Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 82


__ADS_3

Lagi lagi ucapan mama mertua setajam pisau membuatku ingin langsung pulang begitu saja, ada rasa malu juga karna ada ragil juga istrinya. Mataku memerah menahan agar air mata tidak tumpah didepan mereka semua, kulihat bang adam hanya diam saja. Tak adakah pembelaan darinya untukku ? Apakah begini suamiku sesungguhnya ? Membiarkan aku direndahkan keluarganya ?


Kulihat istrinya ragil tidak terlalu peduli dari tadi dia hanya asik dengan ponselnya saja.


" Tak seorang pun mertua didunia ini yang jahat jika menantu perempuannya baik, apa yang mau diingat jika menantunya pelit dan perhitungan pada mertuanya sendiri ". Tambah mama mertua lagi.


Entah harus bagaimana lagi aku sebagai menantu agar dianggap baik oleh mertuaku ini.


" Sudahlah ma jangan terus memojokkan istriku, kami datang kesini baik baik ingin melihat keadaan yuna."


" Apa gunanya melihat saja, harusnya sebagai menantu inisiatif membantu bukan hanya melihat saja "


" Ma cukup.., kapan sih mama sadar kalau sikap mama ini salah, jangan buat yuna lebih menderita lagi ma. Mama tidak akan merasakan balasan atas setiap prilaku mama, yuna yang akan menerima semuanya ma. Tolong berhenti bersikap aneh ma ". Balas yuna.


" Aku mau pulang " ucapku pada bang adam yang dibalas anggukan olehnya.


Tak ada percakapan antara aku dan bang adam selama perjalanan pulang. namun begitu sampai rumah air mata sudah tidak dapat kutahan lagi. Meski aku tak bersuara namun bang adam tau aku lagi menangis.


" Dek maafkan mama ya " ucapnya merangkulku


" Aku harus bagaimana bang biar dianggap baik sama mama. Aku harus bagaimana ?"


" Sudah jangan terlalu difikirkan, semua akan baik baik saja "


" Aku malu bang aku sakit hati, lagi lagi perkataan mama membuatku sakit hati "


" Iya abang tau. Abang minta maaf ya "

__ADS_1


aku menumpahkan semua air mataku dipelukan bang adam. Untung saja haiz sudah tidur.


Beberapa hari setelahnya mama mertua datang lagi kerumah, sikapnya seperti tidak terjadi apa apa, padahal sakit hatiku karna ucapannya belum sembuh.


" Kemana adam ?"


" Seperti biasa ma, kerja "


Aku kembali melanjutkan pekerjaanku yang dari tadi menyetrika sementara haiz kubiarkan main main didekatku.


" Kamu membiarkan anakmu didekatmu sementara kamu menyetrika ? Kalau dia memegang setrikanya bagaimana ?"


" Aku bukan orang bodoh ma, lagian haiz itu masih kecil belum bisa berpindah tempat seperti orang dewasa "


" Kamu selalu saja membantah kalau diingatkan "


" Apa maksutmu ?"


" Mama ada perlu apa kesini ?"


" Aku ingin bertemu anakku, sekarang dia tidak datang lagi menemuiku hanya gara gara membelamu, puaskan kamu ?"


" Belum ma, Aku belum puas " jawabku setenang mungkin. Kulihat wajah mama mertua memerah menahan marah.


" Karna, meskipun bang adam selalu membelaku toh mama tidak berubah juga iya kan ?"


" Berubah ? Apa maksutmu ?"

__ADS_1


" Yang sebelumnya selalu jadi monster mana tau bisa berubah jadi ultraman "


" Kamu bilang mertuamu monster ? menantu durhaka kamu ya "


Aku masih diam saja kala mama mertua mulai emosi.


meski sebenarnya aku ingin sekali menyuruhnya pulang.


setelah beberapa jam menunggu akhirnya bang adam pulang juga. Kulihat bang adam menarik nafas pelan.


" Mama sudah lama ?"


" Sudah hampir lelah menunggumu pulang, kenapa kamu lama ?"


" Banyak paket yang harus adam antar ma, mungkin karna mau puasa dan sebentar lagi kan lebaran jadi orang orang pada belanja semua "


" Apa kamu sudah membayar hutang mama ?"


" Kan adam belum gajian ma ?"


" Kenapa lama ? Ini kan sudah tanggal 28 "


" Setiap perusahaan kan beda beda ma "


" kamu tidak membohongi mama kan ?"


Astagfirullahal'azim..

__ADS_1


__ADS_2