
" Kenapa mama tidak percaya ?"
" Bukan mama tidak percaya hanya saja kemarin mama janjinya hanya beberapa hari, sekarang malah sudah seminggu "
" Lain kali mama jangan berutang kalau tidak sanggup membayar "
" Kamu keberatan membayar hutang mamamu sendiri ?"
" Bukan masalah keberatan atau tidak ma, mama tidak boleh membiasakan diri begitu. Kalau nanti aku tidak sanggup membayar bagaimana ?"
" sudahlah jangan dibahas lagi. Pokoknya nanti kalau kamu gajian bayarkan ya "
" Iya mama, oh ya bagaimana perkembangan anaknya yuna ?"
" sudah lumayan membaik,"
" Bagaimana dengan biayanya ?"
__ADS_1
" Sudah dibayar orang tua aksa. Besok sudah bisa dibawa pulang "
" Syukurlah kalau begitu "
" Iya, kalianpun tidak bisa diharapkan. Menolong pun tidak mau."
" Mama jangan mulai lagi lah, mama sendiri tau kondisi kami bagaimana "
" Loh kan mama benar, jangankan menolong biaya, datang saja kerumah sakit tidak istrimu ini "
" Ma sudahlah jangan membuat keributan disini, mama sebenarnya kesini mau ada apa ?"
" Mama mau bilang padamu agar kamu membantu ragil membayar tagihan bank tiap bulannya. Kata ragil istrinya hanya mau membayar setengahnya saja. Dia cerita tadi malam "
Jujur saja seketika darahku mendidih mendengar ucapan mama mertua. Apa apa selalu saja diberatkan pada bang adam. Namun aku berusaha diam saja karna ingin melihat reaksi bang adam bagaimana.
" Adam tidak janji ma. kalau adam ada uang adam bantu "
__ADS_1
" Ya tidak bisa begitulah dam, kamu harus bantu bayar setengahnya lagi "
" Kenapa harus kami lagi sih ma, harusnya ragil bisa menanggungjawapi omongannya dulu sebelum uangnya dihabiskan. Setelah uangnya mereka habiskan membayarnya tidak mau. Kami tidak akan sanggup menambah cicilan lagi ma. Cicilan rumah kami saja sudah berapa belum lagi susu haiz harus dibeli "
" Kenapa anakmu harus minum susu, dia kan masih kecil. Jangan sok kaya lah anak masih kecil sudah diberi sufor."
" Bukan sok kaya ma, tapi ASI lena kurang untuk haiz."
" Halah tidak perlu minum minum susu segala, uang untuk beli susu sudah bisa membayar tagihan bank nya. "
" Kenapa sih mama selalu memaksakan kehendak mama pada kami. Mama fikir gaji bang adam berapa sebulan ? Cicilan rumah kami lagi, bensin bang adam. Kami juga butuh makan ma, jika ditambah lagi harus membayar cicilan bank kami akan makan apa "
" Kamu tidak usah banyak bicara, yang saya minta itu hasil kerja anak saja bukan hasil kerjamu, lagian kamu itu berfikir dong bagaimana caranya biar hemat jika perlu kamu itu kerja, jaman sekarang jangan hanya berharap pada suami "
" Kenapa bukan yuna yang mama suruh kerja atau suaminya si aksa, bukan kah mereka sama sama jadi beban, makan mereka saja ditanggung faris. Lagian tagihan bank itu dari awal sudah jadi tanggung jawab ragil dan istrinya karna itu untuk keperluan mereka, kenapa kami harus ikut pusing. Bukankah dari awal desi bilang dia mau membayar cicilannya. Harusnya dia tanggung jawab dengan ucapannya dong "
rasanya darahku mendidih mendengar mama mertua terus saja menekan kami. Bang adam pun hanya diam saja melihat aku adu mulut dengan mama mertua. Jika orang bilang aku menantu kurang ajar maka aku sudah tidak perduli lagi. Aku benar benar lelah dengan sikap mama mertua.
__ADS_1