
Malam ini saat bang adam pulang kerja seperti biasa mama mertua dan adik adik iparku berkumpul didepan tv.
niat hati mau langsung makan malam, namun kudapati hanya ada segenggam nasi di dalam mejigcom, lalu sambalnya sudah nihil juga. entah bagaimana perasaanku ini memang masih sungkan dirumah ini. seperti saat ini saat kulihat nasi habis aku takkan memasak kalau tidak disuruh.
andai mama maertua bilang " Anggap seperti rumah sendiri, kalau nasi habis masak kalau lauk kita habis masak itupun kalau kau rajin". ini kalimat yang selalu aku tunggu. aku tak mungkin malas jika hanya untuk masak nasi saja. tapi mau apa apa aku sungguh segan.
kulihat bang adam datang menyusul kedapur.
" mana nasinya dek ?"
" Habis bang".kutunjukkan mejigcom yang kosong tadi, aku dan bang adam kembali ke ruang keluarga.
" Orang mamak sudah makannya ??"
" Belum". jawab mama mertua.
Loh kufikir mereka sudah makan makanya semua serba habis.
" Ayo dek beli nasigoreng saja."
" Hhmm."
Aku dan bang adam keluar mencari penjual nasi goreng.
" Mau beli brpa bang ??"
__ADS_1
" Beli sekalian untuk orang mama juga dek".
Aku menghela nafas pelan, selalu saja seperti ini. bukan aku perhitungan tapi ini bukan kali pertama begitu bahkan hampir setiap malam. pernah suatu hari kubilang sama mama mertu agar masak pagi agak banyak biar cukup untuk makan malam tapi jawabannya ini sudah cukup dan selalu saja begitu., padalah stok lauk dikulkas tak pernah habis, karna sebelum benar benar habis aku sudah memberi uang belanja pada mama mertua agar stok tetap ada.
"
"
Pagi ini harinya begitu cerah, setelah sarapan aku minta bang adam mengantarku kerumah salah sàtu kakak sepupu bang adam. rumahnya memang jauh dari kota lebih kepinggir kota karna sekeliling rumahnya masih sawah.
" Ma aku pamit mau kerumah kak tia ya main main jenuh juga dirumah trus".
" Kalau jenuh dirumah cari kerja loh biar ada uang, jangan cuma ngarapin suamimu jaman sekarang semua serba mahal kalau cuma 1 orang yang kerja itu gak akan cukup. semua serba naik, minyak, beras, gas. harus pintar pintar lah kalau jaman sekarang".
Aku mematung mendengar omongan mama mertua yang panjang kali lebar padahal ini pertama kali aku keluar rumah tanpa mas adam.
" Loh gak jadi pergi dek?"
" Gak. kata mamak dari pàda aku main main bagus cari kja". ucapku duduk dipinggir tempat tidur.
" dek omongan mamak jangan diambil hati ya namanya sudah tua ya begitu lah".
" Kalau abang tetap tidak mau ngontrak, adek bakalan ngontrak rumah sendiri, adek gak nyaman lo bang ka...
Tiba tiba saja aku mual sangat mual saat mencium bau bawang goreng entah dari mana asalnya.
__ADS_1
Owek.....
Langsung aku berlari kekamar mandi disusul bang adam.
" Kenapa dek ??"
" Entah.. abang cium bau sambal gak sihh baunya aneh".
" Gitu wanginya adek bilang aneh, mungkin dari sebelah rumah."
Aku menutup hidung berlari kekamar mengambil bantal lalu menutup seluruh wajah agar bau sambal tidak sampai tercium oleh hidungku.
" Adek kok aneh., ya udalah abang brangkat dulu ya".
Aku hanya menganggukan kepala tanpa melihat bang adam lagi.
setelah cukup lama pelan pelan kusingkirkan bantal tadi syukurlah baunya sudah hilang. tapi kok rumah sepi ya gak ada suara. bathinku.
Kubuka pintu kamar pelan lalu melihat keluar memang tak ada orang. kemana semua orang yaa.
Aku tak ambil pusing kemana mereka pergi terserah. aku kembali masuk kekamar niat hati mau ngetik pinomat 1 bab namun kok rasanya malas kali malah tiba tiba kok pengen makan nenas. sepertinya makan nenas enak ini apalagi nenasnya manis banyak airnya. cepat cepat kuambil handphone ku menekan tombol untuk menelpon bang adam.
" Hallo dek, kenapa ?"
" Bang nanti kalau pulang belikan nenas ya, minta sama penjualnya dipilihkan yang manis".
__ADS_1
"Ok dek".
Bg adam memang selalu pulang saat jam maka siang. dia jarang makan siang diluar karna kebetulan kantornya tidak terlalu jauh dari rumah