
Aku jadi kefikiran omongan bang adam tadi. apa iya kami mau dapat rezeki.
" Bang ayolah makan duriannya".
bang adam tertawa sumbang...
" Tadi merajuk...".
" Abang mau apa gak nyaa..."
" is merajuk lagi nanti nih bumil hayuk...".
" Apanya yang abang bilang itu, belum tentu itu jangan bilang bilang dulu lah".
" Iya iya ayo cepat nanti kemalaman."
Kali ini kami keluar setelah mama mertua masuk kamar. tak ada drama lumayan membuat mood bagus.
" bang pulangnya nanti singgah di apotik ya".
" Mau ngapai dek ?".
" Beli testpack bang"
" Ok"
*
*
Suara adzan subuh begitu merdu ditelinga begitupun orang yang lalu lalang dijalan mau kepajak pagi. kuambil tastpack yang tadi malam kubeli, sengaja kubeli yang agak mahal biar lebih akurat.
kubuka bungkusnya lalu kumasukkan ke dalam air seni yang kutampung tadi. kulihat ternyata garis satu, kutarik nafas pelan...
Namun eh... pelan pelan garisnya kok jadi dua..
deg..
Aku hamil. gugamku pelan.
Kusimpan alat tes kehamilan tadi lalu aku berwuduk mau sholat subuh.
__ADS_1
Ya Allah terimakasih atas karuniamu.
Hanya itu doa yang mampu kuucapkan tak ada permintaan lain lain lagi.
" bang...."
Kugoncang tubuh bang adam yang masih pulas, berharap dia bangun dàri tidurnya.
" kenpa dek ?"
" Nih..."
kusodorkan bendah pipih kecil itu padanya.
" Garis dua, Adek hamil".
Aku hanya menganggukkan kepala ku.
" Alhamdulullah lah".
Bang adam kembali menarik selimut setelah memberikan kembali tespack tadi padaku.
Sungguh reaksi bang adam diluar dugaanku. Kukira bang adam akan loncat loncat memeluk dan menciumku seperti halnya yang kulihat di sinetron kala tau istrinya hamil. tapi ini...
Ya Allah apa bang adam tidak senang dengan kehamilanku..
Aku berdiri membuang benda tadi ke tong sampah bertepatan dengan yuna yang kebetulan membuang sampah juga, tumben juga ni anak bangun cepat. tapi eh tunggu inikan sampah sisa rokok.apa adik iparku itu merokok ??, Ya tuhan.
Aku tak mau suudzon dulu kubiarkan saja dulu nanti akan kuselidiki.
" Yang tadi punya kakak ya ?". tanya yuna.
" Apa ?"
" Alat tes kehamilan tadi, apa hasilnya ?"
" Garis dua".jawabku pelan.
Kulihat dia tersenyum lebar lalu pergi kembali kekamar.
Tak ada lagi pembicaraan antara aku dan bang adam sampai dia pergi kerja.
__ADS_1
Seharian ini fikiranku terus saja pada bang adam, kenapa ekspresinya susah ditebak.
Sampai matahari terbenam tak banyak aktivitas yang kulakukan tadi siang hanya menulis 1 bab saja. selebihnya tiduran.
Assalamualaikum..
Ternyata yuna yang pulang.
krek....
Dibukanya pintu kamar tanpa permisi lebih dulu.
kak....
" Eh yun ada apa ?"
" Nih.." yuna menyodorkan susu ibu hamil padaku.
" Kakak tidak suka susu yun". ucapku pelan.
" Tapi kakak harus minum susu".
tiba tiba saja ibu mertua datang entah dari mana ..
" Susu apa itu yun ?".
" Susu kak lena ma, susu ibu hamil".
" Halahhh gak usah minum susu segala mamak dulu juga tidak pernah tu minum minum susu. hidupnya kalian semua."
Astaga....
Lagi lagi mama mertua berucap tanpa memikirkan orang lain.
" Mama ini kebiasan deh, dulu sama sekarang itu beda loh mak. heran deh suka kali bandingkan jaman dulu sama sekarang," ucap yuna sedikit keras.
" Ah suka suka kalian lah. banyak duit kalian beli beli susu".
Mama mertua langsung pergi setelah mengucapkan kalimat yang entahlah....
Mungkin aku yang memang sensitiv.
__ADS_1