
" Kamu tau besan ? Anak perempuanmu ini mengatakan kalau dia menyesal menikah dengan anak laki lakiku hanya karna mempunyai mama sepertiku ini. Memangnya seperti apa aku ini baginya ? Apa seperti monster yang siap memangsa dia kapan saja sehingga dia berkata begitu. Dia juga pelit padaku padahal aku hanya sesekali datang kesini, dia juga marah marah kalau adam memberiku sedikit penghasilannya, padahal anakku otu sudah lelah bekerja, dia ingin memberi pada mamanya untuk membeli bakso sepriring itupun sudah salah bagi lena. Padahal nominalnya hanya sedikit loh bukan setengahnya, kamu tau yang paling parah apa besan ? Saat haiz cucu kita kugendong, kucium, dia langsung meminta adam agar membersihkan bekas yang kucium diwajah cucuku tadi. jika besan berada diposisiku apa besan tidak akan tersinggung ? Aku sakit hati besan padahal ini cucu pertamaku laki laki pula. dia akan menjadi penerus keluarga kami. Tapi aku tidak bisa leluasa bermain dengannya "
" Ma mama apa apan sih ? Waktu itu kan lipstik mama... " bang adam menyela mama bicara Namun mama tidak perduli. Sedangkan mama hanya diam mendengarkan.
" Masih banyak sekali pokoknya besan sikapnya yang membuatku sakit hati. Tolong nasehati putrimu besan agar bisa menjadi istri dan menantu yang lebih baik kedepannya, hanya itu saja besan yang mau saya ceritakan. Yuna menunggu saya dirumah. Saya pamit dulu "
" Tunggu besan aku belum bicara, dari tadi aku hanya mendengarkan besan saja. Sekarang besan harus mendengarkan aku juga. "
Mama mertua yang sudah berdiri dari duduknya terdiam.
" Maaf besan aku tidak punya waktu untuk mendengarkan ceritamu. aku ingin keluar dengan putriku yuna. Dia sudah menungguku. Aku pamit dulu"
Mama mertua bergegas pergi tanpa peduli pada mama yang memanggilnya. Aku berdecak sebal melihat kelakuan mama mertua.
__ADS_1
" Lihatlah bang, betapa tidak baiknya sikap mama mertua. Mama tidak menghargai mamaku disini "
" Maafkan mama ya dek. Ma tolong maafkan sikap mama tadi ya. Tolong jangan diambil hati perkataannya "
" Mama khwatir kalau sikap mamamu tidak akan berubah pada lena. Sekalinya tidak suka maka tetap akan tidak suka. Melihatnya hari ini sudah jelas kalau dia tidak menyukai lena "
" Mama jangan khwatir. Adam akan berusaha agar mama menyukai lena, Ya sudah ma adam keluar dulu sebentar ya mau cari cemilan "
" Bagaimana kamu bisa bertahan dengan sikap mertua yang seperti itu len ?"
" Entahlah ma "
" Mama bukan mengajari yang tidak baik ya. Hanya saja mama berpesan biarkan saja jika mertuamu tidak menyukaimu jangan terlalu kamu fikirkan, Nanti kamu sakit. Ingat kamu punya anak kecil yang harus kamu perhatikan dengan baik. Biarkan saja mertuamu berbuat dan berkata bagaimanapun, jangan kamu lawan karna nantinya kamu yang akan buruk dimata orang biarkan saja yang penting sikap adam padamu tetap baik. sikapnya tetap tidak berubah padamu . Itu saja sudah cukup. Karna memang ujian rumah tangga itu datang dari berbagai arah. Salah satunya ya ini, mertuamu itupun bagian dari cobaan rumah tangga kalian jadi kamu harus bisa lebih bijak dan lebih dewasa "
__ADS_1
" Iya ma lena mengerti "
" Ya meskipun mama memang sedikit menyayangkan sikap mertuamu. Itu " ucap mama tertawa.
" Iya ma biarkan saja. Karma kan ada biar yuna juga nanti merasakan hal yang sama dari mertuanya "
" Huss kamu ini. Tidak baik berkata begitu "
" Habisnya kesal ma "
" Kan sudah mama bilang biarkan saja"
" Iya deh maa "
__ADS_1