
Lama keheningan melanda diruangan depan kamar, setelah haiz kembali tidur aku keluar kulihat bang adam duduk menunduk sementara mama duduk didekat pintu.
" Dek "
" Bukankah abang sudah menjatuhkan talaq padaku. Jadi untuk apa abang berlama lama disini ? Lebih baik abang pulang sekarang dan kalau mau melihat haiz silahkan saja, aku dan mama mau sarapan. Ayo ma sarapan dulu"
" Dek abang menyesal "
Aku menghentikan langkah yang awalnya ingin kedapur mengambil piring dan sendok untuk kami sarapan.
" Jangan bahas sekarang bang. Aku mau makan. Aku tidak mau makan sambil mendengar menyesalanmu "
Kulanjutkan lagi mengambil piring lalu sarapan dengan mama tanpa mengajak bang adam. Karna memang sarapannya hanya kubeli dua bungkus saja.
" Abang tidak bekerja ini sudah sangat siang , nanti mama marah "
" tidak dek abang mau bicara serius "
" bukankah selama ini abang kalau bicara selalu serius makanya aku keluar dari rumah. Rumah yang dari awal DP nya saja aku yang bayar sampai cicilannya pun sering emasku yang dijual namun aku yang diusir dari sana "
__ADS_1
" Maafkan sikap mama dek, abang tidak mau menyakiti perasaan mama begitu juga dengan perasaanmu "
" Jika abang rasa menceraikanku adalah bentuk bakti abang pada mama mertua maka lakukanlah, lebih baik menjanda tapi bahagia dari pada punya suami tapi menderita, sebab banyak wanita yang bangga menjadi janda pada saat ini, karna selama menikah mereka selalu tersakiti. Membathin, oleh suami yang benar benar tidak amanah menyayangi dan mencintai istrinya. "
" Adek kok bicaranya begitu "
" Jadi aku harus bicara bagaimana bang, kurang baik apa aku selama ini sama mama mertua namun tetap saja salah "
" Maafkan abang dek, abang emosi saat mendengar ucapan adek yang bilang menyesal menikah dengan abang "
" Sudahlah bang aku akui akupun salah berucap demikian. Namun itu semua berawal dari ucapan ucapan mama mertua yang menyakitkan "
Aku menatap lekat pada bang adam.
" Abang mohon dek maafkan abang tolong fikirkan haiz juga. Bagaimana dia akan tumbuh jika ayah dan mamanya berpisah. Mentalnya tidak akan baik. Jangan egois dek. Mengalahlah demi haiz. Abamg janji akan berusaha mencari pekerjaan leboh giat juga agar hidup kita lebih cukup. Demi anak kita dek tolong maafkan abang "
" Abang pintar menyuruh aku memikirkan haiz namun apakah abang ada sedikit saja memikirkan dia kala abang mendengar mama menyuruh kami pergi. Bahkan saat itu usia haiz masih satu bulan"
" Kan abàng sudah mengaku kalau abang salah. Apa yang harus abang lakukan agar kamu memaafkan abang ?"
__ADS_1
" Meminta ampunlah lebih dulu pada Allah bang baru abang meminta maaf padaku. "
" Baiklah kalau begitu abang akan pulang sekarang namun abang akan datang lagi besok, abang harap adek dapat memaafkan abang "
Bang adam berdiri lalu pergi, kemudian mama muncul dari dalam kamar. Karna sejak aku mulai bicara mama telah masuk kamar seolah memberikanku ruang untuk bicara berdua dengan bang adam.
" Bagaimana menurut mama ?"
" Janga tanya mama nak namun tanya hati kecilmu "
" Lena bigung ma "
" shalat istiharah lah lebih dulu minta petunjuk pada Allah "
" Baik ma, haiz masih tidur kan ?"
" iya "
Kuambil gawai lalu mengetik karna apapun yang terjadi aku harus bisa mencapai target bulan ini agar gajinya juga lumayan.
__ADS_1
Tak lupa juga kubuat akun facebook yang baru khusus tempat promosi cerita ceritaku. Mudah mudahan bulan ini gajinya lumayan, Aamiin.