uangnya sudah kurang 500ribu lagi, padahal kakak tau lah bang adam kerja baru beberapa hari selama ini bang adam gojek hanya pas untuk makan kami sajanya. kakak tau mama juga cerita pada orang orang katanya kalau dia mau makan dirumah harus bawa beras kalau tidak aku pasti marah marah. Padahal kakak tau sekalipun aku tidak pernah marah makan apa saja mereka dirumah. Kakak taulah mama jarang masak"


" kakak tidak tau harus bilang apa dek. Sabar sabar lah nanti biar diingatkan abangmu si adam jangan terlalu begitu "


" iya kak perasaanku itu bang adam sama sekali tidak menghargaiku kak, dia tau aku lagi hamil pasti butuh biaya yang tidak sedikit nantinya tapi sepertinya bang adam sama sekali tidak perduli kak"

__ADS_1


" Memang begitulah mertuamu len selalu mengharapkan anak. Sudah pernah kakak bilang agar mertuamu kerja apalah pokoknya tapi banyak alasannya yang inilah yang itulah pokoknya banyaklah "


" Entahlah kak bingung aku "


__ADS_2