
" Jadi kamu hamil lagi len ?"
" Iya ma Alhamdulillah "
Mama mertua bertanya saat datang kerumah.
" Nah jaga betul betul itu. Jangan asik main main kesana kemari terus. Itu tadi mama bawakan bubur kacang ijo. Dimakan ya "
" Iya ma "
Alhamdulillah ahirnya mama mertua berubah juga.
" Adam sudah brangkat gojek ?"
" Sudah ma "
" Brapalah kemarin dapat hasil gojek nya ?"
" Alhamdulillah ma cukup untuk makan hari ini "
" Kamu cari kerja juga dong, biar ada tabungan kamu melahirkan nanti "
" Mama saja yang cari kerja. Kan mama yang selalu minta uang "
" Kau ini ya "
Kulihat wajah mama mertua merah. Aku yakin dia pasti mau marah marah.
" Sudahlah mama mau pulang "
Aku hanya mengangguk. Alhamdulillah kali ini mama mertua tidak membuatku naik tensi.
Kubuka tiktok agar tidak terlalu bosan. kalau menulis aku sedikit down karna pembacanya berkurang. Namun bukan berarti aku berhenti.
Namun di branda tik tok semua tentang kasus pembunuhan Brigadir Josua Hutabarat yang melibatkan Irjenpol Ferdi Sambo.
Hais lama lama bosan juga karna kasusnya tidak selesai selesai.
Jam 04.35 bang adam pulang. Memang akhir akhir ini hujan terus, banjir juga dimana mana.
" Dek abang cuma dapat 75rb. Tadi sudah abang isi minyak pull dan tadi makan siang nasi padang 10rb jadi sisa 40rb lagi " ucap bang adam menyodorkan uang 40rb tadi padaku.
" Ya sudah bang tak apa Alhamdulillah "
" Maaf ya dek, "
" Udah bang gak apa apa, abang bersih bersih sana, biar adek buatkan kopi "
" Ok, susunya banyak ya dek "
" Iya "
Bang adam memang suka sekali yang manis manis. Seperti inilah kopinya harus banyak susu "
Tut...tut...
benda pipih milik bang adam berbunyi. Kulihat kulihat layar yang berkedip kedip itu tertera nama Orang tua Luna.
" Bang orang tua luna nelpon " teriakku memanggil bang adam yang baru saja masuk kamar mandi.
" Angkat saja dek"
Lalu Kugeser tombol berwarna hijau dan menerima panggilan tadi
" Assalamualaikum "
" Hallo Adam, Maksut kalian apa ?kenapa belum mengirim bulanan untu luna. ?"
__ADS_1
Ya Allah Astagfirullah. Ayahnya luna langsung bersuara keras.
" Maaf paman. Bang adam sedang dikamar mandi, nanti biar bang adam menelpon paman kembali kalau dia sudah selesai "
" Oooo ok. Saya tunggu "
Telponnya langsung dimatikan oleh ayahnya luna.
" Kenapa dek "
" Eh bang, ini orang tua luna bertanya kenapa belum mengirim bulanan untuk luna "
Kulihat bang adam menarik nafas.
" Nanti temani abang kerumah mamak ya "
" Iya "
Sore ini kami langsung brangkat ke rumah mama mertua.
Kulihat mama mertua sedang bercerita didepan rumah dengan tetangga samping rumahnya
" Eh lena kalian datang " sapa wak ribut.tetangga samping rumah mama mertua.
" Iya uwak "
" Ma..adam mau bicara " bang adam memanggil mama mertua agar masuk kerumah.
" Kak aku masuk dulu yaa " izin mama mertua pada tetangga nya tadi.
" Eh iya cik. Aku pulang saja. Uwak pulang ya lena "
Aku mengangguk lalu masuk kedalam rumah
" Ada apa dam ?"
" Orang tua lena menelpon bertanya bulanan luna kenapa belum dikirim "
" Apa yang mau mama kirim dam. Mama saja tidak punya uang "
" Jadi bagaimana ?"
" ya pake uang mu dulu lah. Masak kamu tidak membantu sekalipun sih. Parah kamu jadi abang "
Assalamualaikum..
Rupanya yuna yang pulang
" Aku mana ada uang ma. Mama tau kan aku sudah tidak kerja berbulan bulan. Minta sama yuna lah "
" Apa "
Yuna langsung menjawab. Sementara aku hanya diam mendengarkan.
" Uang untuk luna. Bulan ini belum ada. " jawab bang adam
" Loh yang diberikan faris tiap malam ke mama kemana semua ?"
" Ya habis lah untuk makan. Kalian fikir kemana " semprot mama mertua langsung.
" Ya ampun ma. aturan kalau untuk makan kau pun yuna bantulah. Masa faris kalian jadikan tulang punggung "
" Aku malas loh bang ngasih uang sama mama. Mama itu suka kali beli barang barang yang tidak penting. Seperti kemarin abang ragil memberi mama uang malah dibelikan lemari. Entah untuk apa lemari kecil seperti itu harganya sampai 250rb."
Sementara mama mertua diam saja.
" Untuk apa sih mama beli barang begituan, kan lemari mama ada. Mama tau kan kalau uang yang mama dapatkan itu tidak pasti setiap minggunya. Mama itu harus pintar mengelola keuangan. kalau adam jangan mama harapkan lagi. Cukup makan kami berdua saja sudah alhamdulillah. Nah kalau sudah begini apalagi mau dikirim kesana "
__ADS_1
" Berapa rupanya bang ?"
Akhirnya aku bersuara juga.
" 350rb. Dek "
" Ya sudah biar kita saja yang kirim , tapi jangan karna kami yang bayar bulan ini. Bulan depan pun kami juga yang mama tunggu untuk membayar itu " ucapku tegas. Karna sudah tau kebiasaan mama mertua seperti apa.
" Iya loh lena. Kamu itu ya memang menantu kurang ajar. Kenapa tidak dari tadi kamu bilang kalau tetap mau bayar. Kau tunggu lagi wanita tua ini dimarah marahi. Kamu senang kan mama dimarahi anak anak mama "
Ya Allah...
" Mama ini loh. Ditolong bukannya bersyukur. Heran yuna sama mama"
" sudah yun. Mama jangan begitu loh makanya adam malas kesini. Mama selalu saja buat lena sakit hati "balas bang adam.
" Udah bang gak apa. Pulang yuk udah selesai kan " jawabku.
" bentar lagi ya dek. Faris sama ragil kemana ma ?"
" Gak tau mama "
" Oh ya buburnya masih ada ma ?"
" Kok abang tau mama masak bubur?jawabku
" Kan abang yang minta tolong mama buat masakÄ·an bubur untuk adek "
" Jadi uangnya masih uang mama ?, biar adek ganti "
" Tidak. tadi uangnya abang kasih kok"
" Ooo"
" Masih ada tidak ma "
" Habis adam. Mama cuma masak 2 ons. Jadi sudah habis "
" Loh kok sedikit sekali mama masak. Oh ya memang ragil kerja apa sekarang ? Ada uang dia ?"
" Dia kadang bantui temannya dikafe "
" Oow ya sudahlah. Ayo dek pulang"
Kami ahirnya pulang. karna sudah lapar kami akhirnya singgah di salah satu warung bakso yang dipinggir jalan.
" Jangan pedas pedas dek "
" Kalau cabe, kecap, saus sama cukanya gak terasa jadinya kurang sedap bang "
" Iya tapi jangan banyak banyak "
" Iya "
" Oh iya memangnya adek masih ada uang simpanan makanya tadi adek bilang kita yang bayari apanya luna itu ?"
" Ada bang tapi gak banyak, lagian adek kasihan sama abang, sepertinya cuma abang yang pusing sementara mama tenang tenang saja adek lihat"
" Yah namanya orang tua dek, kalau difikiri dia semua takutnya jadi penyakit."
Mas Adam...
Aku dan bang adam sepontan melihat kesumber suara..
Eh siapa lagi ini kalau dibilang gadis kok udah pada melar sema, namun kalau sudah menikah kenapa juga dandanannya begitu..
Dia seperti...???
__ADS_1
Ya Allah..
Bersambung__