Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 66


__ADS_3

" Kamu dari mana adam, kenapa beli sarapan lama sekali dan ya mana sarapan yang kamu beli ?"


" Adam lupa ma "


" Apaa ? Bagaimana bisa kamu lupa beli sarapan sementara tujuanmu pergi keluar untuk membeli sarapan, apa kamu se prustasi itu ditinggal istrimu yang tidak berguna itu ?"


" Cukup ma, mama jangan terus terusan menjelekkan lena. Apapun yang terjadi lena itu tetap istri adam ma"


" Istri yang sudah kamu talaq ingat itu "


" Kami akan rujuk "


" Apa ? Apa yang ada didalam kepala mu itu hah. Dia itu perempuan yang tidak berguna bisanya hanya menjadi beban suami. Lebih baik kamu cari wanita karir wanita yang punya pekerjaan biar tidak menjadi beban kamu "


" Ma istri itu bukan beban tapi sudah menjadi kewajiban suami untuk memenuhi semua kebutuhannya "


" Halah itu omongan orang jaman dahulu. Sekarang itu wanita karir yang dicari orang bukan wanita yang akan jadi beban suami "


" Apa dulu mama juga beban bagi ayah ?"


" Apa ?"


" Iya adam bertanya apa dahulu mama juga adalah beban ayah sehingga mama bisa berkata bahwa lena juga beban bagi adam ?"

__ADS_1


" Jangan kau ungkit ungkit ayahmu. dia sudah hancur dimakan tanah, ayahmu tidak pernah bisa membahagikan mama, bahkan untuk membeli baju saja setahun sekali belum tentu. Dia laki laki yang tidak bisa membahgaiakan keluarganya kerja pontang panting namun tidak ada hasil. Ayahmu hanya bisa memberi makan tapi tidak dengan kebutuhan lainnya. Pokoknya mama menyesal menikah dengan ayahmu jangankan barang mewah makan saja pas pasan "


" Mama harusnya belajar dari masa lalu "


" Maksut kamu apa ?"


" Mama fikirkan saja sendiri. Setuju atau tidak adam akan tetap rujuk dengan lena "


Mama melonggo mendengarku bicara.


" Adam, kamu harus mendengarkan mama. Untuk apa lagi kamu rujuk dengan lena. Lebih baik kamu cari perempuan lain yang lebih baik atau minimalnya anak orang kaya seperti ragil. Bukan seperti istrimu itu sudah anak orang miskin ya pastilah anaknya keturunan miskin juga."


" mama tolong jaga bicara mama. Mama juga punya anak perempuan dan juga kita bukan keluarga kaya bagaimana kalau semua yang mama ucapkan itu diucapkan oleh mertua yuna padanya, apa mama akan terima kalau anak perempuan kesayangan mama itu dihina mertuanya. Jadilah orang tua yang bijak ma "


" Kamu mengajari mama ?"


" Kenapa lagi sih ma ?"


" Yuna "


" Biarkan bang adam dengan hidupnya, bang adam sudah besar ma dia tau yang terbaik untuk dirinya. Kalau dia mau rujuk dengan kak lena biarkan saja. Mereka punya anak yang harus diurusi bersama "


" kamu sama abangmu sama saja"

__ADS_1


" Namanya mereka keluar dari paprik yang sama " timpal faris.


" Diam kamu, lebih baik kamu pergi kerja cari uang yang banyak "


" Huh mama memang tidak pernah bersyukur " ucap faris melenggang pergi


" Mana suami kamu yun ?"


" barusan brangkat ma katanya mau ke kebun mama mertua mau panen sawit "


" Baguslah jangan taunya hanya main game saja, sesekali kerja biar tau tanggung jawab. Kasihan faris harus menanggung makan kalian juga"


" maafkan bang aksa ma "


" memaafkan itu gampang yuna. Tapi mama tidak tega juga melihatmu begini. Masak mau makan bakso sepiring saja mikir, kasihan mama melihat kamu begini semua seleramu tertahan. Bilang padanya kerja yang giat biar banyak uang. Dan juga sampaikan padanya jangan bodoh. Kalau kerja itu ya bergaji. Ini kerja disuruh orang tua tapi seperti tak digaji "


" Namanya anaknya ma "


" Justru karna anaknya harusnya diberikan lebih. Ini malah sebaliknya. Mertuamu kan tau kamu lagi hamil pasti perlu biaya banyak jangan taunya hanya memanfaatkan tenaga suamimu saja dong. Suamimu pun bodoh mau maunya disuruh suruh tanpa gaji."


" Sudahlah ma "


" Sudahlah sudahlah.. Yang mama bilang itu benar harusnya kamu lebih berfikir. untuk makan kalian saja aksa tidak sanggup bagaimana jika ditambah lagi seorang anak."

__ADS_1


Tamba bicara lagi yuna meninggalkan mama mertua sendirian.


" Yuna mama belum selesai bicara, anak tidak seberapa semuanya biat naik tensi "


__ADS_2