Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 47


__ADS_3

" Memang begitulah mertuamu len selalu mengharapkan anak. Sudah pernah kakak bilang agar mertuamu kerja apalah yang menghasilkan tidak perlu penghasilan banyak yang perlu ada, tapi banyak alasannya yang inilah yang itulah pokoknya banyaklah "


" Entahlah kak bingung aku "


"dari dulu pokoknya selalu begitu, waktu masih hidup almarhum mertuamu laki laki juga sudah begitu. Malas masak malas beres beres rumah malas urus anak. Kamu tau dek, dulu adam dan ragil waktu kecil itu sangat kurus karna kurang gizi. Tidak pernah diperhatikan mertuamu makananya. Mau makan ya makan mau tidak ya sudah. Makan pun sering pakai kecap saja karna mertuamu tidak masak padahal uang belanjanya ada tapi selalu dibelikan baju baru. Sering almarhum marah marah tapi mertuamu tidak peduli "


Aku terdiam mendengar cerita kakak sepupu bang adam ini.


" Tapi kalau begitu terus terusan aku juga tidak tahan kak. Mama kan tau bang adam tidak kerja. Tapi masih saja datang minjam uang. Bahasnya minjam namun tak pernah dikembalikan. Aturan dibilang saja minta uang kan tak perlu dengan embel embel meminjam. Dari mana sajalah uang kami coba kak "


" Entahlah dek kakak pun tidak tau mau bilang apa"


" kemarin lagi mama datang minta dicarikan jodoh untuk ragil "


" Ada rupanya uangnya ?"


" Itulah kak yang jadi masalah ini. Uangnya pun belum ada masak jodoh duluan dicari. Kan aneh "


" Tapi kalau ragil menikah bagus juga dek dari pada sseperti sekarangpun kerja tidak kerja nya. Mana tau mau berubah setelah menikah jadi giat bekerja."


" iya sih kak namun kak uangnya belum ada "


" Iyà yaa "


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, saat aku pulang kerumah ternyata bang adam sudah pulang.


" Sàlamualaikum"


" Walaikumsalam, adek dari mana ?"


" Dari tempat Ari "


"Oow adek masih marah sama abang ?"


Aku hanya diam dan langsung masuk ke kamar, bang adam langsung mengejar.

__ADS_1


" Dek tolong jangan diam begini, adek tau kan abang tidak bisa menolak permintaan mama. Abang tidak tega melihat mama sedih dek tolong Maafkan abang ya "


" Jadi besok dapat dari mana uang tambahan bayar cicilan rumah ini ?"


" Pakai uang adek dulu ya nanti diganti "


" Abang selalu bilang pakai uang adek terus, abang fikir uang adek ada terus. Sudah uang blanja pakai uang adek, bulan bulan sebelumnya pun bayar cicilan selalu pakai uang adek. Uang adek sudah habis bang. Padahal niatnya uang adek mau disimpan untuk biaya persalinan dan beli perlengkapan bayi nantinya. Tapi sekarang sudah habis "


" Ya mau bagaimana lagi dek ?"


" Makanya abang jangan terlalu menuruti keinginan mama. Abang selalu menuruti keinginan mama tapi abang mengabaikan tanggung jawab abang sebagai suami. "


" Maafkan abang dek "


" Bukan perkara maaf memaafkan bang tapi ini sudah sering kali terjadi namun abang tetap saja tidak berubah. Abang tau abang berdosa kalau mengabaikan tanggungjawab sebagai suami "


" Tapi adam akan lebih berdosa jika mengabaikan permintaan mamanya"


Tiba tiba saja mama sudah muncul dipintu.


Tatapan mama mertua begitu tajam melihat kearahku


" Jadi kamu mempermasalahkan uang yang tadi pagi ya, Kamu bilang adam mengabaikan tanggung jawabnya sebagai suami. Bagian mana yang dia abaikan hah ? Dia selalu menjadi suami yang baik untukmu bahkan dia sering tidak menuruti saya wanita yang melahirkannya hanya demi kamu wanita luar yang baru dia kenal. Jadi kurang apa lagi dia sebagai suami. Kamu memang wanita yang tidak bersyukur "


" Ma sudah jangan memperkeruh suasana, mama pulang saja dulu ya" jawab bang adam


" Kamu menyuruh mama diam adam, saat mama melihat anak mama direndahkan begitu "


" Aku tidak merendahkan bang adam ma aku hanya menasehati suamiku "


" menasehati dengan menyuruh dia melawan mamanya sendiri iya ? Dasar kamu menantu tidak tau diri, tidak bersyukur. Harusnya kamu bersyukur sudah dibawa anak saya dari kampung plosok sana sehingga akhirnya kamu tau bagaimana kehidupan dikota. Bukan malah mengajari anak saya melawan mamanya. Apa ibumu mengajari kamu begini ??"


Ya Allah Astagfirullah..


kenapa malah bawa bawa ibu.

__ADS_1


" Cukup ma, mama jangan bawa bawa ibu dalam masalah ini "


" Kenapa, memang benar kan? selama ini anak saya kerja banting tulang kamu yang menghabiskan uangnya. Apa kamu masih kurang puas ? Sekarang kamu malah menyuruh anak saya melawan mamanya sendiri. Melawan wanita yang melahirkannya iya ??"


" Ma sudahlah cukup yaa, mama sekarang pulang saja dulu ya "


Bang adam akhirnya mengantar mama mertua pulang. Mesti sedikit dipaksa karna awalnya mama mertua tetap tidak mau.


Kutarik nafas pelahan lalu mengambil air minum. Ya Allah apa aku salah berbuat begini. Apa aku salah menuntut hakku sebagai istri. Aku harus bagaimana ya Allah


Sementara dirumah mama mertua.


" Kenapa sih kamu memaksa mama pulang, mama belum selesai menasehati istrimu yang durhaka itu "


" Sudahlah ma jangan diperpanjang lagi biarkan adam yang menyelesaikan masalah adam sendiri "


" Kamu itu lembek jadi suami, harusnya kamu bisa lebih tegas pada istrimu yang kampungan itu, demi dia kamu sering menolak permintaan mama. Mama sedih adam melihat kamu diatur sama dia."


" Jadi adam harus apa ma "


" Ya kamu harus tegas lah sama istrimu. Bilang padanya kalau mama harus lebih diutamakan dari pada dia. Dia harus tau dan sadar diri dia hanya orang luar. Sementara mama ini tanggung jawabmu sampai di akhirat "


" Ada apa sih ribut ribut ?" yuna baru saja datang pulang kerja


" Ini loh abangmu lembek benar jadi suami. Kamu harus tegas pada yuna "


" Kenapa lagi sih ma, mama itu jangan terlalu jauh ikut campur dalam masalah keluarga bang adam dan kak lena. Tidak baik ma "


" Ikut campur apasih maksutmu yun, kamu tau mama hanya meminjam uang abangmu 500 ribu tadi pagi. Itupun sudah dipermasalahkan kakak iparmu. Padahal mama meminjam loh bukan meminta "


" Mama pun sudah berapa kali yuna bilang. Bang adam itu sudah punya tanggungan dan juga sebentar lagi kak lena melahirkan. itu akan memakan biaya yang tidak sedikit ma lagian bang adam sekarang kerja serabutan jadi jangan lagi menyusahkan dia. Mama juga tidak bisa dibilangi. Yuna juga sudah bilang tadi agar mama tidak usah pergi pesta, tidak pergi tidak akan membuat mama sakit kan jadi kenapa harus dipaksakan pergi kalau memang tidak sanggup, lagian amplop mama sampai berapa sih kok sampe 500 ribu mama minta pada bang adam ?"


" Ya amplop mama hanya 50ribu saja. Mama beli baju baru tadi sebelum pergi. Baju mama kan sudah lama semua, ya mama malulah kalau baju mama itu itu saja ".


Astagfirullah....

__ADS_1


__ADS_2