
" dek.. assalamualaikum".
" Walaikumsalam udah pulang abang".
" sudah ini nenasnya, makan yuk udah lapar abang".
" ok tunggu ya biar adek siapkan."
" Hhm.. orang mamak kemana ???"
" Mamak gak tau kemana sejak pagi"
Aku menyiapkan makan siang untuk bang adam saja, sementara aku lebih semangat makan nenas yang dibawa bang adam.
" 1 aja nasinya?, adek gak makan".
" Adek nanti aja bang, mau makan nenas dulu".
" Nanti asam lambung naik loh makan nenas sebelum makan nasi. sini.. kita kongsi saja. makan dulu adek pinomat 5 sendok".
Ahirnya aku mengalah juga. kami makan sepiring berdua sama bang adam, hal ini memang biasa kami lakukan.
Selesai makan dengan semangatnya kukupas nenas yang dibawa bang adam tadi namun Astagfirullah..
" bang kok busuk sih mana bisa ini dimakan". ucapku sedikit merajuk.
" Loh abang mana tau kan abang bukan keluar dari dalam nenas itu. lagian tadi kan adek yang bilang suruh yang jualan yang pilih, ya begini jadinya kan dikasih yang busuk".
" iss kan.."
" Ya sudah buanglah mau diapai lagi. dimakan juga gak bisa kan."
" Makan durian nanti malam yaa?" ucapku senyum senyum.
" iya iya.. udah ya abang mau pergi sudah jam 02.00."
" Oke suamiku".
" Ih lebay"
" Abang yang aneh. memanggil istri dengan panggilan mesra itu sunah loh bang".
__ADS_1
" Geli aja abang dengarnya kalau kayak orang orang itu. sayangku, cintaku, manisku. gak abang kali lah itu" ucap bang adam cekikikan langsung pergi.
Hufff.. padahal jujur kadang aku ingin dipuji seperti orang lain. pernah suatu malam saat kami beli cemilan di pinggir jalan besar sengaja kupegang tangannya kugenggam namun ditepis bg adam. katanya malu dilihat orang. sakit sih namun kucoba berfikir fositif saja mungkin bang adam memang pemalu.
" Assalamualaikum.".
Kualihkan pandanganku ke pintu ternyata mama mertua.
" huhh capeknyaa". keluh mama mertua
" memangnya mama dari mana dari pagi ?"
" Mamak rewang di tempat uwak rom, mau ngunduh dia."
" Loh bukannya anaknya yang duluan nikah dari pada kamì. kok baru ini ngunduh ma ?".
" Antahlah Hamil pula itu calon mantennya".
" Hamil ?".
" Iya pas mabuk mabuknya".
" Entahlah namanya orang beda beda. mamak mau tidur dulu bentar capek."
Kutinggalkan mama mertua di depan tv. aku keteras duduk duduk.
tut..tut...
" Hallo may, apa kabar ?"
" Baik len, kamu bagaimana. bahagianya ??".
" Alhamdulillah".
yang menelpon adalah sahabatku waktu dikampung dulu Maya namanya.
" Jadi kamu mau nikah may, selamat yaa.."
" Iya len doain yaa, "
" Pasti donģ"
__ADS_1
" BTW kamu gak datang nih ???"
" kalau sehat sehat dan ada izin dari bang adam aku pasti datang."
" Oke ditunggu ya bos."
" iyah.."
Tak terasa matahari kian tenggelam ke ufuk barat. terang telah berganti gelap.
kutunaikan kewajibanku pada sang maha Kuasa lalu dilanjut membaca kitab suci Al qur'an.
Samar samar kudengar suara kreta bang adam pulang kerja.
krek...
suara pintu kamar yang tadinya kututup dibuka bg adam.
" jadi mau makan durian ?"
Sodakollohulazim....
" Abang ini loh, tunggu napa adek siap ngaji dulu baru bicara".
" Iya maaf, jadi gak ?".
" Gak usah".
" Dih ngambek".
woek...
Ya tuhan mual lagi. bau apa lagi ini. Aku menutup pintu kamar lalu menutup hidung dengan bantal.
" itu bau bawang goreng dek, orang mamak masak indomie".
" Bau kali bang".
" Adek kok aneh sih gitu wanginya dibilang bau. nanti kita mau dapat rezeki dek".
Deg....
__ADS_1