Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 73


__ADS_3

" Ivan "


" Hai adam, sudah sampai ya. Ayo langsung masuk saja aku sudah membuatkan surat lamaranmu dan sudah kuberikan pada bos, pokoknya kamu tinggal terima beres lah " ucap ivan temanku


" Kamu baik sekali. Harusnya kamu bilang padaku agar kupersiapkan kian jadi kamu tidak perlu repot "


" Tidak repot kok aku malah senang membantumu. Tapi nanti kalau kamu gajian jangan lupa ya uang rokok " ucapnya lagi tertawa.


ternyata dia tidak membantu secara cuma cuma namun.. Ah sudahlah yang penting punya pekerjaan.


" Mulai hari ini kamu sudah bisa langsung bekerja. untuk rute yang kamu lewati bisa tanyakan pada ivan ya. Dan soal gaji itu tergantung seberapa banyak kamu bisa mengantar paket per harinya. Dan kalau sampai ada yang hilang maka gajimu akan dipotong. bersikap sopanlah pada customer jagan sampai kamu mendapat bintang satu. Kamu mengerti "


" Baik pak "


Kujalani rute yang sudah diberikan ivan tadi. Paket pertama yang harus kuantar ternyata rumahnya cukup jauh ke area persawahan. Namun yang membuatku kagum adalah model rumah yang begitu minimalis dan didepan rumah terdapat beraneka ragam bunga angrek yang pasti membuat penghuninya betah tinggal disini.


" permisi... Paket... "


" Permisi... Paket..."


tidak ada yang menjawab panggilanku.


kemana orangnya ya padahal tadi sudah kutelpon lebih dulu .


" Permisi...paket..."


" Iya tunggu.."

__ADS_1


Seorang wanita muda membuka pintu..


Deg....


Aku sontak menunduk melihat wanita tadi hanya memakai handuk yang begitu pendek. Pantas saja dia lama ternyata habis mandi.


" Ibu Vivi melinda ?" Tanyaku


" Iya mas "


" Ini buk paketnya. Izin saya foto sebentar ya buk "


wanita ini mengangguk.


" Kamu adam kan ?"


Aku tertegun mengangguk menatap perempuan di depanku. Dia benar benar sempurna kulit putihnya terpampang jelas dihadapanku. Badannya ramping dan yang paling membuatku menelan ludah adalah pa******nya begitu menonjol dan padat.


" Kamu lupa padaku ??" tanyanya lagi


" Ah iya aku sedikit lupa maaf ya buk aku buru buru. Permisi "


" Aku Vivi ?"


Tetegun aku mendengar nama yang sudah lama kukubur dalam hatiku. Vivi adalah wanita masa laluku. Kami berpisah karna dia memilih jadi TKW ke Taiwan waktu itu. Dan aku juga sempat mendengar berita kalau dia sering menemani dan melayani nafsu akong tempat dia bekerja disana. Dan kalau untuk kebenarannya aku tidak tau. Aku hanya mendengar kabar burung saja.


Tak kuhiraukan panggilannya padaku. Bergegas aku pergi dengan perasaan yang entah bagaimana. Hari pertamaku bekerja sudah mendapat cobaan model begini.

__ADS_1


Jam 04.20 sore hari aku sudah pulang kerumah. Kudapati istriku lena sedang menyusui anak kami haiz. Seketika aku teringat lagi pada pipi. Ya Allah kuatkan Imanku. Jangan sampai aku membuat kesalahan lagi.


" Dek "


" Eh abang sudah pulang "


" Iya dek "


" Bagaimana kerjanya bang ?" tanya lena sembari masih menyusui haiz.


" Alhamdulillah lancar dek. Walau rute yang abang lalui agak masuk masuk kedalam.!


" Alhamdulillah ya bang, mudah mudahan rezeki kita lancar ya bang agar bisa membeli kambing untuk aqiqah haiz nantinya "


" Iya dek aamiin ya "


" Adek bagaimana ? Masih menulis .?"


" Masih bang, adek lagi mengerjar target "


" Jangan terlalu malam malam tidurnya takutnya badan adek tidak tahan "


" Habisnya kalau menulis siang hari sering tidak dapat ide bang "


" jadi kalau malam idenya lancar ya ?"


" Ya lumayan lah bang "

__ADS_1


" Ya sudah lah. Abang mau mandi dulu ya "


" Hhmm"


__ADS_2