
" Kurang Ajar kamu ris. kamu harus tanggung jawab. atau aku akan bawa polisi kesini."
Terdengar teriakan suara perempuan dari dalam rumah.
" Hei kenapa kalian rame rame di depan rumahku, sana kalian pulang. dasar tukang gibah" teriak mama mertua pada tentangga yang berkumpul didepan rumah.
Tanpa salam mama sudah langsung masuk kerumah.
" Kamu siapa kenapa menangis disini ?"
Seorang gadis remaja kira kira ber umur sekitar 17 tahun menangis di dekat sofa ruang tamu.
" Ragil. yuna. faris."
suara mama mertua menggelegar memanggil anaknya. namun hanya faris yang muncul.
" Mana Yuna dan ragil. siapa perempuan ini faris ?"
Faris hanya diam tanpa menjawab pertanyaan mama mertua. sementara gadis tadi masih setia menangis sambil memegang kedua lututnya.
" Kamu siapa kenapa menangis ?" tanya bang adam pelan.
" Aku hamil anak faris bang "
Duarrrr....
Bagai petir yang menyambar tepat kejantung. itulah perumpamaan yang tepat bagaimana perasaan bang adam dan mama mertua saat mendengar pengakuan gadis itu.
" Faris.. apa itu benar ?" tanya bang adam.
" Maaf bang." jawab faris menunduk
Plak...
Plak...
Dua tamparan dari bang adam mengenai wajah faris. terlihat noda merah disudut bibirnya. namun faris hanya diam tak bersuara. Sementara mama mertua sudah duduk menangis mengelus dada.
" Ya Allah Astagfirullahalaziim ya Allah faris apa yang kamu lakukan nak. ya Allah kenapa kamu melempar kotoran kewajah mama nak ku. Ya Allah ya robbi...hiks..hik..
Kenapa kalian melakukan ini. kalian masih sekolah ya Allah kenapa.."
Mama mertua terus menangis tanpa menghiraukan tetangga kanan dan kiri yang pura pura lewat padahal hanya mau tau apa yang terjadi.
Salamualaikum..
" Loh kenapa ini. ? Ragil rupanya yang datang.
" Faris menghamili anak orang " jawab bg adam.
" Betul itu faris ?"
Faris hanya diam tak berani menjawab.
__ADS_1
Bugh.. bugh..bugh..
Ragil memukul dan menendang faris beŕtubi tubi.
" Cukup ragil apa kau gila, faris bisa mati nanti "
Bang adam berusaha menahan ragil agar berhenti memukul faris. namun ragil masih saja tidak mau berhenti.
" Kurang ajar kamu faris "
" cukup ragil. Apa kamu mau tanggung jawab kalau faris mati hah ?" bentak bang adam.
" Dek sudah ya kamu jangan menangis lagi yaa. sekarang kamu pulang saja dulu. besok abang dan mama akan kerumahmu membicarakan hal ini."
" Ibuk sudah mengusir luna bang. hiks..hiks... ibuk sudah tau kalau luna hamil. luna tidak tau mau pulang kemana "
Ternyata namanya luna.
Astaga.. bagimana ini, bang adam bertambah pusing melihat mama mertua tak henti hentinya menangis sementara ragil sudah masuk kamar.
" Hhm begini saja.. ayo abang antar kerumah abang. untuk sementara waktu luna disana dulu. ada kak lena istri abang disana temannya luna ya.
" Ya sudah "
Sekitar 15 menit dijalan. kami telah sampai depan rumah
Salamualaikum dek...
Walaikumsalam..
" Dek masuk dulu ya. kita cerita didalam kalau diluar takut dengar tetangga."
Aku hanya mengangguk. jujur saja fikiran negatif mulai menghantui apalagi melihat kondisi gadis itu berantakan.
" Dek ini luna.. luna ini...."
lalu mengalirlah cerita bagaimana awal mula luna ada dirumah.
Sungguh aku juga syok saat mendengar cerita bang adam. Ya Allah..pasti perasaan mama mertua hancur.
" Ya sudah. kamu disini dulu ya istirahat sama kak lena. dek abang mau kerumah mamak lagi yaa"
Aku mengangguk kala bang adam pamit mau kerumah mama mertua. kuajak luna untuk istirahat dikamar sebelah. karna kamar rumah ini memang dua. juga dia kuberikan baju ganti agar dia lebih nyaman.
" Lun kakak boleh bertanya ?"
" Tanya saja kak "
" Kenapa kamu bisa sampai hamil ? apa faris memaksa atau bagaimana "
Kulihat luna terdiam dan matanya mulai berembun lagi. ah mungkin pertanyaanku berlebihan.
" Maaf kalau pertanyaan kakak terlalu pribadi. kalau kamu tidak mau cerita tidak apa apa."
__ADS_1
" tidak kak. aku akan cerita.
Aku dan faris memang pacaran. aku kelas XI sama seperti faris namun kami beda kelas. kami hanya melakukannya sekali. waktu itu faris main main kerumahku saat keluarga ku tak ada dirumah Sungguh kak aku tak menýangka akan begini. waktu itu faris bilang kalau hanya sekali tak mungkin langsung hamil. dan aku percaya begitu saja. aku yang salah kak, aku tidak menolak ajakan faris "
" Ya sudah kamu tenang ya. kita akan cari jalan keluarnya bersama. sekaran kamu istirahat saja dulu jangan lupa kunci pintun kamarnya ya "
Luna mengangguk lalu masuk kamar
Jam sudah menunjukkan pukul 11.45 namun bg adam belum pulang juga.
akupun tak bisa tidur memikirkan ini.
kudengar hendel pintu diputar. aku yakin itu bang adam karna kami masing masing memang memegang kunci rumah .
" bang bagaimaana ?"
" Ya mau bagaimana dek. mereka terpaksa menikah., gak mungkin kan kita biarkan luna sendiri yang berhenti sekolah sementara faris tetap lanjut. Besok abang akan izin kerja mau kerumah luna. kita harus bicarakan ini dengan keluarganya "
" Adek ikut ya bang "
" Gak usah ya dek. soalnya abang sama mama "
" Apa Ragil tidak ikut "
" Kita tidak usah ramai ramai kesana. cukup abang sama mama saja dulu. takutnya orang tua luna tidak terima kedatangan kita "
" Ya sudah kalau begitu,"
" Udah ayo tidur sudah tengah malam "
****
Pagi ini selesai sarapan bang adam dan mama mertua pergi kerumah luna setelah tadi luna lebih dulu ditanya alamat rumahnya dimana.
" Kamu tidak mual Lun ?" tanyaku pada luna.
" cuma sekali kak kemarin makanya aku tau aku hamil ."
" Apa kamu masih punya adik ?"
" Tidak kak. aku anak tunggal "
Ya Allah bisa kurasakan bagaimana kecewanya orang tua luna. anak semata wayangnya berbuat begini. anak yang kelak diharapakan bisa mengangkat derajat orang tuanya namun malah melempar kotoran kewajah mereka.
" Aku tidak berani lagi melihat wajah orang tuaku kak "
Ucap Luna. dengan senyum getir.
" Ibu pernah cerita Ayah sangat ingin aku menjadi pengacara. membela kebenaran, jujur, menjujung tinggi keadilan. tanpa memandang materi. karna dulu Adik perempuan ayah meninggal diperkosa. namun sampai sekarang pelakunya tetap bebas tanpa pernah dihukum. karna keluarga ayah tidak mampu membayar pengacara, Namun sekarang semua sudah hancur kak. Aku mematahkan mimpi mereka. padahal selama ini mereka susah payah menabung agar aku bisa kulliah di universitas ternama kelak. agar bisa menjadi anak kebanggaan mereka. namun sekarang semua hancur kak. hancur tanpa sisa."
Ya Allah aku tak tega melihatnya begini Aku tau hatinya pasti terluka mengingat orang tuanya. dapat kulihat dari matanya yang tak berhenti menangis. namun sekarang nasi sudah menjadi bubur.
" Apa kak lena tau apa obat penggugur kandungan ?"
__ADS_1
Astagfirullah apa lagi ini...
Bersambung____