Orang Ketiga Itu Mertuaku

Orang Ketiga Itu Mertuaku
Bab 75


__ADS_3

Mama mertua terdiam mendengar ucapanku. Bukan maksut hati mau melawan hanya saja aku lelah selalu saja disalahkan. Sejatinya aku tetaplah aku, sebisa mungkin aku sudah berusaha menjadi menantu yang diinginkan dan disayangi namun tetap saja tidak berhasil. Aku heran apa iya semua mertua seperti mertuaku ? Yang hanya menyayangi menantu yang berduit seperti istrinya ragil.


" Kamu memang istri tidak tau diri berani sekali kamu bicara begitu padaku. Aku ini mertuamu. Sejak adam mengajakmu rujuk lagi kamu jadi besar kepala ya" ucap mama mertua tertawa sumbang.


" Apa kamu fikir adam akan lebih memilihmu dari pada aku mamanya ? Tidak akan. Lihat saja aku akan menyuruh adam memulangkan kamu ke asalmu agar kamu lebih tau diri "


" Apa mama bahagia rumah tangga anak mama hancur ditangan mamanya sendiri ?"


" Aku akan bahagia bila istrinya seperti kamu ini. Dan aku akan mencarikan perempuan yang lebih baik untuknya nanti "


" Lakukanlah apa yang ingin mama lakukan, tapi mama juga harus ingat hukum karma itu ada "


" Hukum karma apa yang akan aku terima ? Aku hanya melakukan yang terbaik untuk anakku "


" Terbaik bagi mama namun hancur bagi bang adam, tapi menurut lena lebih baik mama berfikir dulu sebelum bertindak agar mama tidak menyesal nantinya "

__ADS_1


" Aku tidak akan menyesal "


Setelah mengatakan hal itu mama mertua langsung pergi. Entah harus bagaimana lagi aku bersikap agar bisa berdamai dengan mama mertua, rasanya lelah benar trus terusan harus adu mulut dengan mama mertua masalah yang terus tentang uang dan uang. Andai saja aku punya banyak uang akan kupenuhi semua kebutuhannya agar aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi menantu idaman.


Akupun sangat ingin menganggapnya sebagai mama kandung sendiri. Namun selalu saja ada masalah.


Brak.....


" Mama kenapa sih pulang marah marah begini, nanti pintunya rusak mama juga yang pusing memikirkan gantinya " ucap yuna yang terkejut melihat mama mertua membanting pintu rumahnya.


" Untuk apa lagi sih mama kesana ? Kan yuna sudah bilang jangan pergi kesana kalau tidak ada keperluan, biarkan mereka hidup tenang ma jangan selalu mengusik kehidupan mereka. Sudah cukup selama ini mama yang terlalu ikut campur dalam rumah tangga bang adam, sekarang jangan lagi "


" Kamu ini tau apa sih selalu saja membela mereka. karna ada kepentinganlah makanya mama kesana "


" Yuna bukan membela ma, yuna hanya mengingatkan mama. Jika mama rasa kak lena berbuat salah ingatkan bagus bagus atau mama bilang pada bang adam biarkan bang adam yang menasehati kakak ipar ma "

__ADS_1


" Abangmu itu sekarang seperti kerbau yang dicolok hidungnya selalu saja menurut apa kata istrinya, dia selalu saja membela istrinya sekarang "


" Bang adam tidak mungkin membela kakak ipar kalau kakak ipar memang salah ma "


" Ah sudahlah kamu dan abangmu memang sama saja, sama sama membela anak kampungan itu, entah apa kelebihannya "


" ya sudahlah kalau mama tidak mau diingatkan, Yuna mau menyusul bang aksa dulu keladang mama mertua ya "


" Kamu mau pergi naik motor sendiri dengan perut besar begitu ?"


" Iya ma, tadi bang aksa bilang kalau yuna harus datang menyusul untuk membantu "


" Ya setidaknya suruh dia menjemputmu dong "


" Sudahlah ma tidak apa apa, yuna pergi ya "

__ADS_1


' Ya tuhan kenapa nasib putriku begitu. menantu laki laki maupun menantu perempuan sama saja. Sama sama tidak bisa diharapkan '


__ADS_2