Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 54


__ADS_3

" Mama memang tidak sanggup membayar tapi kan ada kalian, apa kalian tidak ingin menyenangkan mama sesekali ? Mama susah payah membesarkan kalian, setidaknya kalian taulah balas budi. Jangan setelah menikah yang kalian tau hanya menyenangkan istri saja. Asal kalian tau mama ini tanggung jawab kalian seumur hidup. Jadi semua kebutuhan mama ya tanggung jawab kalian juga dong "


Astaga mama mertua ini memang lama lama membuatku gila.


Aku berdiri lalu keluar ke teras rumah. Bukan tidak mau menuruti keinginannya namun harusnya mama mertua paham kondisi ekonomi anak anaknya. Kalau saja ekonomi kami lebih dari cukup jangankan emas, mau umroh atau naik haji sekalipun pasti kubiayai. Namun masalahnya saat ini kehidupan kami pun pas pasan jadi mau bagaimana lagi.


" Ma kami tau kalau kami belum bisa menyenangkan perasaan mama, namun untuk saat ini kami belum sanggup memenuhi keinginan mama itu. Doakan kami ma agar rezeki kami selalu ada agar semua keinginan mama bisa kami penuhi." jawab bang adam pelan.


" Halah banyak pun uang kalian, mama tetap tidak akan kebagian karna itu dikuasai oleh istri kalian. Selama ini bagaimana sih istrimu adam. Mama minjam uang saja istrimu marah marah kan jadi untuk apa mendoakan kalian "


" Astagfirullah ma. Mama tidak boleh begitu "


" Sudahlah, pokoknya mama akan tetap mengajukan pinjamannya 50 juta titik, kalau kalian tega melihat rumah ini disita bank nantinya kalian tidak perlu bayar. Tapi kalau kalian kasihan pada mama kamu adam sama faris kan bisa bayar "


" Ma adam bukan tidak mau. Tapi mama tau sendiri kan kalau adam sekrang sudah dipecat lagi. Niatnya adam akan mulai ngojek lagi, berapalah pendapatan kalau gojek ma cukup makan kami sehari hari saja sudah alhamdulillah. Apalagi lena kan mau melahirkan jadi adam tidak akan sanggup untuk bantu bayar cicilannya nanti"


" Farispun tidak lah " jawab faris langsung.


" Kalian memang anak tidak tau balas budi. Waktu kalian kecil mama selalu menuruti keinginan kalian. Tapi setelah kalian besar keinginan mama tidak kalian pedulikan, mama mau merasakan bagaimana rasanya disenangkan anak "


bang adam dan ragil hanya geleng geleng kepala melihat mama.


" Ma jangan selalu menuntut balas budi pada anak dong, memang mama itu tanggung jawab anak laki laki laki mama tapi apa mama juga tau kalau anak laki laki mama dan istrinya kekurangan itu tanggung jawab mama juga. mama harus paham itu " yuna yang dari tadi diam saja mulai bersuara.


" bang kalau sudah selesai kita pulang yuk, adek mau istirahat "


ajakku pada bang adam.


" Ayok dek, kami pulang dulu ya ma. Besok kabari ya gil bagaimana hasilnya "


" iya bang "


Tak ada cerita antara aku dan bang adam hingga sampai kerumah. Kami hanya melakukan aktivitas masing masing saja hingga malam hari.


" Apa HPL ( hari perkiraan lahir ) adek masih lama ?"

__ADS_1


" sekitar dua minggu lagi bang "


" Apa sebaiknya kita USG dulu "


" Adek memang kefikiran bang hanya saja terkendala di dana. Abang kan tau biarpun hanya USG uang 200 ribu habis juga "


" abang kan kemarin ada pegangan jadi belum abang pakai. Kita pakai ini saja untuk USG ya. "


" Abang yakin ?"


" Yakin dek, besok abang akan mulai gojek lagi. Mudah mudahan banyak pelanggan. "


" Ya sudah ayo "


Sampai diklinik ternyata sudah mau tutup saja.


" Maaf buk pendaftaran sudah tutup ibu kembali besok saja ya "


" Tolong lah sus, saya jauh loh kemari. Sekali ini saja ". Ucapku memohon pada suster yang berjaga di loket pendaftaran. Lama lama aku memohon akhirnya diterima juga.


" Kapan ibu terakhir USG ?" tanya dokter spesialis kandungan itu


" HPL tinggal beberapa hari lagi ya, apa ibu tau posisi bayinya tidak bagus. Posisinya sekarang melintang "


" Apa ?"


" Iya buk, karna ini sudah mendekati HPL jadi saya sarankan sebaiknya ibu operasi caesar saja "


" Apa tidak ada jalan lain dokter ?"


tanya bang adam.


" Yah kalau ibunya yakin bisa normal ya tidak masalah bisa dicoba pak "


Ya Allah lemah rasanya semua badanku mendengar ucapan dokter tadi Operasi Caesar, kalimat itu terus saja terngiang ngiang di telingaku.

__ADS_1


" Bagaimana ya bang ?" tanyaku pada bang adam saat kami sampai dirumah.


" Kalau menurut abang sih ikuti saran dokter saja dek. Jangan mau ambil resiko. Takutnya nanti kenapa napa kalau dipaksakan normal "


" Iya memang "


" BPJS nya apa sudah jadi adek urus ?"


" Sudah bang, Aku disuruh download aplikasinya. Dari aplikasinya bisa dilihat kartunya ."


" Iya berarti sudah bisa digunakan ?"


" kata pengurusnya 2 minggu setelah diurus baru bisa digunakan bang "


" Adek ambil yang kelas berapa ?"


" kelas 2 "


" Ya sudah. Kita coba bicarakan ini sama mama ya. Beritahukan juga sama mama kampung ya "


" Iya bang "


Ya Allah sehatkanlah janin dalam kandunganku, sempurnakan jiwa dan raganya tanpa kekurangan sesuatu apapun. Lancarkanlah persalinanku, lancarkan rezeki kami berkahi setiap prosesnya. Semoga aku dan suamiku bisa menjadi orang tua yang baik. Tiada daya dan upaya kami kecuali dengan pergolonganmu ya robb...


" Dek abang berangkat ya "


" loh cepat sekali bang masih jam 06, kenapa brangkatnya pagi sekali ?"


" Mana tau ada yang butuh saat mau kesekolah atau pasar pagi dek"


" Ya sudah, sarapan abang adek bontotkan saja ya "


" Iya dek "


" Abang hati hati yaa "

__ADS_1


" iya "


Ya Allah jagalah suamiku yang sedang menjemput rezekimu. Lindungi dia saat menjalankan tugas sebagai kepala keluarga berikan rezeki yang berlimpah halal dan berkah. Tambahkan lagi semangatnya saat dia kelelahan jaga kesehatan tubuhnya dan semoga seluruh peluh keringat yang menetes disaat mencari nafkah menjadi ibadah padamu dan pengikis dosa dosanya. Aamin..


__ADS_2