Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
bab 31


__ADS_3

" Kamu adam kan ?"


" iya, kamu siapa ?"


" Aku Nina loh teman Sekolah kamu dulu"


Kulihat dahi bang adam berkerut


" Maaf. Bukannya aku sombong tapi aku memang tidak mengenalmu "


" Astaga adam.. Aku nina lo nina temanmu waktu sekolah dasar dulu"


" Maaf aku tidak kenal kamu, Ayo dek udah siapkan ?"


Aku dan bang adam keluar dari warung bakso tadi, sejujurnya aku masih ingin menghabiskan kuah bakso nya, kan sayang kalau tidak dihabiskan toh tetapnya dibayari bakso sekalian kuahnya.😁


" Banyak juga pens abang ya ?"


" Pens apa sih dek? Udah ah ayo "


" Tapi yang tadi kok modelnya agak lain ya bang "


" udah ah jangan dibahas lagi "


" Abang benaran tidak kenal sama perempuan tadi ?"


" Kenal "


Kucubit sedikit paha bang adam yang sebelah kanan. Karna kami diatas kreta jadi mudah saja kalau mau nyubit bang adam.


" Apasih dek sakit loh"


" Trus kenapa tadi abang bilang abang tidak kenal "


" Malu abang dek, dandanannya seperti perempuan yang dipinggir pinggir jalan itu " ucap bang adam tertawa.


" Astaga abang. Mana boleh begitu "


" Udah ah jangan dibahas lagi "


Akupun akhirnya diam juga. Setelah sampai rumah bang adam langsung tiduran sementara aku masih melanjutkan tulisan sedikit lagi.

__ADS_1


Drtt...drt..


Kuambil benda pipih yang bergetar tadi. Rupanya luna yang chat.


" Kak len. sudah tidur ?"


" Belum dek, kenapa ?"


" Gak apa kak. Maaf ya luna mengganggu waktu istirahat kakak "


" Tak apa dek santai saja "


" Faris selingkuh kak, dia menghianatiku "


Kehentikan tulisanku sebentar karna membaca pesan luna.


" Dia jalan dengan adik kelasku kak. Mereka juga pergi nonton kemarin "


" Luna lihat sendiri ?"


" Iya kak len. Karna beberapa hari ini faris terkesan cuek padaku. Dia juga sering mengabaikan pesanku "


" Terus ?"


" Kenapa tidak kamu jumpai langsung kalau begitu ?"


" Aku malu kak. Aku malu mengejar laki laki. Meskipun aku sudah tidak gadis lagi tapi aku masih punya harga diri. Kalau memang faris sudah nyaman bersama yang lain maka aku akan mundur "


Kupijat pelipisku pelan. Tidak tau harus berkomentar apa


" Apa kamu benar benar mencintai faris ?"


" Aku tidak tau ini cinta atau bukan kak. Aku hanya merasa nyaman dan bahagia saat bersamanya, karna dia bisa menjadi teman, sahabat, kakak, ayah, dan seorang kekasih. Karna itulah aku selalu membutuhkannya "


Aku tersenyum tipis saat membaca isi chat luna. remaja jaman sekarang memang pintar pintar merangkai kata kata.


" Mungkin tuhan marah padaku kak"


" Kenapa ?"


" Karna aku telah berbuat dosa besar. Kakak tau aku juga selalu berdoa agar tuhan menjadikan faris milikku, dan menyatukan kami suatu saat nanti dalam ikatan pernikahan, namun sekarang sepertinya aku akan mengubah doaku "

__ADS_1


" Kenapa ?"


" Aku ingin tuhan menghilangkan segala perasaanku padanya, agar aku bisa tenang blajar dan menjadi perempuan yang suskses nantinya. Lagian aku mau pindah sekolah kak. Faris belum tau. Karna belakangan ini dia memang mengabaikanku. Aku sekalian mau pamit kak. Titip salam sama bang adam ya. Dan oh ya untuk uang bulanan yang diminta orang tuaku tidak perlu dikirim lagi ya kak. Karna kami semua akan pindah itu pesan ayah tadi."


" Kenapa kalian mendadak pindah ?"


" Nenek yang dikampung meninggal minggu lalu kak. Karna mama anak tunggal jadi kakek menyuruh kami tinggal disana. Biar kakek ada yang jaga "


" Kakak boleh tau kalian lindah kemana "


" Maaf kak len aku tidak bisa memberitahu "


" Hhmm ya kakak mengerti. Tolong maafkan faris ya lun "


" Maaf untuk apa kak ?


" Semuanya, Maafkan faris yang sudah merusak masa depanmu. Maafkan faris ya "


" Kalau masalah itu bukan sepenuhnya salah faris kak. Lagian aku sudah melupakan kejadian itu. Tak apa kak. Tapi kalau suatu hari dia bertanya pada kakak tentangku katakan padanya kalau aku benar benar menyayanginya. Namun jika dia tidak bertanya lebih baik jika kakak jangan beritau juga."


" Baiklah kalau begitu. kamu hati hati ya. Jika kamu ada waktu kabari kakak "


" Baik kak len. "


Selesai chatingan dengan luna. Mataku pun sudah mulai redup. kulihat sudah jam 11.54. Pantas saja aku mengantuk.


Pop Luna


Entah sudah kali keberapa pesan kukirim pada faris namun tak kunjung dibalas. Padahal aku ingin jalan jalan bersamanya sebelum kami pindah. 4 hari yang lalu ibu dan ayah pulang ke Jambi. Ibu memang orang Jambi. Dulu ibu non muslim lalu masuk islam saat menikah dengan ayah lalu menyusul kakek dan nenek. Jadilah mereka sekeluarga muallaf. Kakek dan nenek termasuk orang berada di Jambi mereka punya toko bangunan juga beberapa hektar kebun sawit. Setelah nenek meninggal kakek meminta kami pindah kesana. Agar kakek tidak kesepian.


Faris adalah cinta pertamaku. aku menyerahkan kesucianku padanya atas nama cinta. Aku panik kala waktu itu aku terlambat datang bulan. Aku mendatangi faris kerumahnya meminta pertanggungjawaban hingga seluruh keluarga kami heboh. Aku sampai diusir ibu dari rumah. Untungnya ada kak lena. Kak lena adalah kakak iparnya faris. Kak lena ini orangnya baik. Dia juga membawaku USG. Dan ternyata hasil USG menyatakan kalau aku tidak hamil. Aku lega dan berjanji didalam hati kalau aku tidak akan mau dekat atau pacaran lagi sampai menikah nanti. Saat bersama dengan kak lena dirumahnya Aku merasa seperti punya kakak perempuan.


Hari ini kami akan pindah ke Jambi. Tak ada yang tau sama sekali aku pindah sekolah. Biarlah mereka sadar saat aku hilang. Dan untuk faris sungguh aku tak menyangka akan mencintainya sedalam ini namun aku pernah dengar kata orang ' Jangan mengejar orang yang kamu cintai tapi kejarlah orang yang mencintaimu karna orang yang kamu cintai belum tentu mencintaimu namun orang yang mencintaimu sudah pasti memperjuangkan mu.'


Iya itu benar sekarang aku sadar faris belum tentu mencintaiku sebesar aku mencintainya. Semoga suatu saat aku bertemu dengan orang yang benar benar mencintaiku.


Kuhapus air mataku saat mengingat waktu pertama aku dekat dengan faris di sekolah, saat itu ada acara pramuka di sekolah dan tenda kami berdekatan. Awal awal kami hanya bercanda saja. Namun dihari hari berikutnya faris malah datang kerumahku main main hingga akhirnya kami pacaran.


Aku ingat faris pernah bilang padaku bahwa aku cinta pertamanya. Dan aku percaya itu. Hari hari kami lalui dengan bahagia. Faris kujadikan sebagai motifasi agar lebih giat blajar begitu juga sebaliknya . Dan alhamdulillahnya aku dapat juara kelas. Sementara faris dapat sepuluh besar. Namun suatu hari aku melihat dia jalan berdua dengan anak kelas X. Sampai mereka pergi menonton berdua. Sementara chat dan panggilanku diabaikan membuatku berfikir mungkin dia memang sudah bosan denganku. Maka kuputuskan pergi tanpa pamit padanya.


Selamat tinggal Faris selamat tinggal kota medan.

__ADS_1


"""""""""""


__ADS_2