Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 19


__ADS_3

Ya Allah kenapa perutku sakit sekali ini bukan kram biasa. Ya Allah selamatkan anak dalam kandunganku selamatkan dia.


" Bagaimana keadaan istri saya dokter ?"


" Baik pak adam mari ikut keruangan saya biar saya jelaskan"


" Maaf pak Adam maaf karna mengatakan ini maaf karna kami tidak dapat menyelamatkan bayi anda "


" Bagaimana bisa dokter, Apa istri saya terlalu kelelahan "


" bukan karna kelelahan pak tapi karna memang sejak awal janin nya lemah dan kurang berkembang seperti yang diharapkan karena mengalami kelainan kromosom. memang Sekitar 50 persen keguguran dikaitkan dengan kelebihan atau kekurangan kromosom pak adam. bukan karna istri bapak kelelahan, Jika pun seandainya janinnya bertahan sampai dia lahir dia akan menjadi anak yang istimewah. pak adam mengerti kan maksut istimewah itu seperti apa "


" Iya dokter. terimaksih penjelasannya. apakah istri saya sekarang baik baik saja"


" Iya istri anda baik baik saja. dia akan sadar sebentar lagi "


" Baik dokter terimakasih "


" sama sama pak adam "


Pov Adam.


Aku begitu terkejut saat mendapat telpon dari kakak iparku yang mengatakan lena pendarahan. kuhidupkan kreta dan langsung kerumah sakit. lumayan jauh sih dari rumah sakit yang disebutkan kakak iparku tadi. mudah mudahan tidak macat.


sampai dirumah sakit kulihat lena sedang tidur. dan sudah selesai ditangani dokter. perasaan aku sudah secepat kilat namun tetap saja terlambàt.


Lemas kurasa saat dokter bilang bayi kami telah tiada. Sempat aku berfikir apa karna lena terlalu lelah pulang dari parapat yaa.


Namun saat dokter menjelaskan semuanya aku jadi menyalahkan diri sendiri. karna sejak awal lena sudah mengajakku USG namun tak kunjung jadi dengan berbagai macam alasan.


Ya Allah berikan kami kesabaran.


""""""


Bang.....


" Dek sudah bangun "


" Minum bang "


Bang adam memberi aku minum air putih hangat hangat kuku. aku terkejut saat kusara perutku ringan dan rata.


" Bang apa yang terjadi ?"


" Dek .. "


" Kenapa bang ?"


Sebisa mungkin kutahan agar tetap tenang. kulihat keluargaku semuanya diam tak ada yang bicara. begitu juga bang adam. namun mata bang adam merah seperti menahan tangis.


" Maaf ya bang "


" tidak dek, ini sudah jalannya Allah. dokter bilang anak kita memang lemah dari awal. sudah ya jangan sedih lagi kita harus ikhlas ya dek.


Ucapan bang adam menguatkan ku

__ADS_1


" Kamu makan dulu dek. ini tadi kakak beli di kantin rumah sakit biar pulih lebih cepat ". kak jia memberikan bubur ayam yang masih hangat. entah dapat dari mana dia dapat bubur malam malam begini.


Dua hari kemudian aku sudah boleh pulang dari rumah sakit. entah apa masalahnya selama aku dirumah sakit mama mertua tak pernah datang. keluargaku yang bolak balik dari rumah ke rumah sakit. untung saja kak jia bisa bawa kreta. jadi kreta bang adam dia tinggal lalu bang adam pergi kerja naik angkot atau gojek.


" Istirahat ya dek. abang brangkat dulu. kalau perlu apa apa bilang pada kak jia saja dulu ya "


" Iya bang"


Setelah bang adam pergi kulihat mama datang membawa jamu.


" Dapat jamu dari mana ma ?"


" Ada jamu gendong tadi lewat "


" oh."


" Len.. kamu gak akur ya sama mertuamu ??"


" Kenapa ma ?


" Kok dia tidak pernah datang kerumah sakit atau hanya sekedar bertanya kabarmu saja."


" Entah lah ma. biarkan sajalah"


" Mama minta kamu akur ya sama mertuamu. bagaimanapun dia adalah wanita yang telah melahirkan suamimu. harus lebih sabar ya nak"


Aku mengangguk mendengar nasehat mama.


semua keperluanku disediakan mama dan kakakku. mereka juga mengerjakan pekerjaan rumah. aku jadi sedih juga, karna niat mereka kesini mau liburan namun malah begini.


Tak terasa sudah 4 hari ini aku istirahat total tanpa melakukan apapun. dan keluargaku malam ini niatnya akan pulang ke kampung.


" kalian hati hati ya dijalan."


" iya kamu cepat sembuh yaa."


Kulihat mata wanita yang melahirkan kan ku itu memerah


mama menangis.


Setelah mereka semua pergi rumah ini terasa sunyi juga.


Assalamuàlaikum..


" Mama.."


Apa mama mertua sengaja datang setelah tau keluargaku sudah pulang.


" Loh udah pulang orang itu len ?"


" Udah ma. "


Assalamu alaikum,,


" Loh abang udah pulang "

__ADS_1


" udah dek. udah brangkat orang mamak ?"


" Udah bang barusan brangkat"


" Mamak baru datang ya, kok mama tidak pernah datang sih selama mertuaku disini. mama juga tidak pernah datang padahal mama tau lena keguguran. kok mama tidak menghargai keluarga lena "


Aku diam saja mendengarkan bang adam bicara.


" Waktu kita kesana kita dijamu sebaik mungkin. tapi pas mereka kesini mama malah gak datang datang.malu loh adam ma sama mereka "


" Halah sibuk kali kau. aturan mereka itu datang kerumah mamak kalau mau dijamu. lagian lena keguguran karna menuruti kemauan mereka main main kan. wajar mama kesal "


" Mah lena iltu keguran karna memang dari awal janinnya lemah bukan karna kelelahan"


" gak ada itu cerita janin lemah. Zaman dulu gak ada dibilang bidan janin lemah. yang ada itu lena yang tidak menjaga dengan baik"


" Sudahlah mak jangan menyalahkan lena terus"


" Kamu yang duluan menyalahkan mama"


Kutarik nafas pelan melihat ibu dan anak ini adu mulut.


" Mama kesini mau minta uang, kamu sudah gajian kan tadi. mama mau beli beras dan nanti malam mama mau bayar uang arisan. juga untuk ongkos angkot adikmu "


" Aku belum gajian ma "


" Mana mungkin belum gajian kan ini tanggal 1"


" Ma lena itu baru keluar dari rumah sakit apa mama tidak berfikir."


" Kan keluarganya disini. apa gunanya mereka ada "


" Maksutku biaya rumah sakit lena itu mahal loh ma"


" Iya maksut mama juga keluarganya kan ada. ya merekalah yang bayar namanya juga anak mereka ya mereka lah yang urus "


" Cukup mah " Ucapku.


bg adam menatapku sayu.


Rasanya kesabaranku sudah habis mendengar wanita yang telah melahirkan suamiku ini seperti tidak punya fikiran saja.


" Bang tolong antar mama pulang, aku pusing mau istirahat."


" Ya sudah antar mama pulang dam. mama juga sedih disini. kalian makan makan enak sementara kami dirumah makan nasi saja sudah alhamdulillah."


Tak kuperdulikan lagi mama mertua mau bilang apa terserah.


Bang adam mengantar pulang mama mertua.


" Dam kok kamu mau saja sih diatur istrimu, lihat itu Johan yang dibelakang rumah kita. dia semua yang pegang uang bukan istrinya. apa kamu tidak curiga lena memberikan uang trus pada keluarganya dikampung ?"


" Mah sudahlah mama jangan begini. mama jangan sakit hati ya kalau adam bilangi. mama jangan ikut campur terlalu jauh masalah rumah tangga adam. nanti lena gak tahan loh ma. tidak boleh begitu. bagaimana kalau yuna diperlakukan begitu oleh mama mertuanya nanti apa mama akan terima. coba mama bayangkan bagaimana kalau yuna ada diposisi lena. pasti mama sakit hati melihatnya."


Tak lama mereka telah sampai kedepan rumah. loh ini kenapa rame rame ada apa para warga berkumpul disini...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2