Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
bab 13


__ADS_3

" ma.. mama kira gaji bang adam berapa ? 10juta?, setiap minggu 600 ribu sudah kukasih sama mama. itu saja jumlahnya sudah lebih 2juta kalau dikali 4 minggu dalam sebulan itupun kalau mama mau dikasih 600 ribu. seperti minggu ini real 1juta kukasih sama mama. sementara gaji bang adam hanya 4 juta. mama fikir bang adam kekantor tidak pakai bensin. apa mama fikir bang adam tidak perlu uang saku. apa mama fikir listrik akan hidup jika tidak dibayar. dan lagi untuk makan malam lebih sering beli, lalu itu uangnya dari mana selalu kami yang belikan untuk orang satu rumah. lalu untuk uang jajan mama itu dari mana kalau bukan dari gaji bang adam juga. bang besok kalau abang gajian berikan saja semua sama mama biar mama puas." ucapku lalu masuk kamar.


Tak ada lagi percakapan antara bang adam dan mama mertua. kudengar suara kreta bang adam berlalu pergi.


Kubuka fb mencari info tentang kontrakan. aku tak peduli lagi kalau dibilang orang hamil tak boleh pindah pindah rumah. semoga Allah selalu menjaga aku dan anakku. dari pada dirumah ini batinku tidak sehat.


Sampai malam hari aku tak keluar kamar. hingga bang adam pulang.


dek....


" Apapun ceritanya aku tetap mau kita ngontrak bang, Adek gak mau lagi disini. kalau abang mau aku dan anak kita sehat tolong turuti adek bang".


Kulihat bang adam menarik nafas pelan.


" kita ngontrak dimana ?"


" Tadi adek lihat di black market ada di jl. Sm Raja. kita lihat malam ini ya biar besok bisa pindah langsung".

__ADS_1


" Apa gak bisa adek sabar sabarkan dulu. adek maklumlah, mama memang seperti itu . sabar la dulu adek sampai lahiran."


Kulihat jam masih pukul 20.23.


" Ok kalau menurut abang begitu...


Masih belum selesai aku bicara bang adam langsung senyum..


" Kalau begitu menurut abang baiklah. akan lebih bagus kalau adek pulang kekampung dari pada disini tertekan batinku. itu gak akan bagus untuk perkembangan anak dalam perutku."


Ucapanku kali ini membuat bang adam melongo. Aku tak peduli dibilang egois atau apalah itu. kuambil koper yang diatas lemari dan mulai memasukkan pakaianku satu persatu.


Kak.....


pintu kamar terbuka. rupanya yuna mau memberi vitamin. ah aku lupa sudah menitip vitamin tadi padanya


" Loh mau pulang kampung nya. kenapa tiba tiba kak ?"

__ADS_1


Aku hanya diam tanpa niat menjawab pertanyaan yuna.


" Dek tolong jangan emosi, fikirkan baik baik. kamu sedang hamil."


" kamu fikirkan perasaanku gak bang, Aku rela jauh dari keluargaku demi kamu bang. dikota ini aku tidak punya siapa siapa selain kamu. tapi kamu diam saja kala mama menuduhku macam macam. maaf bang aku masih punya orang tua dan saudara yang akan menerimaku dengan tangan terbuka"


Kuambil hp ku lalu menelpon terminal untuk memesan tiket. namun belum sempat panggilannya terhubung bang adam merebut paksa hp ku dan mematikan panggilannya.


" Ok kita akan ngontrak besok"


Ucap bang adam pada ahirnya.


Sementara Yuna diam mematung dipintu. tak lama dia pun pergi..


Mak...


Yuna menjumpai mama mertua dikamarnya. Tumben juga mama mertua tak menonton. biasanya dia tak akan melewatkan serial pavoritnya SUAMI PENGGANTI yang tanyang di ANTV.

__ADS_1


" mama bilang apa rupanya sama kak lena ?"


__ADS_2