Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 74


__ADS_3

" Abang berangkat kerja jam berapa "


" jam 8 dek. Sudah seperti biasa"


" oh kalau begitu ayo sarapan dulu"


" Adek masak apa, apa haiz sudah bangun ?"


" Haiz masih tidur bang, tadi subuh sempat bangun tapi tidur lagi setelah minum susu. Nanti tolong antarkan sop ini kerumah mama ya bang"


" Iya dek. Mama pasti senang"


" mudah mudahan ya bang, abang bontot makan siang atau bagaimana ?"


" sepertinya tidak usah dulu dek "


" Kenapa bang ?"


" Adek kan masak sop tapi sambalnya tidak ada. Kalau makan sop yang sudah dingin kurang enak dek "


" Oh ya sudah "


" Adek masih ada pegangan tidak ? Untuk beli bensin abang sama beli nasi padang nanti "


" Lima puluh ribu cukup tidak bang"


" Cukup dek "


" Ya sudah. ini sarapan abang abang ayo dimakan nanti keburu dingin "


Bang adam makan dengan lahap walaupun hanya pakai sop tulang sapi tanpa sambal.

__ADS_1


setelah bang adam berangkat bekerja aku masuk kamar lagi melihat haiz ternyata masih tidur. Ingin menulis namun baju kotor lun sudah menumpuk. Ahh andai saja aku punya mesin cuci.


" Assalamualaikum.. Maaa"


" walaikumsalam adam "


" Ma ini ada sop" sembari memberi bungkusan sop tadi "


" sedikit sekali, mana cukup ini "


" Ma lena memberi sop itu untuk mama bukan orang lain. "


" Tapi kan kami dirumah ini ada 5 orang, bagaimana sih istrimu itu "


" Ya adanya hanya segitu ma"


" Halah memang dasar istrimu pelit. Kamu mau kemana ?"


" oh baguslah nanti kalau kamu gajian bayarkan utang mama di toko liberty yang didepan itu ya"


" Hutang apa ma ?"


" Mama berhutang baju disana dua hari yang lalu dan mama sudah bilang kalau kamu yang bayar "


" Memangnya berapa ma ?"


" sedikit kok hanya Rp.720.000"


" Ya tuhan ma... Hanya mama bilang ? Uang segitu sudah banyak bagi adam ma. Ya tuhan.. mama kok tidak memikirkan adam sih. Gaji adam saja belum tau berapa tapi sudah harus membayar hutang mama lagi "


" Kamu sekarang kok perhitungan pada mama. Uang segitu saja kamu sudah marah marah. Padahal mama tidak pernah meminta uang bulanan pada kalian seperti orang tua lainnya. "

__ADS_1


" ma,, adam memang lagi tidak ada uang. Adam mohon mama mengerti keadaan adam. tolong ma jangan menuntut dulu "


" Kapan sih mama menuntut padamu. Kamu harusnya mengerti mama. kamu adalah pengganti ayah bagi adikmu. Mereka tanggung jawabmu "


Adam mengusap wajahnya kasar.


" Adam pamit ma. Sudah terlambat ini "


" Mama belum selesai bicara adam"


Tanpa peduli lagi adam langsung pergi begitu saja.


' sekarang dia jadi pembangkang pasti gara gara istrinya itu, ini tidak bisa dibiarkan . Aku harus kesana '


Tanpa menunggu lagi mama langsung menaiki angkot menuju rumah kami.


" Lenaa...."


" Walaikum salam ma. Ada apa sih ?"


" Ada apa.. Ada apa ? Kamu itu ya terus saja menghasut adam agar melawan padaku "


" Astaga mama. Kapan sih itu lena lakukan. Untuk apa juga ?"


" halahh pasti gara gara hasutan kamu makanya adam marah saat aku memintanyaa membayar hutang ku "


" Ya ampun ma. lena tidak tau menau soal itu. Mama jangan suudzon terus dong pada lena. Berdosa loh ma"


" Halah pintar kamu bilang dosa. Dosamu sebagai menantu yang durhaka pada mertua jauh lebih banyak"


" Ma... Kalau mama belum tau kejelasannya bagaimana, mama jangan asal marah marah pada lena. Selama ini lena diam karna lena menghargai mama. Jangan sampai lena berubah sikap ma. Karna lena bukanlah istri istri yang di sinetron indosiar yang selalu mama tonton itu. "

__ADS_1


__ADS_2