Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
bab 17


__ADS_3

Mata ku buka berlahan. kulihat bang adam juga ikut berbaring tidur disampingku. kulirik jam 11.20 wib lama juga aku tidur pantas saja cacingku pada demo rupanya aku belum sarapan pagi.


Aku kedapur namun nihil. tadi pagi aku belum menyiapkan masakanku. kuambil telor lalu kudadar begitu saja dan makan.


dek..


rupanya bang adam sudah bangun. aku tak tau dia sudah makan atau belum. kubiarkan bang adam mengusap pelan perutku. tak dapat kupungkiri usapan tangannya yang lembut membuatku tenang.


" Maafkan Ayah ya dek. maaf "


Aku diam tak merespon sama sekali.


Assalamu alaikum...


Bang adam berdiri membuka pintu. ternyata yang datang adalah mama mertua entah naik apa kesini tak tau juga.


" loh kok gak kerja kau ?"


" Gak enak badan mak "


" Mamak belum makan lah dari rumah, lena masak apa tadi ?"


" Disini juga ga ada apa apa mak. lena juga gak masak "


" Loh jadi apa saja kerjaan dia. masakpun tidak. hamil itu gak boleh malas malasan loh nanti melahirkan payah. anak jaman sekarang memang manja manja. hamil saja banyak keluhan."


Ya Allah mama mertua ini.


" Lena juga tadi gak enak badan ma."


" Ah sudahlah. len masakkan dulu sama mama telor. lapar mama"


Tanpa menjawab lagi sudah langsung kukerjakan.


" Ini ma silahkan dimakan "


Mama mertua langsung makan tanpa mengucapkan apa apa.


" Dam mama belum bayar listrik lah. beras mama juga sudah habis. bagaimana ini ya. belum lagi uang sekolah adikmu bulan ini katanya harus dibayar belum lagi ongkos angkotnya. pusing mama"

__ADS_1


" Ya mau bagaimana lagi ma . aku juga belum gajian "


" Apa lena tak ada pegangan kan bisa mama pake dulu."


" Gak ada ma, kan mama tau kami baru pindah. untuk beli tempat tidur dan lemari saja kami jual emasnya lena "


" Nah itulah apa gak ada sisa sama sekali sih ?"


Ya tuhan lama lama mama mertua buat aku makin emosi.


" Ma. apa gak bisa mama suruh ragil cari kerja biar ada yang bantu keuangan mama. kalau mama cuma mengharapkan dari bang adam ya bang adam pun gak akan sanggup menopang 2 dapur setiap bulan. belum lagi sebentar lagi aku melahirkan. kami pun butuh tabungan ma. lagian faris kemarin sudah kesini minta uang sekolah katanya. udah kukasih seratus lima puluh ribu." jawabku pelan


" Ah masak sih faris kesini ?"


" kalau mama tidak percaya tanya sama dia nanti"


" Ma bukan aku yang tidak mau memberikan mama uang tapi untuk saat ini kamipun pas pasan ma. bilang sama yuna dulu lah. nanti aku gajian kuganti." kata bang adam.


" Mana ada uang dia. diapun kurangnya. sering minjam pada temannya."


" Ya jadi mau bagaimana lagi akupun tidak pegang uang ma."


Ya Allah ini mama mertua makin kelewatan..


" Mama kok tidak berfikir sih sebelum bicara. aku menghargai mama loh. jangan sampai aku marah dulu dan bicara kasar baru mama paham " jawabku mulai emosi


" Maksutmu apa sih len. toh cincin emas mu juga adam yang beli. apa salahnya kalau aku orang tuanya meminjam dulu untuk beli beras "


Astafirullah ...kuusap pelan perutku


" Apa mama fikir kalung. cincin dan gelangku itu bang adam yang beli. tanya ma.. ini bang adam ada disini. ada tidak dia membelikan aku emas ?"


" Dek udah ya nanti perutnya keram lagi " bujuk bang adam padaku.


" Ma sudahlah kenapa sih mama minta emas lena. sedangkan dijari mama ada emas. itu juga kan aku yang beli dulu. kalau mama benar tidak ada beras dirumah mama bawa saja beras dari sini. kalau untuk ikannya bisa apa yang ada dulu loh ma. makan sayur pun sehatnya. kalau mama memang tak selera ya sudah datang mama kesini. mama makan disini. kami pun disini apa adanya nya"


" bilang pada istrimu agar jangan goyang kaki saja dirumah. kerja apa kek bantu keuangan keluarga. Tapi adam, kalau mama kan sudah tua dan mama sesekali ingin makan buah dan beli baju juga."


" Mama itu belum tua, hanya mama yang malas dan tidak mau kerja karna takut cepat tua. umur mama saja belum sampai 50 tahun. apa salahnya mama kerja sedikit biar ada uang kalau mau beli baju " jawabku tegas.

__ADS_1


Bang adam menatapku. entah apa arti tatapan itu yang jelas aku juga benar benar marah saat ini.


"Kamu sanggup menyuruh mama kerja len, kamu sadar tidak kamu itu bukan siapa siapa "


" Jika mama bilang aku bukan siapa siapa. lantas kenapa mama sanggup meminta cincin ku untuk mama jual sementara aku bukan siapa siapa ?"


" Adam ajari istrimu sopan pada mertua. bisa naik tensi mama lama lama disini. mama pulang dulu."


" Mama mau pulang sama siapa ?"


" Mama jalan keujung komplek lalu naik angkot. minjam dulu mama uangmu ongkos angkot 50 ribu "


" bukannya ongkos angkot 5 ribu ya ma "


" udah sini 50rb " desaknya.


Ya Allah..


Setelah mama mertua pergi bang adam menatapku. namun tak kuhiraukan. aku berdiri masuk kamar.


" Dek.."


" Bilang sama ragil dia cari kerja dia sudah dewasa. ini adek pula yang disuruh kerja. mama pun belum nya tua kali. masih 47 tahun dia masih sehat masih kuat apa salahnya sih kerja atau jualan sedikit sedikit. "


" Udah dek jangan difikiri. nanti perutmu kram lagi. fikirkan kesehatanmu dek."


" Gak anak gak mama sama sama buat naik tensi hari ini "


" Maaf ya dek soal tadi pagi. abang berani sumpah kalau abang tidak pernah Bo. abang cuma main main. kadang suntuk dikantor banyak kerjaan jadi cari cari hiburan "


" Minta ampun abang sama Allah jangan cuma minta maaf sama adek saja. renungi kesalahan abang itu. sebentar lagi adek mau lahiran abang akan jadi seorang ayah. apa abang gak malu nanti anak anak abang tau bagaimana masalalu ayah mereka. jangan sesekali dekali Zina bang. adek susah payah mengajari dia agama sejak dalam kandungan. jangan sampai saat dia dewasa nanti harus membayar hutang karma yang dibuat oleh ayahnya.


Fikirkan bang. abang juga punya adik perempuan. bagaimana kalau yuna yang Open Bo apa abang rela ?,


" Iya dek. abang salah "


Mata bang adam merah menahan tangis. namun masih bisa kulihat air matanya menetes sebelum dia menunduk. Sungguh tak habis fikir bisa bisanya bang adam punya aplikasi s****n itu. Astagfirullah....


Kuucapkan istigfar berulang kali. semoga saja bang adam tak mengulangi kesalahan yang sama. kali ini aku memaafkannya tapi tidak untuk lain kali.

__ADS_1


__ADS_2