
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore namun belum ada tanda tanda kalau bang adam akan pulang, yang datang malah mama mertu dan adik iparku ragil.
" Masuk ma "
" Mana adam ?"
" Bang adam belum pulang ma "
" Kenapa lama sekali ?"
" Lena tidak tau ma."
Sekitar setengah jam kami duduk duduk bang adam pulang juga.
" Sudah lama ma ?"
" sudah, kenapa kamu lama ?"
" tidak apa apa ma "
" Abang mau langsung mandi atau istirahat dulu ?"
" Langsung mandi saja dek. Gerah"
Kusiapkan pakaian bang adam saat dia dikamar mandi.
" Len "
" Iya ma "
" Apa kamu tidak punya cemilan atau apalah untuk dimakan ?"
" Hanya ada nasi ma "
__ADS_1
" Owalah apa kamu juga tidak ada niat untuk pergi membeli makanan ringan, sudah hampir 1 jam kami kamu biarkan kering "
" Lena tidak punya uang ma "
" Halah selalu saja "
" Kenapa dek ?" tanya bang adam keluar dari kamar.
" Ini loh lena. Dari tadi mama disini tidak disuguhkan apa apa "
" dirumah memang tidak ada apa apa ma "
" halah sudah lupakan, mama kesini mau bahas yang kemarin "
" Bagaimana ?"
Aku duduk didekat bang adam mendengarkan.
" Pihak bank menyetujui pinjamannya namun hanya 35 juta. Karna ini pinjaman pertama ragil kekeh meminta 35 juta saja sampai mama malu disana "
" setelah ragil fikir fikir 5 juta uang darurat terlalu tipis bang, kita kan butuh uang transport kesana juga nanti kita perlu biaya untuk kenduri kan. Makanya ragil fikir ambil 35 juta saja."
" Tidak masalah sih sebenarnya tapi abang terus terang kian tidak bisa membantu membayar cicilannya nanti jadi jangan kalian harapkan "
" Iya bang "
" jadi berapa cicilan perbulannya ?"
" satu juta delapan ratus kak "
Bang adam menagangguk.
" Oh ya ma. Semalam kami periksa kandungan lena kedokter. Kata dokter posisi bayinya tidak bagus jadi dokter menyarankan untuk operasi caesar saja, jadi adam mau minta tolong pada mama agar bisa merawat lena nanti minimalnya sampai bekas operasinya mengering "
__ADS_1
" Apa orang tuanya tidak datang dari kampung ?"
" mama kan tau bapak mertua lagi sakit, siapa yang merawat bapak kalau mama mertua kesini "
" Loh saudara dia kan banyak "
" Ma ini sebenarnya bukan tugas mereka, ini tugasnya adam. Namun karna keadaan ekonomi kami lagi pas pasan makanya adam minta tolong sama mama agar bisa menggantikan tugas adam sementara, mama mau kan ?"
" Untuk apa operasi bawa saja ke tukang urut biar posisi bayinya dibagusi. Orang jaman sekarang sedikit sedikit operasi. Orang jaman dulu tidak ada opèrasi mau itu posisi melintang mau terlilit tali usus kek semuanya normal normal saja "
" Dulu dan sekarang kan beda ma" jawab bang adam.
" Yang beda itu manusianya. Orang jaman sekarang manja manja. Sudahlah nanti malam mama tunggu kalian dirumah kita pergi ketempat tukang urut sama sama. Ayo ragil kita pulang "
Mama mertua mengajak ragil pulang tanpa mendengar pendapat kami terlebih dahulu.
" Bagaimana dek, apa adek setuju ketukang urut ?"
" Entahlah bang. Aku takut kenapa napa "
" Ya sudah kalau memang adek tidak mau kita tidak perlu pergi "
" Tapi sepertinya mama tidak mau yang abang bilang tadi kan ?"
" Itu tidak perlu adek fikirkan kalau sudah waktunya pasti mama mau "
" Tapi nanti kalau mama tidak mau bagaimana bang ?"
" Nanti abang fikirkan ya "
" tapi waktunya tidak banyak bang. Abang ingat kan tanggal operasi yang dibilang dokter."
" iya dek abang ingat, apa tidak ada ponakan adek dikampung yang bisa kemari ?"
__ADS_1
Aku berfikir sejenak saat bang adam bertanya seketika aku teringat yang lagi viral di tiktok akhir akhir ini ' IPAR ADALAH MAUT ', aku jadi takut juga kalau mengingat itu. Apalagi imannya bang adam masih sangat tipis. Tidak tidak. Itu tidak boleh terjadi.