
Apalagi ini ya Allah, apa bang adam mengadu pada mama mertua. Pasti ini akan jadi masalah lagi.
" Maksut mama apa ?"
" Jelas kamu sudah tau maksut mama, kamu menyuruh adam mencari pinjaman kesana kemari untuk berobat bapakmu kan ? Kalau dirumah sakit kan pakai bpjs jadi kenapa harus mengirim uang ? Orang tuamu itu hanya mencari cari alasan agar bisa mendapatkan uang dari kalian. Orang tuamu itu naif. Lagian orang tuamu yang sakit harusnya kamu dong yang mencari pinjaman bukan malah anakku. Buat malu saja "
Ya Allah sakit, hatiku kembali tersakiti untuk kesekian kalinya. Air mata tak dapat kutahan lagi sesak rasanya. Jujur seandainya yang bicara adalah yuna pasti sudah kuhajar. Namun ini mertua, bagaimanapun dia tetap mertuaku.
" Kalau aku yang pinjam uang pada kalian kamu sampai marah marah pada adam padahal mama pinjam loh bukan minta, sementara orang tuamu kalian berikan secara cuma cuma, hebat ya kamu. Menyesal aku kenapa harus punya menantu seperti kamu ini ".
" ma, bapak dikampung benar benar sakit ". Ucapaku dengan suara parau karna menangis.
" Halahh lagian anaknya bukan kamu saja kan. Masih banyak. Jadi kenapa kalian yang repot disini ? Lagian adam sudah tidak bekerja mau kalian bayar pakai apa nanti "
" Assalamualaikum, loh mama disini ? Sudah lama "
Mama mertua hanya diam saja saat ditanya bang adam. Bang adam yang baru saja datang heran melihatku menangis.
" Adek kenapa menangis, apa penyakit bapak makin parah ?"
" Halah kamu tidak perlu menangis lena. Air mata buayamu itu tidak perlu " jawab Mama mertua ketus.
" Ada apa sih ini ma ?"
" Mama hanya mengingatkan lena dam, Kalau kalian meminjam uang kalian akan susah menggantinya karna kamu sudah tidak kerja, eh dia malah menangis "
" Astaga ma, sudah berapa kali adam bilang kalaupun mama lihat lena hanya dirumah saja tapi dia punya penghasilan ma. Mama jangan beginilah. Lagian mau susah atau tidak membayarnya toh kami tidak minta sama mama kan ? Jadi tolong ma jangan menyudutkan lena terus terusan. Lagian kami memberi pada mertuaku baru kali ini ma. Semenjak kami menikah kami belum pernah memberikan apa apa. Jadi kali ini kami ingin membantu itupun karna bapak mertua sakit. Jadi tolong mama jangan bicara yang tidak tidak yang akan membuat lena tertekan ma dia lagi hamil tinggal menunggu hari dia akan melahirkan jadi tolong ma jangan menambah fikirannya "
Aku terkejut mendengar semua ucapan bang adam. Jujur aku lega mendengarnya.
" Jadi kamu menyalahkan mama dam ?, kamu menyakiti hati mama dam. Kamu menyakiti perasaan mama hanya karnĂ membela istrimu ? Durhaka kamu adam "
Astagfirullah lagi lagi mama mertua begitu. Mama langsung pergi setelah mengucapkan kalimat yang pasti akan membuat fikiran anaknya kacau.
" Bang "
" Sudah dek jangan difikirkan lagi ucapan mama ya. maklumi saja karna mama memang begitu orangnya. Ini abang sudah dapat uangnya minta nomor rekening mereka dikampung biar bisa segera kita kirim "
" Abang pinjam pada siapa ?"
" Arga, tadi abang telfon dia "
" Oh, oh ya bang teringatnya kenapa mama tau kalau bapak kampung sakit ?"
__ADS_1
" oh itu tadi abang kesana, niatnya mau minjam uang faris rupanya dia sudah pergi kerja."
" Mama tadi marah marah loh bang"
" sudah maklumi saja ya dek, kalau dilawan nanti mama sakit hati jadinya bertengkar lagi Jadi biarkan saja "
Aku hanya mengangguk.
sejatinya tidak ada satupun istri istri di dunia ini yang ingin bermusuhan dengan keluarga suaminya.
Beberapa hari dirumah sakit alhamdulillah bapak sudah bisa pulang. Aku senang mendengarnya walau masih harus menjalani trapi lebih lanjut. Namun kehebohan kembali terjadi dirumah mertua karna ragil yang tiba tiba ingin menikah.
" Jadi kamu sudah yakin akan menikahinya ?"
" sudah bang aku yakin "
" Tapi pekerjaanmu saja masih srabutan "
" Orang tuanya lumayan berpunya bang, dan juga mereka sudah bilang kalau kami menikah aku akan mengurus paprik tahu milik orang tua desi "
" Oo jadi namanya desi ya " Tanya mama mertua
" Iya ma "
" bagaimana kalau kita gadaikan rumah ini saja ma. Setelah aku menikah aku yang akan menyicilnya ke bank ?" jawab ragil.
" kamu yakin, nanti istrimu keberatan " jawab paris yang juga diam sedari tadi.
" Takutnya nanti setelah kamu menikah calon kakak ipar malah tidak mau tau. Ujung ujungnya kami nanti yang tidak punya rumah"
" Kamu tenang saja ris, mudah mudahan mereka baik kok "
" asal sajalah."
" Begitulah harusnya jadi menantu, jangan taunya hanya jadi beban suami " ucap mama mertua sinis.
Sedangkan aku yang mendengar hanya diam saja, jika kujawab maka akan jadi masalah lagi. Lagian aku tidak merasa jadi beban suami. Karna aku masih berpenghasilan sampai sekarang.
" Aska masih belum kerja yun ?" tanyaku pada yuna yang juga hanya diam dari tadi.
" Belum kak "
" jadi dia sekarang kemana ?"
__ADS_1
" Aku tidak tau kak. Tadi pagi pamitnya kerumah mama mertua tapi belum pulang juga "
" Memangnya mertuamu usahanya apa ?"
" mereka punya warung kelontong dirumahnya "
" Kenapa kamu jarang kesana ?"
" Kamu bisa diam tidak len, terserah yuna dia mau kesana atau tidak. Lagian biar saja dia disini mertuanya pun bisanya hanya memerintah saja. Bisa bisa yuna jadi babu kalau kesana "
" Ya namanya juga menantu ma, sama sepertiku. Aku juga kalau disini kan jadi babu juga "
" Maksutmu aku manyuruhmu jadi babu disini begitu ? Aku menyuruhmu karna kamu sudah kuanggap anak sendiri "
" kalau mama menyuruhku karna menganggapku anak sendiri lalu bagaimana dengan yuna ma. Apa mama tidak menganggapnya anak sendiri makanya mama tidak pernah menyuruhnya waktu gadis "
" Kamu tidak ikhlas ya ?"
" Sudah sudah. Sudah dek jangan ribut lagi sudah ma. "
" Istrimu yang duluan membuat emosi saja "
Sementara aku kembali diam.
" Jadi kapan mau ke bank mengajukan pinjamannya ?"
" besok saja bang, aku dan mama yang akan pergi "
" Ya sudah kalau begitu. Memangnya mau diajukan berapa ?"
" Aku tidak tau bang terserah mama sih. Tapi kalau desi minta uang hantarannya 20 juta. "
" Ajukan 50 juta saja " jawab mama.
" jadi 30 jutanya untuk apa ma, tidak usah pesta lah ma. Kalau sampai segitu takutnya nanti desi keberatan membayarnya " jawab ragil.
" Ya mama mau beli emas juga lah. Mama malu sama sekali tidak punya apa apa saat acaranya ragil nanti "
" Astaga ma, sudahlah tidak perlu 50 juta. Ambil 25 juta saja. 20 uang hantaran 5 juta lagi uang darurat"
" Loh tidak bisa begitulah kan yang digadaikan rumah mama ya mama berhak lah sebagian uangnya "
" Rumah mama memang tapi apa mama sanggup membayar cicilannya setengah dari yang dibayar ragil ?" jawab bang adam agak keras membuat mama terdiam.
__ADS_1