Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 45


__ADS_3

"Tak terasa ya ternyata sudah sore saja "ucap kak kinan tertawa.


" iya kak. Kita makan malam disini saja ya kak "


" Tidak usah len, kakak mau pulang kok ini "


" kenapa buru buru sih kak, sesekali makan disini kan tak apa"


" Tak usah dek. Lain kali saja. Kakak pamit ya"


Aku mengangguk lalu mengantarkan kak kinan sampai pintu.


Assalamualaikum..


" Walaikumsalam abang "


" itu tadi kinan dek ?"


" Iya bang, jumpa ?"


" Sekilas lewat sih, tidak sempat negor. Arga ikut ?"


" tidak bang "


" oo dek tolong panaskan air ya abang mau mandi air panas dulu badan abang sakit semua "


" ya sebentar ya "


Tak perlu menunggu lama air yang tadi kumasak diatas kompor sudah panas.


" Bang airnya sudah siap "


" oke "


Bang adam langsung bergegas kekamar mandi. Selelah itukah suamiku ?

__ADS_1


" Makan malam sekarang bang ?"


" Abang masih kenyang dek, tadi pulang kerja singgah dirumah mama dan abang makan disana."


" memangnya mama masak apa bang ?"


" Jengkol dek "


" Oo. bang tadi adek ada dengar cerita "


" Cerita apa ?"


" Adek dengar mama cerita sama orang orang kalau mama atau ragil pokoknya orang itulah, kalau orang mama makan disini mesti bawa beras kalau tidak adek pasti marah marah. Tolong abang ingatkan mama lah jangan begitu. adek malu loh bang padahal orang mama tidak pernah bawa beras kesini. Kesannya adek ini menantu yang bagaimana gitu masak mertua makan disini saja harus bawa beras. Padahal kenyataannya mau berapa kali atau berapa seringpun mereka makan disini tidak pernah adek permasalahkan. Semua makanan dirumah ini bebas dimakan Tapi teganya mama bilang begitu "


" Adek dengar cerita dari siapa, siapa yang bilang ?"


" Pokonya ada yang menyampaikan bang "


" Adek jangan terlalu percaya pada orang. Mana mungkin mama begitu."


" Mungkin saja bang "


" Tapi bang orang tidak mungkin membuat cerita sendiri "


" mama juga tidak mungkin cerita begitu dek. Sudahlah jangan diambil hati "


Kutarik nafas pelan. Bang adam selalu saja begini. Selalu membela orang tuanya.


Untuk mengalihkan fikiran Kuambil benda pipih milikku dan mulai mengetik lagi. Meski tidak banyak namun aku bersyukur masih bisa menghasilkan uang dari hasil menulis. Dan tidak selalu mengharapkan bang adam.


" Dek "


" Hhmm "


" Jangan terlalu difikirkan ucapan orang ya. Ini untuk bayar cicilan rumah ya dek tadi abang pinjam sama nyonya "

__ADS_1


Aku hanya mengangguk menerima uang pemberian bang adam.


" Untuk uang belanja kita pakai uang adek dulu ya, ada kan ?"


Lagi lagi aku hanya mengangguk. Sudah berulang kali aku kecewa dengan sikap bang adam. Namun aku tetap berusaha diam agar semua tetap baik baik saja.


"Ya sudah abang istirahat duluan ya "


" Hhmm"


Kerap kali aku menuangkan segala keluh kesahku kedalam tulisan. Meski mendapat berbagai komentar ada yang menyuruh sabar kadang ada juga yang menghujat. Namun aku selalu menganggap itu sebagai motivasi.


************


Pagi ini aku memasak nasi goreng hijau lengkap dengan ikan teri dan kacang kesukaan bang adam.


masih jam enam pagi mama mertua sudah bertamu saja.


"Assalamualaikum adam"


salam belum dijawab namun mama sudah menerobos masuk langsung kekamar menemui bang adam yang masih tidur. Bang adam memang selalu menyuruh agar pintu dan jendela dibuka saat bangun pagi agar udara pagi masuk kedalam rumah.


" Ada apa ma " Tanya bang adam setengah sadar.


" Duduk dulu adam. Mama mau pinjam uangmu dulu "


" Untuk apa ma ?"


" semalam bulekmu yang di polonia nelpon, anaknya mau pesta ini hari. Ituloh si anwar anak bulekmu yang nomor tiga. Jadi mama ingin sekali pergi namun mama tidak punya uang mama pakai uangmu dulu ya"


" Adam tidak punya uang ma. Lagian mama tidak usah pergi juga tidak apa apa kan. "


" Mama segan lah sama bulekmu kalau tidak datang "


" Tapi adam tidak punya uang ma"

__ADS_1


" Tolong lah dulu nak mama ingin sekali pergi. "


Aku hanya diam saja didapur mendengarkan. Gaya mama mertua ini memang agak tinggi kalau kufikir fikir untuk apa juga pergi kalau tidak punya uang. Hufff..


__ADS_2