
Meski mama mertua merepet perkara susu hamil tadi namun tetap kucoba minum. Yuna bilang biar lebih enak boleh ditambah coklat. kutambah coklat + Es mana tau lebih enak lagi.
Kututup hidung saat minum susu tadi karna memang aku tak suka baunya, namun belum sampai keperut masi ditenggorokan susunya sudah menyembur keluar lagi. ternyata perutku tak menerima.
Woek......
sontak aku berlari ke kamar mandi. lalu mengeluarkan semua yang kumakan juga.
Rasanya lemas sekali.
kuhampiri bang adam yang baru pulang kerja.
" bang USG yuk ".
" Sama Yuna sajalah abang capek".
Ya Allah aku hampir tak percaya dengan jawaban bang adam, aku tau dia lelah pulang kerja tapi setidaknya dia jangan menyuruhku pergi dengan Yuna. apa bang adam tak ingin tau kondisi anaknya. Astagfirullah....
Aku keluar duduk diteras rumah kulihat jam 08.12Wib. angin sejuk sejenak mampu membuat hatiku lebih dingin. sekelabat fikiran fikiran negatif berdatangan kala kulihat sikap bang adam yang cuek.
__ADS_1
Dek...
Rupanya bang adam datang menyusulku ke teras.
Bang adam duduk di sampingku sambil main Domino, Haisss sungguh ingin rasanya kulemparkan Hp nya kejalan. Entah apa enaknya main Domino itu. Memang ya di lingkungan kami ini rata rata Laki laki main domino juga.
" Dek.. kata mama perempuan Hamil bagusnya jangan pindah rumah dulu gak bàik."
" Kok mama tau adek minta pindah.?"
" Tàdi abang tanya mamak dimana ada rumah kontrakan, trus kata mamak tunggu adek lahiran dulu baru kita pindah ya."
" dijalan Sm.raja ada pembangunan Perumahan sudah hampir siap sih. abang liat tadi masih ada yang kosong tapi agak keujung. cocoknya adek rasa kita cicil perumahan. 1 tahun lagi kayaknya itu sudah siap dan kita bisa langsung pindah. memang sih Dp nya Rp.4.000.000..., kalau adk minat kita cek aja langsung kelokasi mumpung abang libur besok."
" Berapa Tahun bang ?"
" 15, perbulannya Rp.1.220.000"
" Nantilah bg kita fikir dulu matang matang, lagian kita cari aja dulu yang lebih bagus lokasinya mana tau bisa buat buka usaha".
__ADS_1
" Iya juga yaa., ya udalah kalau gitu."
*
*
Pagiku diawali dengan suara mama mertua marah marah., dengan malas aku mulai bangun kulihat jam 05.20. sepagi ini mama mertua sudah merepet saja perkakas dipegang dan diletakkan dengan kuat. seperti disengaja. ahh mudah mudahan ini hanya perasaanku saja.
Di dapur kulihat ada adek iparku paling kecil faris. sudah berpakaian lengkap mau kesekolah. memang sekolah dia agak jauh harus 2x naik angkot. aku masuk kamar mandi mengambir air shalat. samar samar kudengar mama mertua masih marah marah sampai yuna pun bangun.
" Kenapa sih mamak ini pagi pagi marah marah. gak malu nya didengar orang. heran".
" Inilah si faris. dikasi uang sekolah bukannya dibayarkan malah habis dijajankan, taunya dia mamak gak kerja asik jajan aja kurang banyak. dari mana lagi dapatmu untuk bayar uang sekolah hah...
udah dikasih bang adam masih saja kau habiskan."
deg...
ternyata bang adam diam diam sering memberi adiknya uang. aku bukan tak setuju bang adam memberi keluarganya uang tapi setidaknya bicara dulu padaku. tapi ya sudahlah toh yang kerja dia kan...
__ADS_1
" Kau loh faris jangan sok orang kaya kenapa. sadar diri loh kau jangan ikut ikut orang kaya, kerja kau pulang sekolah biar tau kau gimana capeknya cari duit itu". semprot yuna.