Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 62


__ADS_3

Ini adalah hari pertamaku dikontrakan. Memang tidak terlalu jauh dari komplek perumahan kami hanya beda gang saja. Tak banyak yang dapat kulakukan karna masih dalam masa nifas namun beberapa hari lagi akan selesai. Namun saat aku berfikir takkan ada orang yang mau memperkerjakan wanita yang punya anak kecil, jalan satu satunya hanya menulis. Ya aku harus maraton menulis agar penghasilannya mencukupi.


Ah iya aku hampir lupa mengabari pada mama dikampung tentang masalahku. kuputuskan menelpon mereka takutnya kalau nanti nanti malah lupa lagi.


" Hallo assalamualaikum nak "


" Walaikumsalam ma, mama sama bapak apa kabar ?"


" Mama baik nak, dan bapak alhamdulillah juga sudah lumayan ada kemajuan "


" Alhamdulillah "


" Maaf ya nak, mama belum bisa kesana nengokin cucu mama. insha Allah minggu depan mama datang ya nak, sampai salam dan perminta maafan mama pada nak adam karna terlambat datang "


" ma sebenarnya lena sudah pisah rumah dengan bang adam dari semalam "


" Astagfirullah kenapa nak ? Apa yang terjadi ?"


" Iya ma........"


Mengalirlah ceritaku pada mama tentang bagaimana ucapan mama mertua padaku, hingga akhirnya bang adam menalaqku.

__ADS_1


" Astagfirullah, nak harusnya kamu sabar dulu jangan gegabah bicara yang menyakiti perasaan suamimu. Bagaimanapun suamiamu akan tetap membela orang tuanya "


" Tapi ma mama mertua sudah berulang kali berbicara yang menyakitkan "


" Ya sudah kalau begitu, jadi mau mu sekarang bagaimana ? Apa kamu ingin pulang kekampung biar dijemput ?"


" Sepertinya tidak dulu ma, aku malu jadi bahan pembicaraan orang nanti. Lena baik kok disini, kontrakan lena juga ditengah keramaian. Jadi mama tidak perlu kwatir ya "


" Ya sudah kalau itu minggu depan mama akan tetap kesana, kamu kirim alamatnya ya "


" Baik ma "


Kuputuskan untuk memesan makanan dari gofood, karna untuk keluar rasanya masih was was karna usia aksa belum genap 1 bulan.


Sementara dirumah mama mertua.


" Kenapa bang adam sampai berpisah dengan kakak ipar ma. Apa masalahnya separah itu ?"


" untuk apa dipertahankan perempuan tidak berguna begitu "


" Maksut mama apa ? Apa mama tidak pernah berfikir kalau mama juga punya anak perempuan ? Bagaimana kalau mama mertuaku melakukan hal yang sama padaku ma ? Karma itu ada ma. Mama sadar tidak sih "

__ADS_1


" Halah kalau kamu baik mama mertuamu pasti akan baik juga. "


" Jadi maksut mama kak lena tidak baik begitu ?"


" Yang memang "


" mama saja yang merasa terus kurang kurangan tidak bersyukur, mama tidak akan mendapatkan menantu lagi seperti kak lena lihat saja "


" Kamu malah membela perempuan itu dari pada mama "


" karna kak lena tidak salah ma, mama yang salah karna sudah merusak rumah tangga anak mama sendiri "


" Sudahlah kamu tidak mengerti karna tidak ada diposisi mama "


" Mama memang tidak bisa mengerti ya, sudahlah semoga aku tidak menuai apa yang mama tabur"


" Maksut kamu apa yun ?"


" Masak mama tidak mengerti, apa mama tidak tau hukum tabur tuai itu seperti apa ? "


" Sudah diam kamu jangan bicara lagi. Yang penting kamu harus pintar pintar mengambil hati mertuamu "

__ADS_1


" semoga mertuaku tidak seperti mama juga. Kalau sempat seperti mama abis aku makan hati "


" Kami bicara makin aneh sudah sana kàmu, mama mau istirahat."


__ADS_2