
" Ma menikah itu bukan perkara mudah. Harus siap lahir batin. Pekerjaan ragil saja belum tetap mau ragil kasih makan apa nanti anak orang. Lagian mana ada perempuan yang mau dinikahi sementara uang hantarannya belakangan "
" Kalau saling cinta kenapa tidak "
" Seandainya itu terjadi pada yuna apa mama bisa terima ?"
" Ya tidak lah. Enak sekali "
" Nah kalau mama tidak mau dibuat begitu jangan buat pada orang lain juga. Mama jangan egois lah "
Untuk sesaat kami semua terdiam.
" Tetangga kita itu saja si Andi maharnya masih hutang. " ternyata mama mertua belum mau kalah juga
" Iya tapi itukan istrinya sudah hamil duluan ma. Apa mama mau aku juga seperti itu ?"
" Ya kalau kau mau tidak ada salahnya kan biar gratis juga "
Astagfirullahal'azim..serentak kami istigfar melihat tingkah mama.
" Kurasa mama ada gila gila nya sekarang nya. Ada ya orang tua yang mendorong anaknya keneraka, ingat ma ada yuna disitu yang masih gadis. Jangan sampai dia menerima karma perbuatan mama "
" Karma apa sih kamu ini jangan sok menasehati mama lah. Memangnya mama berbuat apa hah ???"
__ADS_1
" Sudahlah ragil pulang saja. Lama lama aku juga gila disini ".
" kau memang harusnya pulang ".
Aku dan bang adam hanya geleng geleng kepala melihat mama dan ragil.
" Sudahlah ma jangan paksa ragil menikah terus, lagian kalau mama yang mencarikan dia jodoh takutnya, kita tidak tau suatu hari nanti mereka bertengkar atau si perempuannya bermasalah mama yang akan disalahkan karna itu pilihan mama."
" Kamu fikir mama akan sembarangan memilih juga ?, Kamu sendiri tidak bisa memilih istri. Entah istri seperti apa yang kamu pilih ini "
Astagaaaa...
Tatapan mama mertua sinis sekali.
" Maksut mama apa ?" Jawabku tak terima. Jelas saja aku tidak terima ucapan mama mertua merendahkan ku.
" Halahhh dia saja tidak menghargai mama, kamu itu jangan mau diperbudak cinta sampai orang tuamu pun kamu lawan "
" Astaga ma, bagian mana sih mama yang adam lawan itu. Adam hanya tidak ingin kalau mama dan lena terus2n adu mulut "
" Sudahlah kamu ini sudah tidak bisa dibilangi lagi "
Mama mertua langsung pergi begitu saja
__ADS_1
" Dek jangan ambil hati ucapan mama ya. Mama memang begitu orangnya "
" Maksut abang aku harua diam terus terusan begitu ?"
" Bukan dek ...."
" Jadi apa ?"
" Adek sabar sabarkan saja dùlu ya"
" Adek tanya dulu sama abang. Dirumah adek dikampung didalam keluarga adek pernah tidak satu ucapan mereka saja yang membuat abang tersinggung ?"
" Tidak "
" Apa pernah mereka merendahkan abang ?
" Tidak "
" Abang itu kalau di dalam keluarga adek bagaikan raja semua dilayani. Dan semua keluarga adek sangat menghormati abang, menghargai abang. Mereka sangat menjaga sikap agar jangan sampai abang tersinggung, namun kalau adek dikeluarga abang seperti babu. Selalu disepelekan, direndahkan tak pernah dihargai sama sekali. Apa itu adil bang ?"
" Dek "
" Abang harusnya sering sering ingatkan mama. Tolong hargai aku bang "
__ADS_1
" Dek jangan dimasukkan kehati lah mama tidak sèngaja itu. ùcapan mama itu tidak serius mama hanya bercanda "
" Bang mama itu sudah berumur. Pastinya sudah baligh berarti sudah tau membedakan mana yang jahat dan mana yang baik. Jika begitu saja harus diajari lantas bagaimana dengan yang lainnya ?"