Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 58


__ADS_3

Aku terkejut mendengar jawaban bang adam. Ini kali pertama dia menolak langsung permintaan mama.


" kenapa sih kamu tidak mau menolong adikmu ?"


" Bukan adam tidak mau ma. mau buka usaha itu butuh modal yang banyak sementara kalau motorku digadaikan pasti hanya dapat 5 juta saja, kan tidak ada gunanya "


" Siapa Bilang tidak ada gunanya, setelah uangnya cair terserah mereka mau buat usaha apa "


" Nanti kalau motorku tidak ditebus bagaimana ma ?"


" Kamu tidak percaya pada adikmu sendiri ?"


" bukan tidak percaya ma, hanya saja adam wanti wanti "


" Halah apa salahnya sih kamu bamyu saudaramu "


" Selesai lah dulu masalah ragil ma baru ini kita bahas lagi "


" Kamu ini ya memang tidak bisa diharapkan ".


" bukan begitu ma "


" Sudahlah ayo ragil pulang "


Ragil yang sedari tadi main Hp menoleh saat dipanggil mama.


" Ayo pulang percuma datang kesini tidak ada gunanya "


Ragil dan mama akhirnya pulang dengan perasaan marah, sementara Bang adam hanya bisa menarik nafas melihat kelakuan mama mertua.


" Maafkan mama ya dek ". Ucap bang adam


" Maaf untuk apa bang ?"


" karna sering menyinggung perasaan adek "


Aku hanya senyum mengangguk.


kalau difikir memang emosi juga melihat mama mertua datang saat ada maunya saja. Padahal aku melahirkan cucu pertamanya namun mama mertua tidak perduli dengan itu.

__ADS_1


Seminggu sudah mama mertua tidak ada kabar begitu juga bang adam yang tidak pernah kesana. Bang adam fokus benar benar mengurusku. Sampai suatu pagi faris menelpon katanya mama mertua demam.


" Assalamualaikum dek "


" Abang bisa kerumah tidak ? Mama minta abang kerumah kar mama tidak enak badan "


" sejak kapan ?"


" Baru hari ini "


" Iya abang akan datang "


" siapa bang ?"


Tanyaku pelan


" Faris dek, katanya mama tidak enak badan, abang kesana dulu ya"


Aku mengangguk tanda setuju. Kutatap punggung tegap bamg adam sampai menghilang dibalik pintu.


Seandainya saja aku dan mama dekat seperti menantu dan mertua orang lainnya, pasti sangat bahagia. Seandainya mama mertua mau menganggapku sebagai anakknya sendiri aku juga pasti akan menganggapnya sebagai orangtua kandung.


" Mama sakit kenapa ?"


" Kenapa kamu tidak pernah kesini ? Apa kamu sudah menganggap mamamu ini tiada ?"


" Astaga mama kenapa bicara begitu sih "


" Apa mama harus sakit dulu baru kamu mau datang kesini ? Apa istrimu itu lebih utama sekarang ?"


" Bukan begitu ma "


" Jadi bagaimana ? Kamu tau mama menyesal menyetujui kamu menikah dengan wanita kampung itu. Setelah kalian menikah kamu jadi tidak ingat mama lagi, dia menjauhkan anak dari mamanya "


" Lena tidak seperti itu ma "


" Terus saja bela dia. Bela saja terus. Mama selalu salah dimatamu sekarang kan ?"


" Ma dengarkan adam dulu "

__ADS_1


" Apa yang harus mama dengarkan lagi adam. Kalau kamu memang berbakti pada mama ceraikan lena"


Duarrrr.....


" Apa ma ?"


" Apa sekarang kamu juga mulai tuli ya, mama tidak sudi lagi punya menantu seperti dia. Gara gara dia kamu selalu saja membantah perkataan mama sekarang. Dia menghasutmu agar melawan mama. Mama tidak ridho adam "


" Ma lena tidak pernah menghasutku melawan mama. Lagian mana mungkin adam menceraikan lena tanpa ada masalah diantara kami ma apalagi lena baru saja melahirkan "


" kenapa tidak mungkin ?, kalau kamu tidak mau menceraikan dia berarti kamu melawan mama "


" Ma adam sama sekali tidak melawan mama. Tapi lena tidak punya salah apa apa ma bagaimana mungkin adam menceraikannya tanpa sebab "


" Kalau begitu kamu menikah lagi biar mama punya menantu yang bisa mama andalkan "


" Untuk apa adam menikah lagi ma. Sementara sebentar lagi ragil akan menikah juga "


" kamu jangan durhaka adam. "


" Ma tolong mengerti keadaan adam. lena baru saja melahirkan. Melahirkan cucu mama. Apa mama tidak kasihan ?"


" Mama tidak kasihan melihat orang yang sudah menghasut anak mama jadi melawan "


" Ma lena tidak pernah menghasut adam "


" Diam kamu. Kamu sudah termakan omonganya , minggu depan pestanya ragil. Kamu jangan membuat masalah. Ini seragam untuk kamu ?"


" Adam saja ma, untuk lena mana ?"


" Dia bukan anggota keluarga ini lagi. Mama tidak sudi "


" Ma salah lena apa sih pada mama ?"


" Kamu nanyak ? Kamu bertanya tanya ??"


Astaga ya Tuhan....


" Adam pulang ya ma ".

__ADS_1


__ADS_2