Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 37


__ADS_3

" Jadi bagaimana ini adam, kamu tidak kasihan pada mama dan adik adikmu ?"


" Bukan tidak kasihan ma tapi memang adam tidak punya uang. Adam mohon mama mengerti "


" Jadi bagaimana ini, Kalau tidak mama pinjam maharmu dulu ya len mau mama gadaikan. Mahar yang diberikan adam len. dua minggu saja, nanti pasti mama tebus kok "


Astaga...


Ya Allah ini orang tua makin tua tapi kok makin gak ada otak ya.


" Tidak bisa " jawabku tegas.


" Kenapa tidak bisa ?" maharmu itu anakku yang memberikan. Mama cuma minjam loh len bukan minta "


" Mahar itu memang bang adam yang memberikan tapi itu adalah hakku sepenuhnya. Kenapa bukan cincin mama itu saja yang mama gadaikan kenapa malah minta punya orang lain "


" Tapi mama sudah tua len, ini untuk jaga jaga mana tau mama perlu suatu hari nanti "


" Mama belum tua. Umur mama saja belum sampai 50 tahun. Memang dasar mama saja yang tidak mau bekerja. Takut cepat tua."


Ucapku ketus. buat naik tensi terus memang mama mertua ini.


" Kamu ini ya, dasar menantu tidak tau sopan santun. tidak tau tata krama. Memanglah orang kampung." jawab mama mertua.


" Sudah dek. Sudah ma. Sekarang mama pulang dulu nanti biar adam cari pinjaman untuk membayar listrik mama itu "


" Ya sudah kalau begitu. Mama tunggu ya."


" Abang mau pinjam pada siapa ?. kebutuhan kita saja kurang loh bang. Abang jangan menambah beban lah ". Ucapku pada bang adam setelah mama mertua pulang.


" Jadi abang harus bagaimana dek. Abang bingung, abang tidak mungkin membiarkan mama gelap gelapan lagian malu dilihat tetangga."


" Tapi anak mama itu bukan cuma abang loh "


" Sudahlah dek. kalau adek tidak setuju abang meminjam pada orang lain terserah adek lah. Abang lelah. Kalau tidak seperti yang dibilang mama tadi pinjamkan mahar adek itu biar digadaikan mama."


Ucap bang adam berlalu keluar rumah.


Hah...


Aku tidak salah dengar kan...


bang adam menyuruhku memberikan mahar itu untuk digadaikan..


Apa bang adam tidak perduli lagi perasaanku. Sungguh aku tidak habis fikir.


" Mama dari mana sih " tanya Yuna.


" Mama dari rumah abang mu nak, kamu sudah lama pulang?"


" Mama ada perlu apa kesana ?"


" Mama mau minta abangmu membayar listrik kita "


" Bang adam mana ada uang ma. mama itu jangan terus terusan meminta uang pada bang adam loh. Dia saja sekarang hanya gojek, berapa sih penghasilan gojek sama mereka saja kurang "


" Kalau tidak minta pada abang mu lalu mama minta pada siapa lagi. Minta padamu ?? Sini uangmu kalau memang ada. "

__ADS_1


" Ya uangku memang tidak ma. Suruh ragil kerja loh. setiap hari makan tidur saja kerjaannya. Dan ya besok pacarku mau datang"


" Pacarmu mau datang ?"


" Iya ma. Dia orang batubara "


" Jadi mau masak apa kita besok ?"


" Masak daging saja "


" Uangnya dari mana ?"


" Nanti yuna yang belik mama tenang saja "


" Jadi kapan kita blanja ?"


" Besok saja ma. Mama bersihkan rumah dan kamar mandi ya "


" Aman itu, telponkan abangmu biar mereka datang besok "


" Iya ma."


" Jadi bayar listrik kita bagaimana yun, takutnya besok orang PLN datang "


" Iya nanti kubayar "


" Nah dari tadi aturan kamu bilang"


" Iya tapi bulan depan yuna tidak mau lagi membayar itu. Suruh ragil kerja. Atau minta pada Faris."


" Kalau begitu suruh ragil kerja dong. Ini kemana lagi dia ?"


" Katanya mau pergi sama teman temannya."


" Nah kan entah apa saja kerjaannya "


" Sudahlah yun mama pusing asik itu itu saja yang dibahas. Mama mau istirahat dulu "


""""""


" Jadi jam berapa dia datang ?"


" sekitar jam 1 siang nak, kamu ajaklah lena kesini biar bisa bantu mama beres beres rumah."


" Iya ma nanti adam bilang "


Bang adam menutup telponnya saat aku datang.


" Siapa bang ?"


" Mama. Katanya pacarnya Yuna mau datang orang Batubara jadi kita disuruh kesana "


" Abang tidak kerja lagi ?"


" Ya mau bagaimana dek, mama sudah nyuruh kita kesana."


" Tapi bang tidak mungkin kan pacarnya yuna datang pagi begini. Pasti nanti siang kan. Abang masih bisalah pergi. Dapat 2 atau 3 orang kan lumayan bang. Biar ada beli beras nanti malam "

__ADS_1


" Takutnya kita terlambat dek ?"


" terlambat sedikit tak apa loh bang. Toh hanya datang bertamu bukan datang melamar. Kalau abang tidak kerja lagi hari ini kita makan dari mana bang ?"


" Ya sudah kalau begitu abang nanti pergi setengah hari pulang."


Seperti rencana kami tadi pagi. Siang ini setelah bang adam pulang kerja kami berangkat kerumah mama mertua. Sampai disana aku langsung masuk keruang keluarga karna ruang tamu kosong sementara bang adam memilih duduk di teras rumah


" Loh belum datang pacarmu itu Yun ?". Aku bertanya karna melihat ruang tamu sudah rapi namun tak ada orang lain selain Yuna dan mama mertua.


" Belum kak, mungkin sebentar lagi"


" Coba kamu telpon, takutnya dia salah jalan "


" Tidak bisa ditelpon kak. Nomornya tidak aktif "


Alisku bertaut mendengar ucapan Yuna. Kurikik jam sudah 14.13 Wib. Kenapa belum sampai juga. Kutatap mama mertua diam saja biasanya dia paling heboh.


" Memangnya berangkat jam berapa dia tadi dari rumah ?"


" Jam 08.30 Wib tadi katanya Sudah OTW kak "


" Perkiraan berapa jam dari sana kesini, dari Batubara kan ?"


" Iya kak. Yuna pun kurang tau berapa jam dari sana kemari "


Aku mengangguk dan duduk didekat yuna. Sedangkan bang adam tadi lebih memilih duduk diteras rumah.


" Masak banyak ya ?"


Karna kulihat ada berbagai macam lauk yang sudah dihidangkan diatas meja makan.


" Baru ini kalian mau jumpa Yun ?"


" Iya kak selama ini kami hannya telponan dan VC saja."


" Sudah Kenal berapa lama ?"


" Kamu itu loh len. Dari tadi tidak bisa diam, apa harus kamu tau itu semua ". Mama mertua tiba tiba menjawab peetanyaanku.


" Loh ma, ya wajar sih aku bertanya. Karna luna ini sudah kuangap adik sendiri. Takutnya kenal kenal dari sosial media ini banyak modus nya "


" Halah banyak kali ceritamu. Kau saja kenal dari soasial media kan sama adam. Buktinya kamu dapat yang baik. Doa kan yang baik baik saja lah "


" Ma ini tamunya sudah datang ".


Ucap bang adam dari depan rumah. Dengan gerakan cepat mama mertua dan yuna langsung menghampiri tamu tadi. Lalu aku pelan mengekor dibelakang.


Tapi tiba tiba mereka semua terdiam dipintu. Kenapa tidak menyuruh tamunya masuk.


Karna penasaŕan kuselipkan badanku diantara mama mertua dan yuna yang berdiri dipintu tadi.


Namun astaga...


Apa ini pacarnya yuna itu ???


Bersambung______

__ADS_1


__ADS_2