
Tanpa bicara aku langsung masuk kamar. bukan karna aku masih marah pada mama mertua namun lebih ke rasa capek apa lagi sekarang perut sudah mulai buncit. kurebahkan badan setelah mengganti baju dengan pakaian rumahan.
Tok...tok..
len...
Ya tuhan tak mengerti kah mama mertua kalau aku lelah.
" Iya ma." kubuka juga pintu kamar pada ahirnya.
" Bagaimana tadi apa rumahnya cocok ?"
" Kontrakannya gak cocok ma. tapi kami juga tadi melihat perumahan."
" Perumahan kan mahal apa kalian ada duit. oh yaa mama tau. kemarin kamu bilang gak ada duit untuk bayari karpet mama yang tidak seberapa itu namun sekarang kalian mau beli perumahan. hebat ya kamu bisa mengendalikan anak saya. 9 bulan saya hamil dia dalam perut dan melahirkan dia lalu memberinya makanan baik dan bernutrisi sampai besar sekarang malah menurutnya sama kamu.
Astagfirullahal'azim..
Ya Allah kenapa mama mertua mulai lagi sih apa dia tak lelah suudzon trus padaku.
" Ma bukan begitu. kami memang belum punya uang sekarang tapi..
" Halah belum punya uang tapi sok soan mau kridit rumah. banyak gaya kamu ya. kalau kamu kerja iyalah ini kerjaanmu cuma goyang kaki sama main hp siang malam. anakku yang kau buat jadi babu mu"
Mama mertua malah nyerotos saja langsung tanpa mendengarkan atau peduli pada prasaanku.
" Cukup ma.." jawabku mulai emosi juga
" Cukup ma aku lelah mau istirahat "
Kututup pintu secara sepihak tanpa mendengarkan celotehan mama mertua lagi. Tak ada gunanya melawan mama mertua, dia tak akan mau kalah. aku sudah cukup hapal sifatnya.
kujatuhkan badanku ditempat tidur untuk tidur siang.
****************
Krek....
Kualihkan pandanganku kepintu. rupanya bang adam pulang kerja.
__ADS_1
Kududukan badanku meski masih ditempat tidur. kuletakkan hp yang semula kupegang karna memang sedang mengetik minimal 1 bab.
Bang adam tiduran di pangkuanku lalu berlahan dan pelan kupijat kepalanya. namun baru beberapa detik pintu diketuk dari luar.
" Adam...."
Hhhmmmm Mama mertua rupanya.
Bang adam berdiri membuka pintu.
" Iya mak ada apa .?"
Mama mertua menatapku sekilas lalu kembali pada bg adam
" Sini ATM mu biar mamak yang pegang."
" Memangnya kenapa mak ?"
" Lena itu pelit sekali sama mamak, kemarin bayari paket mamak dibilangnya gak ada uang, tapi hari ini kalian malah mau kredik perumahan. itu berarti kan kalian ada uang memang dasar lena aja yang pelit pada mama. padahal mama yang sudah mengandung kamu. melahiŕkan kamu. menyekolahkan kamu. tapi setelah kamu besar kamu malah mau mau saja diatur sama lena."
Astagfirullah..
" Mak kenapa sih mama begini. istigfar loh mak. heran lo adam sama mamak. Lena itu istri adam lo mak dia lagi hamil mama jangan begini lah."
" Ooo jadi kamu lebih memilih membela dia yang bukan siapa siapa dari pada mamak mu ini. kamu tau kan surga itu dibawah telapak kaki ibu bukan dibawah telapak kaki istri."
" Ma sudah cukup. jangan paksa adam jadi anak durhaka ma. adam tau surga itu ditelapak kaki ibu tapi adam juga tidak akan mencium surga jika istri adam menangis karna sikap ketidak adilan kita mak. tolonglah mak jangan begini."
Bang adam nampak prustasi. aku kasihan juga melihatnya gara gara mama mertua yang egois. apa tidak bisa dibicarakan nanti setelah bang adam istirahat sebentar atau minimal mengisi perut dulu.
" Baik kalau kamu memang tak mau memberikan Atm mu itu pada mama. lebih bagus memang kalian pindah saja dari pada disini malah jadi beban."
Ya Allah ucapan mama mertua benar benar tajam. bg adam menutup pintu kamar dan menatapku.
" Maafkan mamak ya dek " kata bang adam menggenggam tangan seolah memberi kekuatan. ini yang ku mau sifat seorang suami membela istrinya kala di depan keluarganya. keluarga suami akan menghormati istri tergantung dari cara suami bagaimana memperlakukan istrinya.
" Kalau kita ambil perumahan itu kita dapat uang dari mana dek ?"
" Kita jual saja emas adek yang adek bawa dari kampung itu bang "
__ADS_1
" Adek Yakin ?.
" Iya, memang lebih baik kita pindah bang dari pada bertengkar terus sama mama."
" baik kalau begitu abang chat dulu bapak itu biar besok kita bisa kasih uang mukanya. dan setelah suratnya selesai alih nama baru kita lunaskan. bagaimana menurut adek ?"
" Ok adek terserah abang saja bagaimana bagusnya."
Pagi hari sesuai rencanaku dan bang adam kami mau ke toko mas mau jual kalung yang kubawa dari kampung ada 10 mayam kalung dan 2 buah cincin. Juga gelang.
" Kalungnya saja kayaknya udah cukup dek sekalian untuk beli yang kita perlukan nanti."
Aku mengangguk.
Dari hasil penjualan kalung tadi lumayan juga.
" Alih nama ini cepatnya itu selesai paling 2 hari."
" Baik pak 2 hari lagi kami kemari yaa "
" Baik".
2 hari kemudian Kami langsung pindah. syukurnya rumah itu sudah dikosongkan kemarin sehingga paginya setelah serah terima bisa langsung kami tempatinya. bang adam sendiri sudah izin dari kantor karna mau pindah rumah. setelah semua pakaian kami pindahkan sekarang giliran kami mau ke toko prabot untuk beli tempat tidur dan lemari sedangkan perkakas alhamdulillah sudah cukup, hasil dari kado orang waktu nikah kami kemarin. Mama mertua diam saja mesti dia tetap ikut katanya mau lihat lihat saja.
Rupanya lelah juga mesti barang yang diangkati bisa dibilang hanya pakaian dan sedikit perkakas saja. Namun Alhamdulillah aku sangat bersyukur pada Allah karna bang adam pada ahirnya mau pindah juga.
" Masih Jam 11.20 sepertinya masih sempatlah masak nasi urap untuk dibagikan pada tetangga sebagai perkenalan " kata bang adam.
" Tapi masi mau blanja lagi bang, apa masih sempat ?"
" Mama saja yang blanja."
Huh giliran blanja selalu saja mau mama mertua. namun nanti dilihat hasil blanjanya jauh dari kata bagus.
Tapi ya sudahlah biar saja.
Kuserahkan uang 1juta pada mama mertua untuk dia blanja kepajak.
""""
__ADS_1
Ahirnya finis juga cerita pindah rumah. lelah sih lumayan ditambah perut sudah makin buncit tapi alhamdulillah sekarang gak mual lagi. Mama mertua serta adik adik ipar sudah pulang. Nyaman bangat rasanya kalau dirumah sendiri meskipun masih nyicil. semoga Allah selalu memberikan Kami semua kesehatan agar bisa kerja mencari rezeki untuk cicilan rumah. dan kalau ada sisa untuk tabungan bekal adek bayinya nanti.