
"Yun siapa yang menjemput anakmu ke rumah sakit ?"
"Mama mertua sama bang aksa mah"
"Jam berapa ?"
"Yuna kurang tau ma, cuma bang aksa sudah pergi dari tadi"
"Cepat sekali, Eh kamu mau kemana jangan jalan jalan dulu bekas operasinya kan belum kering"
" Gak papa kamu bilang! Sudah sana istirahat. Kalau kamu kenapa napa aksa akan meninggalkan kamu sudah Istirahat sana. Jadi perempuan harus bisa menjaga diri"
"Iya ma"
"Mama mau pergi sebentar ya"
"Mama mau kemana ?"
"Kerumah abangmu sebentar"
"Untuk apa mama kesana ? Jangan merusuhi kehidupan mereka ma"
"Siapa yang merusuhi sih ?"
"Jadi mama ada perlu apa ke sana ?"
"Main main saja"
__ADS_1
"Mama jangan pergi, kita di sini saja sebentar lagi bang aksa akan pulang juga ada mama mertua. Mertuaku kan baru datang pertama kali ma sejak kami menikah masak mama tidak dirumah"
"Sebenarnya mama malas bertemu mama mertuamu yang sok kaya itu, punya kebun sawit lima batang saja bangganya sudah sampai kelangit"
"Dari pada kita jangankan kan lima batang satu batangpun kita tidak punya ma, mama jangan iri"
"Mama tidak iri hanya saja mama tidak suka melihat aksa yang sangat menuruti orang tuanya, harusnya kan prioritasnya kamu sebagai istrinya. Ini malah orang lain"
"Mama pintar bilang begitu padaku, tapi kenapa kalau bang adam mengutamakan kak lena mama malah marah besar ?"
"Ya bedalah kamu sama dia, kamu anakku sedangkan dia anak orang untuk apa mama mengurusi anak orang"
"Ya ampun ma,, mama kok begitu sih kalau mertuaku yang berkata begitu padaku apa mama tidak sakit hati mendengarnya ?"
" Ah sudahlah kamu selalu saja bicara begitu, dimana mana ya anak perempuan sama menantu ya beda lah"
"Nah itu bang aksa sudah datang ma"
Bang Aksa dan mertuaku masuk dengan menggendong anakku,
" Sini ma biar yuna gendong, yuna sudah rindu"
Tanpa bicara mama mertua memberikan anakku padaku untuk kuberi asi.
"Besok besok beli susu formula saja yun biar anakmu pintar jangan hanya mengandalkan asi saja"
"Tapi dokter bilang asi lebih bagus ma"
__ADS_1
"iya tapi tambah dengan susu formula"
"Owalah mba, dari mana uang mereka membeli susu formula aksa saja kerja tidak pernah bergaji. Mereka saja makan di sini gratis"jawab mama
seketika mama mertuaku menatap tajam ke arah mama.
"Jadi mba keberatan mereka tinggal di sini ?"
"Bukan keberatan mba, saya hanya memberitahu"
"Mba bilang aksa tidak bergaji kalau bekerja ? Nah inilah gajinya selama ini untuk membayar tagihan anaknya di rumah sakit"
"Memang tagihannya brapa mba ?"
"Kamu tidak perlu tau mba pokoknya sudah kami bayar, Lagian aksa itu bekerja di kebun prang tuanya masak harus perhitungan sih, kan kami orang tuanya"
"Iya kan mereka juga butuh makan mba"
"Sudahlah mba kami mau pulang dulu, ingat yun berikan anakmu susu formula jangan hanya mengandalkan asi saja"
"Iya ma"
"Mertamu itu aneh ya yun" ucap mama ketika mertuaku sudah pergi
"Aneh kenapa ma ?"
"Jadi maksut dia kalau aksa kerja di kebun mereka tidak digaji begitu ?"
__ADS_1
"Makanya yuna bilang mama jangan jahat pada kak lena, mama merasa bagaimana saat aku diperlakukan mertuaku begitu ? Hidup ini ada timbal baliknya ma, apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai"