Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 36


__ADS_3

Aku terdiam saat mendengar bang adam berkata pindah lagi ke rumah mama mertua. Itu artinya kejadian dulu akan terulang lagi.


" Kita tidak akan sanggup bayar dek, apalagi adek lagi hamil begini tinggal beberapa bulan lagi akan melahirkan kita butuh simpanan dek, Kalau kita dirumah mama, kita kan tidak bayar sewa rumah hanya makan saja mudah mudahan kita bisa menabung dan juga menyicil perlengkapan dedek bayi nantinya"


" Tapi bang, dulu saja abang lihat sendiri kan bagaimana mama. Saat itu bahkan penghasilan abang masih tetap loh, tapi kita tetap tidak bisa juga menabung karna untuk belanja dapur saja sudah 600rb seminggu. Belum lagi listrik, belum lagi yang setiap malam ikan sudah habis. Adek gak mau kalau satu rumah lagi sama mama "


" Jadi mau bagaimana lagi ?"


Kami sama sama terdiam.


" Kalau kita mengontrak, uang sewa rumah saja sekarang 400rb perbulan kalau kita minta setahun 5 juta. Apa kita sanggup dek, tapi kalau adek mau tinggal sama mama lagi abang akan bilang sama mama agar uang belanja perhari nya dikurangi. Kita akan bagi rata , Bagaimana ?"


Aku masih diam tak menjawab pertanyaan bg adam. kulirik tangan dan jari manisku masih ada gelang dan cincin. Namun kalau ini dijual aku takut tak punya pegangan sama sekali pas melahirkan nanti. Ya Allah tolong beri kami jalan keluar nya.


Setelah selesai shalat isya. Aku putuskan bicara pada bang adam tentang selusi yang ku punya.


" Bang. "


" Hhmm"


" Bagaimana kalau cincin adek ini kita jual saja. Ini kan ada 2, nah kita jual 1 saja. Ini 1 cincin 1 mayam uangnya sekitar 2jt lebih. Kita bayarkan saja cicilan rumah ini 2 bulan kedepan bagaimana ?, selanjutnya nanti baru kita fikirkan lagi "


" Abang jadi merasa suami yang tidak berguna dek ",


" Kenapa ?"


" Dulu untuk bayar Dp rumah ini perhiasan adek yang kita jual, dan sekarang pun untuk bayar cicilannya saja tetap harus perhiasan adek juga yang dijual. Abang jadi merasa tidak berguna "


" Sudahlah bang, tidak perlu abang fikirkan lagi. Mungkin sudah jalannya begini "


Ada rasa lega, tapi disisi lain tetap merasa sedih dan tak rela, kala perhiasan yang kukumpulkan waktu masih gadis harus habis satu persatu.


*******


Hari ini aku begitu ingin makan ikan asin sama sambal trasi. Tapi bang adam pasti tidak akan suka. Lama berfikir akhirnya kumasak juga ikan asin dan sambal trasi tadi + sayur daun katu dan telor dadar.


" Bang ayo makan dulu. "


" Iya , wihh adek masak banyak ya "


" Gak juga bang "

__ADS_1


Kuambilkan Nasi bang adam dan telor dadar tadi,


" Sayur sama sambalnya juga dek "


" Loh biasanya abang tidak suka "


Yang membuatku heran adalah kenapa tiba tiba bang adam jadi suka makan ikan asin juga sambal trasinya.bahkan bang adam makan dengan lahap sampai berkeringat juga.


" Enak dek."


" Enak ?"


" Hhmm" bang adam hanya mengangguk karna mulutnya penuh.


" Biasanya abang tidak doyan sambal trasi ?"


" Entahlah dek, ngidam kali ya " kekeh bang adam.


Akupun ikut tertawa.


Sementara dirumah mama mertua.


" Ragil listrik kita belum dibayar bulan ini, bayarkan ya "


" Apa kamu tidak bantu bantu lagi dikafe teman mu itu "


" tidak, kafenya sekarang sunyi "


" Jadi apa mau kita buat bayar listrik, Bisa bisa nanti listrik kita diputus ".


" Minta sama bang adam loh ma "


" Iya yaa.., ya sudah ayo kesana"


""""'


" Assalamu alaikum adam. Nak.."


" Walaikum salam mama datang ayo sekalian makan, kami sedang makan lena tadi masak sambal trasi dan ikan asin "


Mama mertua dan ragil akhirnya makan, meski sederhana tapi alhamdulillah mereka makan banyak sampai keringatan.

__ADS_1


" Mama kesini mau minjam uang kamu dam, mama mau bayar listrik. Karna hari ini sudah jatuh tempo. Kalau mama tidak bayar hari ini takutnya diputus sama PLN."


" Adam belum punya uang ma "


" Kamu selalu saja tidak punya uang kalau mama minta. Jelas saja kamu tidak punya uang karna kan uangmu dipegang luna semua. "


" Bukan dipegang luna ma. Tapi memang adam yang tidak punya uang. Mama kan tau akhir akhir ini hujan trus jadi adam tidak bisa kerja ".


" Halahhh alasan kalian saja itu, Apa lena marah kalau kamu memberikan uang penghasilanmu sedikit pada mama. Hanya sedikit loh lena. Adam itu anak mama "


Ucapan mama mertua lagi lagi seperti ini.


" Mama kenapa sih selalu saja menyalahkan aku perihal uang dan uang terus. Kalau mama tidak ikhlas bang adam memberiku uang lebih baik mama ambil kembali anak mama ini agar mama bisa meminta uang sepuasnya "


" Dek kenapa bicara begitu sih ?"


" Aku kesal loh bang, mama terus saja menyalahkan adek kalau abang tidak punya uang. Salah adek dimana coba, bahkan adek kerja walaupun gajinya tidak seberapa. Sedangkan mama hanya dirumah saja mengharapkan abang terus. Harusnya mama itu berfikir anak mama ini hanya tukang gojek sekarang penghasilannya tidak menentu bahkan kadang tidak kerja sampai berhari hari karna hujan. Harusnya mama paham itu "


" Kamu mengajari mama ? Padahal mama yang lebih dulu mengalami pahit asam kehidupan. Kamu malah sok pintar. Kamu kerja apa sampai bisa berbangga diri hah. Jualan online ? Halah jualan tidak laku saja dibangga banggakan "


" Sudah ma sudah dek, malu didengar orang loh "


" Bilang sama mama bang agar tidak meminta duit terus terusan kesini. Dikira mama abang bank apa, Kalau tidak suruh ragil kerja. Faris saja kerja padahal dia harusnya sekolah belum waktunya bekerja "


" Kalau kamu sadar faris belum waktunya bekerja harusnya kalian itu membiayai sekolahnya dong. Ini malah lepas tangan. Kalian disini makan makan enak sementara kami dirumah makan tidak makan kalian biarkan saja "


Astagfirullahal'azim


" Ma kami bukan lepas tangan tapi keuangan kami benar benar sulit sekarang " Jawab bang adam lembut


Kuusap dada menyebut nama Allah


" Ma kami benar benar belum punya uang saat ini. dan juga semenjak aku jadi tukang gojek keuangan kami benar benar pas pasan. adam harap mama mengerti. Ragil kau pun harusnya kerja, cari pekerjaan agar bisa membantu keuangan mama. Faris saja kerja masak kamu dirumah terus. Lagian mama coba bilang sama yuna dulu mana tau dia punya tabungan. "


" Mana mungkin dia punya uang. Gajinya saja tidak seberapa. "


" Coba tanya dulu ma. Mana tau ada "


Mama mertua merenggut menatapku. Entah apa salahku selama ini pada mama mertua selalu saja menatapku sinis.


" Bararti nanti malam kami akan gelap gelapan karna listriknya pasti akan diputus oleh orang PLN. Kamu tega adam melihat mama begini ?"

__ADS_1


Bersambung_____


__ADS_2