
"Len.. Lena "
" Ya ma "
Bergegas aku kedapur karna mama mertua memanggil bahkan belum sempat berdoa karna takut panggilan penting.
" Iya ma ada apa ?"
" Ada apa kamu bilang ? Kamu tidak berniat memberekan semua ini. Siap makan kenyang siap kenyang pulang begitu maksutmu ?"
" Maaf ma tadi niatnyà lena akan beresi setelah selesai shalat "
" ya sudah cepat beresi sekarang sudah selesai shalat kan ?"
Aku hanya mengangguk lalu membuka mukenah yang kupakai tadi.
" Dek.."
" Lena masih beres beres di dapur "
Kudengar sùara bang adam dan mama mertua.
Bergegas aku menyuci piring kotor dan memberesi semuanya. Nasip jadi menantu ya beginilah.
" Bang ayok "
" sudah siap ya ?"
" Sudah."
Aku bersiap siap mau pulang dengan bang adam.
" Loh kak sudah mau pulang ya "
yuni tiba tiba muncul.
__ADS_1
" Iya yun "
" kak jangan cerita pada siapa siapa ya kalau kenalanku datang. Aku malu ryan sangat jauh dari expestasi ku. Tidak ada yang bisa dibanggakan dari dia."
" Yuni jaga bicaramu ". Sambung bang adam langsung.
" Kan memang benar bang. Apa coba yang mau dibanggakan dari dia, perut saja sudah sepeŕti hamil 9 bulan."
" Iya tapi jangan kau bilang begitu juga, nanti tuhan memberi yang lebih parah kamu mau ?"
" ihh amit amit lah "
" Sudah adam. Kamu ini mendoakan yang jelek terus pada adikmu " timpal mama mertua.
" Sudahlah terserah kalian saja. Ayo dek kita pulang ".
" Kami pamit ya ma ".
Tak ada jawaban dari mama mertua. Mama mertua hanya diam saja.
Drttt.drtt...
Kulirik benda pipih milik bang adam yang bergetar dari tadi sementara bang adam masih dikamar mandi. Tidak ada nama dalam kontaknya, siapa yang menelpon pagi pagi begini.
" kenapa dek ?"
" Eh mas sudah siap. Ini tadi ada menelpon namun tak ada namanya "
Bang adam menerima Handphone yang keberikan tadi dan keluar.
" Abang telpon balik dulu ya sebentar "
Aku hanya mengangguk. Agak janggal memang kenapa menelpon harus keluar, siapa yang ditelpon bang adam.
" Siapa bang ?"
__ADS_1
Tak sabar rasanya aku bertanya. Sedikit trauma karna dulu bang adam pernah selingkuh.
" Eh dek., ini kemarin abg ada lamar kerja diperusahaan kecil dan alhamdulillah diterima. Abang disuruh datang hari ini. "
" Perusahaan kecil yang mana bang dimana ?"
" Nanti malam abang ceritakan ya dek. Soalnya abang buru buru "
Aku terdiam melihat bang adam. Kalau difikir fikir sambil pakai baju saja bisa cerita, tapi kenapa harus menunda sampai nanti malam.
" Abang brangkat ya dek."
" Hati hati ya "
Tak lupa kucium tangan laki laki yang menjadi imamku dalam beberapa tahun ini. Kuusap perutku yang terlihat semakin membuncit. Ya Allah semoga ini menjadi awal yang baik.
Adam... Adamm.
Terdengar suara teriakan dari pintu depan. Memang sengaja pintu depan kubiarkan terbuka agar udara di dalam rumah sedikit segar.
" Eh mama "
" Kamu dari mana saja sih mertua datang sampai harus teriak berulang kali baru kamu jawab "
" Maaf ma tadi lena beres beres di belakang "
" Mana adam ?"
" Bang adam pergi kerja ma, bang adam sudah dapat kerjaan katanya di perusahaan kecil "
" Perusahaan apa dimana ?"
" Kalau itu lena juga belum tau jelas ma karna tadi bang adam buru buru pergi."
" Bagaimana sih kamu ini. Suami kerja dimana kamu saja tidak tau , ya sudahlah."
__ADS_1
Mama mertua pergi begitu saja. datang tanpa salam begitu juga saat pergi.