
" Apa abang berharap aku ngidam lagi ?"
" Kalau iya kenapa tidak "
Tut...tut...
" Hallo dek "
" Hallo kak Len, Apa kakak baik baik saja ?"
" Iya baik dek, memangnya kenapa ?"
Kedengar helaan nafas diseberang sana.
" Kenapa dek ?"
" Tadi ada yang menelponku. Terus dia bilang kakak kecelakaan dan kritis di rumah sakit Butuh biaya banyak "
" Lalu ?"
" Ya kutelpon telpon kakak dan bg adam bergantian tidak diangkat angkat. makanya aku percaya. kakak kemana sih tadi ?"
" Kakak tadi pergi beli sarapan sama abang. lalu bagaimana ?"
" Dia meminta uang 2juta untuk biaya administrasi awal kakak di rumah sakit."
" Trus ?"
" Kamu tau bagaimana paniknya kami disini. ya kami kirim saja langsung uangnya. setelahnya uangnya kami kirim dia malah minta 3 juta lagi. lalu mamak bilang suruh telpon kakak atau abang lagi nah ini kakak kami telpon lagi baru diangkat."
" Ya Allah jadi kalian ditipu "
" Iya. gara gara kakak itu."
" Astagfirullah "
Salamualaikum...
" Mama masuk ma. " kata abang adam. rupanya yang datang mama mertua.
" Ya sudah coba kirim no nya biar kami telpon dari sini."
" udalah percuma kak len. kakak telpon pun uangnya gak bakal dikembalikan. penipunya bukan orang bodoh kak "
" Iya sih memang tapi kan sayang uangnya "
" Ya sudah lah pokoknya kami tau kaliàn baik baik saja disana. itu sudah cukup. biarlah sama dia uang yang 2 juta itu. gak bakalan berkah ìtu sama dia "
" Iya sih "
" Ya sudah ya. salamualaikum "
" Walaikum salam "
Kuletakkan benda pipih tadi lalu berdiri mau kekamar mandi.
" Kenapa dek ?"
" orang mama dikampung ditipu orang bang "
" ditipu bagaimana dek ?"
Aku diam dan masuk kekamar mandi.
" Tadi abang ada ditepon kan pas kita beli sarapan ?"
Jawabku saat keluar dari kamar mandi
__ADS_1
" Iya "
" Nah itu sebelumnya mereka ditelpon seseorang yang mengatakan kalau adek kecelakaan dan sedang kritis di rumah sakit. lalu orang yang menelpon tadi meminta uang pada mamak katanya uang administrasi awal rumah sakit biar adek langsung ditangani dokter."
" Ya Allah kok bisa pas kebetulan sekali ya. kita tidak angkat telpon tadi karna lagi pergi. "
" Iya bang. "
" Ya namanya orang kampung ya memang begitulah. mudah sekali dibodohi orang. sudah tidak sekolah, tidak pengalaman tambahnya yang jarang pulak ke kota. jadi masih tabu akan hal hal begitu " jawab mama mertua
" Adek ngantuk bang mau tidur dulu " jawabku langsung masuk kamar. malas mendengar omongan mama mertua. kalau dituruti mama mertua pasti tahan berjam jam adu mulut denganku.
" Bagaimana luna kemarin dam ?
" bagaimana apanya ma ?"
Aku tak tau lagi apa pembicaraan mama mertua dan bang adam. karna aku benar benar ngantuk.
Aku terbangun saat kurasakan elusan lembut di rambutku. rupanya bang adam.
" Bangunlah udah mau asar. siap mandi nanti biar jalan jalan kita "
" Kemana, apa mama sudah pulang ?"
" udah, paling hanya keliling saja "
" Hhmm ok "
Sesuai rencana tadi, sore ini kami jalan jalan ke kota.
" Bang makan mie aceh yok "
" Dimana ? "
" Di bandar salamat kayaknya ada "
" Jauh kali dek "
" Ya udah ayok "
Kamipun meluncur menuju warung mie aceh yang lagi viral itu.
" Rame bang. ada kursi kosong gak ya "
" Ayo masuk saja dek. itukan ada lesehannya dibelakang "
" Ayolah "
" Adam.."
Seseorang memanggil bang adam.
" Eh Liana "
ternyata perempuan ini ada dimana mana. apa ya julukan yang pas untuknya
" Kamu sama siapa ?"
Astaga ini perempuan matanya diletak dimana ya makanya tidak lihat aku ada disini.
" Eh ini sama orang rumahku "
" Oh hay mba "
Aku hanya megangguk seyum
" Duduk disini saja adam, sepertinya semua meja sudah terisi. sedangkan meja ini kan hanya aku sendiri."
__ADS_1
Ahirnya kami satu meja juga dengan perempuan ini. untung saja karna aku benar benar ingin makan mie nya. kalau tidak tak sudi aku satu meja dengan perempuan ini. kulihat dia sok manis dan sok imut di depan bang adam. aku jadi penasaran siapa perempuan ini sebenarnya. mantan bang adam atau perempuan yang pernah menyukai bang adam.
" Kamu masih kerja ditempat yang dulu dam ?
" Iya "
Liana mengangguk sambil curi curi pandang ke arah bang adam.
Ah geram kali aku melihatnya
" Kau ingat dam teman kita juan, kami kemarin jumpa di samosir. rupanya dia menikah dengan orang non muslim. "
" Benarkah ?"
" Iya aku juga tidak menyangka itu "
Bang adam hanya mengangguk sambil makan mie aceh yang sudah terhidang di depan kami.
" Oh ya aku sudah cerai dengan suamiku. aku juga belum punya anak."
Ehmmmm..
Tak tahan rasanya mendengar ocehan wanita itu. untuk apa juga dia bilang sudah cerai sama suaminya. itukan tidak penting bagi kami. sudah seperti jangkrik saja tidak ada diamnya dari tadi.
" Kami lagi makan tolong kamu jangan bicara terus, dan jangan ajak kami bicara. jika kamu sudah selesai lebih baik kamu keluar agar yang lain bisa duduk disini. "
Liana menatapku sinis. namun tetap tak bergerak dari tempat duduknya.
" adek udah siap bang. cepat sedikit bang. disini panas sekali."
" Iya ini abang juga udah siap. ayo."
" Adam tunggu, Tadi aku kesini naik gojek dan sekarang kebetulan paket internet ku habis pula. aku mau minta tolong pesankan gojek dari hp mu untukku. bisa kan ?"
" Maaf ya mba. lebih baik mba pakai wifi kafe ini saja. kami buru buru. permisi "
Kutarik bang adam keluar kafe meninggalkan liana yang masih setia berdiri di dekat kasir. enak saja dia cari cari alasan menahan bg adam.
" Abang kok diam saja sih melihat liana mepet trus ke abang, abang senang ya dipepeti begitu ?"
" Astaga deku sayang.. abang diam saja karna malu harus bicara kasar pada wanita di depan umum. bukan karna abang suka, salah sangka trus bawaannya "
" Udah ah pulang. malas disini lama lama. nanti dia datang lagi. heran deh kemana mana kok ada dia. dia mantan abang ya ?"
" Uda ah ayo jangan bicara trus nanti mulut adek kemasukan lalat "
" Tuh kan... ditanya apa yang dijawab apa. gaje abang "
" Apalagi gaje itu dek. adek kadang bahasanya aneh aneh "
" Gaje itu gak jelas bang "
" oo "
" Rumah makan yang jual burung goreng dimana ya bang ?"
" mau burung apa dek ?
" pokoknya burung goreng, Tapi kalau ada mau burung punai bang "
" Buat apa dek "
" buat dimakan lah bang. buat apa lagi coba. aneh abang "
" Ya mana tau mau dipelihara "
" kalau mau dipelihara adek gak bakalan nanya rumah makan loh abang... Astaga...aneh abang"
__ADS_1
Bang adam cekikikan sendiri melihatku yang kesal padanya
bersambung__