Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 18


__ADS_3

Tak lelah aku memosting foto barang jualanku walau belum ada 1 barang pun yang terjual. mudah mudahan hari ini closing. Aamiin.


Tut...tut


" Hallo assalamualaikum "


Ternyata yang menelpon adalah mamak dari kampung. mereka niat liburan ke medan. tentu saja aku bahagia karna sejak menikah baru sekali mamak datang dan kali ini akan datang bersama saudaraku juga.Alhamdulillah.


" Bang orang mamak dari kampung mau kemari bersama orang kakak juga. boleh gak ??"


" Ya ampun dek boleh dong.. abang malah senang kalau mereka mau datang kemari."


" iya katanya malam ini brangkat dan besok pagi akan sampai."


" Ya udah besok pagi biar abang yang tunggu mereka di loket ya. kalau ada aging besok pagi diwarung itu saja adek masak ya."


" Ok"


******


" Bang bangun bang, jemputlah orang mamak mereka sudah di loket"


Saat bang adam keluar menjemput kedua orang tua dan saudaraku. kupanaskan teh agar mereka bisa langsung minum yang hangat hangat sampai disini.


Assalamualaikum..


Ternyata mereka sudah sampai.


Kupeluk mereka satu persatu,


" Yaampun Chici gemes bangat deh.."


Chici itu keponakanku dari kakak no 5.


" Ayo ayo minum teh dulu biar segar"


" Tante kata mamak kita mau ke danau toba ya ?"


" Iya chi besok kita kedanau toba ya."


" Naik apalah kita kesana ya ?" tanya kak jia mamanya chici.


" Nantilah kutanya bang adam dulu mana tau dia ada rekomendasi."


" Via kok tidak ikut mak ?" via adikku paling kecil perempuan yang akan lulus SMA. dan rencananya dia akan Kulliah ke padang.


" Mau ujian dia "


" Oo".


Bang adam datang dengan pakaian kerja dan sudah rapi.


" Aku kerja dulu ya mak,kak. "pamit bang adam.


" Abang ada tau mobil yang bisa dirental ?" tanýaku.


" buat apa dek ?

__ADS_1


" Mau ke parapat kata orang ini besok "


" Ya udah nanti abang carikkan ya. abang brangkat dulu "


Mamak dan kakakku serentak menjawab. memang hanya kakak kakak perempuan ku semua yang ikut ada 5 orang serta anak anak nya. sedangkan suami mereka semua tinggal.


" Bagaimana kalau kita sarapan dulu. udah lapar kan mak, kak ?" tanyaku


" Iya ayoklah. udah lemas aku tadi muntah muntah dijalan." sahut kak ros kakak ku paling besar.


Kami memang keluarga besar 9 bersaudara. dan semua itu perempuan. dan yang datang kesini hanya 5 orang.


" Kamu masak banyak sekali dek, sampe bermacam macam begini "


" Sengaja kak "


Aku memang masak lumayan banyak hari ini. ada dendeng, ayam goreng lengkuas. sambal trasi. dan sayurnya daun ubi tumbuk. ada juga naget dan jamur goreng.


sebagian dendengnya sudah kukirimkan pada mama mertua. sekalian dibawa bang adam tadi. karna aku tau adik iparku semua doyan dendeng.


**********


Pagi hari seperti yang sudah kami rencanakan. kami akan brangkat ke parapat niat mau mandi mandi di danau toba. tak lupa juga aku ajak mama mertua. tadi malam aku dan bang adam kesana sekalian beli ciki ciki.


Flasback of


" Ma.. mama dan saudaraku datang dari kampung dan rencananya besok kami mau main main ke danau toba. ayolah ikut mama". ajakku pelan.


" Baru beberapa hari kalian pindah rumah mereka langsung datang. apa mereka tak tau kalau keuangan kalian lagi seret."


" Astaga ma.. mau seret atau tidak keuangan kami. kamilah itu yang mikirkan. mama tenang saja." jawab bang adam.


" Dek... ngomong apa sih, uda ah ayok pulang. kalau mama gak mau ikut ya udah tapi kalau mama mau ikut besok kabari biar dijemput" kulihat bang adam kesal padaku.


" Mama itu sepertinya takut sekali kalau keluarga ku datang. padahal baru ini loh. heran adek sama mama "


Ucapku kala kami sudah keluar dari rumah mama mertua.


" Udalah dek maklumi saja ya mama. memang begitu dari dulu."


Flasback On


" Jadi mertuamu gak ikut dek ?" tanya kak ros


" Sepertinya tidak kak. gak ada kabarnya."


" oh ya suďahlah. ini sambalnya mau dibawa semua. ?"


" bawa saja kak. nanti malam kita masak indomie saja."


" Jangan terlalu banyak makan mie len. nanti anakmu besar "


" Mitos itu "


" Itulah kau gak percaya"


" udah lah yuk angkati ke mobil."

__ADS_1


setelah semuanya selesai mobil berlahan meninggalkan rumah. sedangkan bang adam tadi sudah pamit pergi kerja seperti biasa.


Tak terasa 3jam berlalu kami sudah sampai di parapat. karna hari biasa jadi sedikit sunyi.


Kami memilih duduk dipinggir danau toba agar tetap bisa mengawasi anak anak bermain air.


" Bagaimaan perasaanmu setelah pindah rumah. apakah nyaman atau sunyi ?" tanya mama.


" Kalau dibilang sunyi sih pasti ma tapi nyamannya juga pasti" aku tertawa bercerita pada mama.


" Ayo ayo makan siang dulu, len buka bontotnya dek."


Satu persatu kukeluarkan dari dalam tas.


" Loh kak nasinya mana ???" tanyaku pada kak zia.


" Apa gak ada disitu. ?"


" Gak ada loh kak "


" Masak sih ?"


" Ini nah cek sendiri "


" Owalah kurasa tinggal lah "


" jadi bagaimana kita makan ?"


" Ya gak tau lahh"


" udah udah. perkara nasi saja kok. beli kesana. disana kan ada warung nasi." timpal mama.


Ahirnya kak jia mengalah juga dan pergi mencari nasi untuk kami makan siàng.


" Besok kita ke brastagi ya ma. chici mau naik kuda ". cici yang sudah berumur 5 tahun lebih sudah pandai diajak cerita.


" Lusa ya nak. nanti adek bayi tante lena kecapean ya kan kasihan " kak mora mencoba membujuk.


" Adik bayinya kan tidak beljalan ma. mana mungkin dia capek. chici yang jalan kaki aja maci kuat kok "


" Iya tapi kan adek bayinya masih kecil jadi belum kuat."


" tante belikan la cucu untuk adek bayi biar dia kuat jalan "


" Iya nanti tante belikan ya."


" Mana bisa adek bayinya minum susu dia kan belum lahir " Datang lion abangnya chici.


" Nah begini la kalau orang yang waktu kecilnya tidak imunisasi makanan adek bayi saja dia tidak tau " jawab chici.


" iya aku memang tidak imunisasi dan kamu kelebihan imunisasi makanya nyerotos aja."


Kami tertawa mendengar ocehan dua bocal ini. ada ada saja entah dari mana dia tau orang yang tidak imunisasi maka akan seperti lion kebanyakan tidak tau. saat sedang asik bercerita tiba tiba perutku kram sekali dan astaga keluar darah.. Ya Allah ada apa ini apa aku kecapek an atau bagaimana ya.


" Ya Allah len kamu keluar darah. telpon adam sekarang biar kita kerumah sakit.."


Bersambung___

__ADS_1


Jangan lupa beri ulasan untuk cerita ini ya kk. terima kasih😊


__ADS_2