Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 68


__ADS_3

Hari ini bonus dari beberapa aplikasi menulisku telah masuk, alhamdulillah semoga cukup untuk kebutuhanku dengan haiz anakku. Setelah hari itu bang adam tak pernah lagi datang. Jujur aku masih berharap dan ingin rujuk dengannya namun mengingingat kelakuan mama mertua aku jadi kesal sendiri. Kutatap wajah anakku ada rasa sedih dan rasa bersalah dalam hati. Namun mau bagaimana lagi mungkin inilah jalan yang harus kutempuh.


" Len "


" Eh mama ada apa ?"


" Itu ada adam didepan "


Baru juga difikirkan sudah nongol saja.


" Dek bagaimana kabar kalian ? Maaf ya abang baru sempat datang hari ini. Dan ini ada sedikit uang untuk membeli keperluan haiz. Abang tau ini masih kurang tapi abang akan berusaha kerja keras agar semua kebutuhan kalian bisa abang penuhi. "


Aku hanya diam menerima uang pemberian bang adam, ada 2 lembar uang lima puluh ribuan dan 3 lembar uang seratusan.


" Dek bagaimana dengan permintaan abang, apa kamu setuju kita rujuk lagi ?"


" Apa kamu yakin itu adam ?" sahut mama yang langsung datang.


" Maksut mama apa ?"

__ADS_1


" Mama tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi. Kamu kan tau lena tidak punya saudara dikota ini. Dan juga jika kamu merasa lena adalah beban dalam rumahmu kembalikan saja dia, pulangkan dia baik baik sebagaimana dulu kamu memintanya dengan baik baik pada kami. Jangan kau suruh dia pergi seorang diri karna dia tidak ada tempat untuk pulang dikota ini. Kamu tau meskipun hidup kami susah didesa tapi kami tidak pernah membuat dia menderita."


" Maafkan kesalahan adam waktu itu ma. Adam janji adam akan lebih menyayangi lena dan tidak akan menyakiti perasaannya "


" Lalu bagaimana dengan mama mu ??"


Kulihat bang adam menunduk dan diam saat mama bertanya perihal mama mertua. Aku tau ada keraguan disana.


" Adam akan berusaha mendamaika mama dan lena ma "


" Mendamaikan kamu bilang ?"


" Mama tidak tau siapa yang salah disini dan mama juga tidak membela lena namun mama tidak setuju dengan perbuatan mamamu yang terlalu ikut campur dalam masalah kalian "


" Iya ma, adam minta maaf juga atas sikap mama yang sudah menyuruh lena keluar dari rumah kami. "


" Mau atau tidaknya lena rujuk denganmu itu tergantung dia. Mama hanya mengingatkan kamu saja. Selesaikan masalah kalian mama dan haiz mau jalan jalan didepan rumah sebentar "


Setelah kepergian mama aku dan bang adam sama sama terdiam

__ADS_1


" Bagaimana dek, apa kamu memaafkan abang ?"


" Bagaimana dengan mama mertua bang ?"


" Masalah mama itu urusan abang. "


" Aku tidak mau nanti kalau diusir lagi dari rumah untuk yang kedua kalinya, aku akan setuju rujuk lagi dengan abang asal abang mau membuat surat pernyataan kalau rumah kita menjadi milikku dan haiz. Apa abang setuju ?"


" Tidak masalah dek abang setuju, asal adek mau pulang lagi kerumah kita. Abang akan melakukan apapun yang akan membuat keluarga kita bahagia "


" Baiklah aku akan memberikan kesempatan kedua ini demi haiz tapi kalau abang melakukan kesalahan yang sama maka abang tidak akan bertemu lagi dengan haiz "


" Ya sudah sekarang kamu beres beres ya biar kita pulang "


" Tapi rumah ini sudah dikontrak sebulan "


" Tidak apa apa biarkan saja. Lagian mama kampung kan belum pernah kerumah kita "


" Hhmm ya sudah. Aku beres beres dulu "

__ADS_1


__ADS_2