
" len kau mau gak jadi reseller di toko kakak ? kamu tinggal posting aja di fb, Wa, Ig.dll. nanti fotonya dikirim ke Wa mu. bagaimana ?"
Kak nina ini tetanggaku dulu dikampung. dia menikah dengan paribannya yang sudah punya usaha di jakarta yaitu grosir baju yang sudah lumayan besar.
Kami komunikasi lewat Massenger.
" Boleh lah kak nin aku mau. ini no Wa ku ya. 0812.........".
" Ok len. mudah2n kerja sama kita ini lancar yaa "
" Amiin ya kak".
Bismillahirahmanirrahim.
Hari ini kucoba fosting foto foto barang yang sudah dikirimi kak nina ke Wa ku tadi.
Sudah seharian tak ada satu orang pun yang beli. jangankan beli bertanya pun tak ada.
Seharian ini fikiranku kok gak fokus ya. berkali kali ngetik 1 bab saja gak bisa bisa.
" Len..."
" Iya Ma "
" Mama mau wirid dulu, Nanti ada paket mama datang tolong bayarkan ya"
"Emang berapa ma ?"
" Gak ingat mama brapa"
" Ya udah"
Setelah mama mertua pergi aku kebelakang mau mengambil buah dikulkas.
Permisi...
__ADS_1
Paket..
" Maaf buk apa ini rumah ibuk Mira ?"
" paket ya ?"
" Iya buk ini " bg kurir menunjukkan karpet yang besar.
" Berapa bg ?
" Rp.875.000 ribu buk"
Astaga banyak sekali Mana ada lagi aku pegang uang sebanyak itu sementara ini sudah ahir bulan.
" Bentar ya bang "
" iya buk "
Buru buru kuambil Handphone menelpon bang adam,
" Bang ada paket mama ini datang Cod, uang adek tidak cukup membayarnya. sementara mama pergi wirid tadi."
" Berapa dek ?"
" .875 ribu bang"
" Loh abang pun mana ada uang segitu"
" sinilah dulu bentar bang. malu adek sama kurirnya "
" owalah iya iya tunggu"
8 menit kemudian bang adam datang namun tetap nihil dia pun pegang uang hanya cepek .
" Jdi bagaimana ini bang, bang kurir nya udah nunggu lama ?"
__ADS_1
" Tunggu abang panggil mama ya, sepertinya wiridnya dirumah buk inah." bang adam berlalu pergi.
" maaf ya bang nunggu lama" ucapku segan pada kurirnya.
Tak lama mama mertua datang dibonceng bang adam.
" Apa gak ada sih duitmu len sampai harus jemput mama. malu mama kalian buat begini " kata mama mertua marah marah.
" Uangku memang gak cukup ma. digabung sama duit bang adam juga gak cukup."
" Jadi bagaimana ini. mama pun gak ada pegang duit" kata mama mertua .
" Astaga mama ini buat malu aja. tunggu ya bang". ucap bang adam
pergi entah kemana. sekitar 3 minit datang lagi membawa uang Rp.875.000 ribu tadi.
" ini bang. maaf ya menunggu lama"
" ok bang makasih ya.
Setelah kurir tadi pergi bang adam menatap tajam pada mama mertua. namun mama mertua seolah tak bersalah.
" Mama buat apa sih pesan karpet segala. udah tau mama gak punya uang kenapa malah pesan barang. keuangan kita itu pas pasan loh ma".
" Mama kira uang lena ada. lagian lena pelit sekali masak uang segitu aja gak ada sih gak percaya mama sama dia. masak tiap bulan gajimu abis semua dibuat nya"
Astagfirullah...
Sontak ucapan mama mertua membuat darahku naik.
" Mama kira gajiku berapa. mama tau kan Dari aku lajang gajiku berapa ?"
" Gak percaya mama gajimu habis semua pasti di simpan sama lena".
Ya Allah kali ini aku benar benar emosi...
__ADS_1