Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 42


__ADS_3

" Dengar baik baik ya, saya tidak suka kamu keluyuran begini.lain kali jangan lakukan lagi. Anakku kerja pontang panting kamu malah happy happy kesana kemari menghabiskan uang saja. Habis berapa kamu saat makan dengan janda itu ?"


" Lena ditraktir kak li ma, uang lena tidak keluar sama sekali. lagian anak mama mana punya uang ma "


" Ohh jadi kamu menaganggap kecil anak saya sekarang ya ?"


" Bukan begitu maksut lena ma, sudah lah ma jangan dibahas lagi. Mama ada perlu apa kemari ?"


" Apa aku harus ada perlu baru bisa datang kerumah anakku ?"


Rumah anakku...


seandainya saja mama mertua tau rumah ini semuanya dibayar pakai uangku.


" Ya sudah ma lena mau mandi dulu. Mama istirahat saja "


kutinggalkan mama mertua diruang tamu. Lelah rasanya kalau harus adu mulut dengan mama mertua.


Assalamualikum..


Loh itukan suara bang adam. Kok cepat kali pulang.


Bergegas aku keluar lagi dari kamar.


" Walaikumsalam bang. Kok cepat bang pulangnya. Lebih cepat dari semalam. "


" Iya dek. Abang disuruh pulang. Kata bos abang dia tidak mau kemana mana lagi "


" Ya sudah abang mau langsung mandi atau istirahat dulu ?"


" Abang mau langsung mandi saja dek, Mama sudah lama ya sampe ketiduran begitu ?"


Iya juga yaa perasaan barusan kutinggal kok sudah tidur saja.


" Iya bang lumayan, ya sudah abang mandi duluan saja karna adek juga mau mandi "


" Hhmmmm "

__ADS_1


""""""""""""""""


" Uhhh segarnyaa.."


" Abang lelah ?"


" Tidak terlalu dek, Adek tadi kemana ?"


" Adek tadi cek kandungan bang tapi pas jalan pulang adek jumpa dengan kak li. Kak li mengajak makan siang bersama "


" Adek mau ?"


" Adek segan menolak bang "


" Lain kali jangan terlalu dekat dengan dia dek "


" Abang tau dari mana ?"


" Abang juga tadi jumpa dengannya, lalu dia cerita "


" Loh ragil " ucapku


" Mama mana kak ?"


" Itu lagi tidur "


" Kakak masak apa aku belum makan dari pagi. Mama tidak masak apa apa "


" lihat saja kedapur langsung dek "


Hooaammmm...


" Kau sudah pulang dam ?"


" sudah ma "


Aku dan bang adam tiduran di dekat mama mertua.

__ADS_1


" Loh ragil kok kamu makan disini ?"


" Kok kamu makan disini ?, mama aneh. Dirumah tidak ada apà apa mau dimakan. Mama hanya memikirkan perut mama sendiri "


" Ah suka hatimu lah kau sudah besar "


"itulah mama kan. Diberi uang belanja pun bukannya mau mama masak. Makanya ragil malas "


" Halah berapa sih uang belanja yang kau berikan pada mama ?"


" setidaknya itu cukup untuk makan kita sehari hari ma. "


" ahh diam kamu. Banyak cerita, uang segitu saja sudah sibuk"


" ada uangmu dek, kerja dimana kamu sekarang ? Tanyaku


" Aku dapat uang kemarin hasil menjualkan tanah orang kak "


" Oh syukurlah. Pasti nominalnya lumayan kan ?"


" Lumayan kak alhamdulillah ?"


" Ya syukurlah "


Ternyata mama mertua yang belum juga berubah. masih saja malas.


" Sudah lah kalian ini asik ribut saja. " jawab bang adam.


" oh iya dam. Mama sudah menemukan jodoh yang pas untuk ragil "


" Apa sih mama ini mencarikan jodoh. Aku seperti tidak laku mama buat. mama tak perlu susah susah mencarikan aku jodoh. Aku bisa cari sendiri. Dan lagi memangnya mama punya uang ?" timpal ragil


" Halah uang bisa belakangan gil "


" Aneh mama mana bisa belakangan justru uang harus didepan ma. Aneh mama "


" Kamu yang aneh, sudah tua kok belum menikah juga"

__ADS_1


__ADS_2