Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 67


__ADS_3

" Ma yuna dan bang aksa mau kerumah mama mertua dulu ya "


" untuk apa kesana ? Mana aksa "


" Bang aksa dikamar ma "


" apa kemarin dia dapat gaji "


" Ma jangan kuat kuat bicaranya nanti bang aksa tersinggung "


" Biar saja dia tersinggung. Dia kira rumah ini bisa makan gratis terus terusan apa "


" Ma ini hanya sementara "


" Kenapa dek ?" tiba2 aksa muncul.


" Oh tidak apa nak aksa, berapa lama kalian akan tinggal di sana " jawab mama.


" nanti sore kami pulang ma. Kami hanya main main saja"


" Assalamualikum "


" Walaikum salam, Eh nak Desi, ragil ayo duduk duduk "


Ragil dan istrinya ternyata yang datang.


" Yuna, nak aksa kalian kesana besok saja ya. Mumpung ragil dan nak desi juga disini kita makan sama sama dulu "


" kalau begitu telpon bang adam juga ma biar sekalian kumpul disini faris pun sebentar lagi akan pulang kan " timpal ragil.


Mama dan yuna sama sama terdiam.


" Kenapa diam ma. Yun telpon bamg adam sekarang saja "

__ADS_1


" Bang adam dan kak lena pisah rumah bang " jawab yuna


" Loh bagaimana bisa ? Sejak kapan ?"


" Sudah beberapa hari yang lalu bang "


" Masalah mereka apa ?"


" Sudah sudah ayo duduk dulu. Jangan bahas mereka lagi. Pusing mama mengingat itu. Anak kok tidak bisa diatur ya begitulah "


" Maksut mama bagaimana ?" tanya ragil lagi "


" Ya apa lagi masalah mereka selain istrinya yang miskin itu. Kamu tau gil kakak ipar mu itu bilang kalau dia menyesal menikah dengan abangmu karna punya orang tua seperti mama ini. Apa tidak kurang ajar namanya begitu "


" Masak sih ma kak lena begitu ?"


" Kamu tidak percaya mama ?"


" Bukan tidak percaya ma. Hanya saja ragil tidak menyangka saja kak lena bicara begitu karna kan selama ini kak lena baik sama kita"


" Ya baik pokoknya ma "


" Halah sudahlah jangan dibahas lagi. Minum dulu nak desi "


Yuna yang sudah membuat minum tadi datang dengan senyum.


" Kak desi bagaimana kabarnya ? Ini diminum dulu kak "


" Baik yun "


Desi istri ragil dari tadi hanya saja mendengar omelan mama.


" Bagaimana ragil apa kamu sudah kerja "

__ADS_1


" Sudah ma, ragil kerja di paprik tahunya ayah mertua "


" kamu ikut kerja ?"


" Iya ma "


" Loh mama kira kamu disuruh memantau saja tau taunya ikut jadi pekerja juga " bisik mama pelan, ragil hanya melihat mama sekilas.


" Jadi sekarang Kak lena dan anaknya tinggal dimana ma ?" tanya ragil lagi


" Kenapa sih kamu dari tadi bahas mereka terus "


" Ragil hanya bertanya ma, kasihan loh kak lena masih baru melahirkan"


" Itukan salah dia sendiri "


" Iya tapi minimalnya bang adam menunggu sampai kak lena pulih dulu "


" Cerai mana bisa menunggu nunggu, aneh kamu ini "


" Loh ragil kira hanya pisah ranjang saja. rupanya sudah cerai "


" Abangmu sudah menjatuhlan talaq padanya "


" Apa bang adam tidak berfikir dua kali sebelum berkata cerai, yang ada nanti takutnya dia menyesal "


" Memang sekarang sudah menyesal kok. Ini lagi bujuk bujuk kak lena buat rujuk lagi " jawab yuna.


" Benarkah ?"


" Entahlah, mama rasa adam itu bodoh. seperti tidak ada perempuan lain saja "


" Mama jangan bilang begitu mau bagaimanapun juga bang adam dan kak lena sudah punya anak "

__ADS_1


" memang kenapa kalau punya anak, banyak diluaran sana anak yang orang tuanya bercerai tapi tetap hidup kok "


Yuna, aksa dan ragil geleng geleng kepala mendengar ucapan mama. Mertua. Sementara istri ragil sibuk dengan gawainya.


__ADS_2