Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 24


__ADS_3

aku terbangun saat hujan deras mengguyur kota medan. petirnya pun kuat kuat. kulihat masih jam 12.08 tengah malam kutarik lagi selimut untuk menutup seluruh badan karna cuaca yang dingin. kulihat disampingku tak ada bang adam. ah mungkin dia ke kamar mandi. bathinku


" Dek bangun dek. abang brangkat kerja ya."


" Apa ?"


Aku langsung duduk dan Tentu saja aku terkejut karna tadi kulihat masih dini hari. tapi kenapa bang adam sudah mau pergi kerja. masa iya dalam sekejab mata waktu berputar secepat itu.


" Loh kan masih tengah malam bang "


" Tengah malam apanya sih dek. adek ngelindur ya. sudah jam 8 lewat"


" Hah masak sih "


Kulihat lagi jam yang di atas nakas. ternyata iya. apa tadi aku bermimpi ya.. kulangkahkan kakiku kekamar mandi lalu cuci muka. kulihat bang adam sudah mau pergi lengkap dengan baju hujannya. karna memang hujannya sangat deras.


" Pelan pelan saja bang. hujannya deras sekali "


" Iya dek. "


Kucium tangan laki laki yang sudah menjadi suamiku hampir setahun ini. semoga rumah tangga kami selalu dilindungi Allah swt. Aamiin


Bagaimana aku mau blanja untuk memasak sarapan kalau hujan begini. bang adam pun tadi kekantor tidak sarapan. tapi kalau dia kan bisa beli disana. tapi kalau aku mau beli jauh sekali keujung komplek. namun karna perutku sudah ngisap kuambil juga akhirnya payung dan berjalan pergi.


" buk Nasi uduknya 1 ya "


" iya nak."


Sampai rumah kubuka nasi uduk tadi niat hati mau langsung di makan. namun kok tiba tiba seleraku hilang begitu saja. kututup lagi nasinya dan kembali tidur.


drt...drt..


" Hallo salamualaikum "


" Walaikum salam. apa benar ini dengan pemilik olshop serba serbi ?"


" Iya buk saya sendiri. ada yang bisa saya bantu buk ?


" Oh begini buk. saya lihat ibuk ada jual midi dress , itu brapa harganya ya ?


" Oh itu 90rb buk "


" Saya rosi buk. bisa tidak kami minta contoh midi dress nya 1 yang ready. kalau cocok kami mau ambil 35pc untuk grup perwiritan kami buk "


" Oh boleh buk. bisa saya minta alamatnya lengkapnya dulu. karna barangnya kan masih po. saya pesan dulu. sekitar 3 atau 4 hari baru barangnya sampai dan akan langsung saya antar ke alamat ibuk."


" Oh ok buk nanti saya sheer lokasi nya ya "


" Baik buk terima kasih "


Bismillah semoga ini awal yang baik untuk kedepannya. aamiin.


Setelah 3 hari berlalu pesanan midi dress tadi sudah sampai. dan alhamdulillah ibu Rosi senang dengan kwalitas produknya.


" Alhamdulilla bang. jualan adek sudah ada yang pesan. ini setengah untungnya tolong bawakan kemesjid ya bang "


Kuberikan uang pecahan 50rb 4 lembar pada bang adam.

__ADS_1


" banyak sekali dek. memangnya sudah laku brapa ?"


" Alhamdulillah bang ada yang pesan ibu ibu perwiritan 35pc."


" Alhamdulillah semoga ini menjadi awal yang baik "


" Aamiin ya robbal alamin "


" Bang adek pengen loh makan gulai ikan asap ?"


" Ataga dek mana ada disini ?"


" kalau abang izinkan adek bisa minta mama kampung kirimkan kesini "


" Tapi kan tak enak merepotkan mereka "


" Tapi adk pengen bang. selera adek "


" Ya sudah bilanglah dikirim. nanti kita yang bayar ongkosnya "


" Ok "


Namun tiba tiba perutku seperti kram mau datang bulan begitu tapi rasanya aneh, ini jauh lebih sakit. kenapa ini yaa.


" Loh dek kenapa pucat begini keringat dingin lagi ?"


" Perut adek kram bang "


" Astaga.. kram bagaimana ?"


" Adek gak tau bang. ya allah sakit sekali "


Aku hanya mengangguk tak mampu lagi bicara. kupaksakan naik keatas kreta bang adam dan pegangan sekuat kuatnya. pengelihatan ku mulai berkunang kunang juga.


" Dek pegangan yang kuat ya. kalau kerumah sakit terlalu jauh kita ke klinik saja ya "


Aku hanya diam berusaha agar tetap sadar.


" Buk tolong istri saya kesakitan. "


kalimat bang adam terahir yang kudengar saat kami sampai di klinik dan sebelum aku kehilangan kesadaranku.


Pov Adam.


Aku sangat panik saat melihat lena sudah tak sadarkan diri. ya allah beri kekuatan pada istri ku.


" Bagaimana keadaan istri saya dokter ?"


" Istri anda keguguran pak ?"


Deg..


Ya Allah bagaimana bisa keuguran sementara aku tau saja tidak kalau lena itu hamil.


" Bagaimana bisa ?"


" Usia kandungannya baru 3 minggu pak dan Sebaiknya pulang dari sini. bapak bawa istri bapak kerumah sakit untuk mengetahui apa penyebabnya. juga untuk periksa apa sudah bersih dari dalam atau tidak, karna ini hanya klinik biasa jadi alat alatnya kurang lengkap "

__ADS_1


" Baik dokter terima kasih "


Aku kembali masuk ke kamar tempat lena dirawat. kutatap wajah pucat itu belum juga bangun. ya Allah ini sudah kali kedua kami kehilangan bayi yang bahkan belum sempat kami peluk. kugenggam tangan lena lalu kucium.


" eughh.."


" Udah bangun dek ".


" Adek kenapa bang ? "


" Gak apa. adek istirahat dulu ya. abang mau urus administrasinya dulu "


Alena mengangguk.


Aku pulang untuk mengubur gumpalan darah merah yang tadi diberikan dokter padaku. Aku yakin lena pun tak tau kalau dia hamil. pantas saja permintaannya akhir akhir ini sedikit lain dari biasanya. ini salahku. aku yang tidak peka dengan perubahannya. aku yang salah. ini salahku. kutelpon mama dan adikku yuna agar mereka kerumah sakit dulu menjaga lena saat aku pulang. namun nihil tak ada satu orangpun dari mereka yang datang. saat keadaan seperti ini aku seperti tidak punya siapa siapa.


*****


" Dek makan dulu ya. kalau adek sudah kuat nanti sore kita pulang ya."


" Memangnya adek kenapa bang. ?"


" Nanti dirumah abang cerita ya. sekarang makan dulu ya. "


Aku mengangguk. perasaanku memang bertanya tanya memangnya aku kenapa sampai mata bang adam terlihat merah habis menangis. apa sakitku separah itu.


Sore ini kami keluar dari klinik tempat ku dirawat. aku heran kenapa bagian bawahku terasa sakit. aneh.. apa yang sebenarnya terjadi?


" Bang memangnya adek kenapa. kenapa pulang kerumah sampai harus naik grab segala. kreta abang bagaimana ? "


" Kreta sudah abang antar kerumah tadi dek "


" Oo "


Sebenarnya aku kenapa ya. kenapa bagian bawahku perih sekali. jugà kenapa bg adam harus menggendongku keluar masuk grab ini.


" Istirahat ya dek, kalau adek perlu sesuatu panggil abang ya."


" Abang mau kemana "


" Tidak kemana mana hanya di ruang tamu "


" Adek sakit apa bang "


kulihat bang adam menarik nafas pelan lalu membuangnya dengan kasar.


" Adek keguguran "


" Keguguran ?" jawabku membeo.


" Iya "


" Bagaimana bisa kan adek belum telat datang bulan. apa mungkin dokternya salah. adek rasa itu darah haid bukan karna keguguran "


" Abang rasa dokternya benar dek. mana mungkin dia salah "


" Bisa saja bang "

__ADS_1


" Sudah ya. adek istirahat saja dulu abang mau ke kamar mandi "


Bersambung___


__ADS_2