
Tak henti aku menangis dari tadi sampai kurasakan mataku susah untuk dibuka, karna menangis terlalu lama. Tidak.. Tidak.. Aku tidak boleh begini. Takutnya berpengaruh pada kehamilanku. Dua kali keguguran membuatku serba hati hati dalam segala hal. Aku akan pergi USG saja dan meminta obat penguat kandungan pada dokter. lebih baik aku naik gojek saja dari pada harus minta tolong pada bang adam yang jelas jelas tak menginginkan bayi ini. Bila kata orang rumah ternyaman seorang istri adalah suaminya namun tidak bagiku untuk saat ini. Bahkan ingin rasanya aku pulang saja pada orang tuaku dari pada disini tertekan bathin.
Aku keluar pelan dari kamar. Kulihat kreta bang adam tidak ada. Berarti dia keluar. Kuambil tas yang sudah kusiapkan tadi lalu memesan ojek online.
Kulihat jam 12.15. Kalau aku ke klinik pasti belum buka. maka kuputuskan berjalan jalan lebih dulu ke plaza. agar tidak terlalu pusing. kehamilan ku kali ini sama seperti kehamilanku yang kedua. tidak ada mual dan muntah hanya saja sesekali pusing.
Aku masuk ke dalam plaza dan berniat mau makan roti 'O'. aromanya sudah menarikku dari tadi
" Kak lena.."
Ah kenapa harus bertemu dia disini sih..
" Eh Yun. Ini kan masih jam kerja mu. Kok keluar ?"
" Ini kan jam makan siang kak. "
" Eh iya yaa " jawabku tertawa
" Kakak sendiri ?"
" Iya. kakak hanya sebentar mau cari baràng pesanan orang saja ".
Aku terpaksa berbohong karna kalau dia tau aku mau USG namun tidak ditemani ban8ig adam yuna pasti merepet panjang kali lebar.
" Oooo kakak mau roti 'O ' tidak. Kami barusan beli dan masih hangat. Kami mau bawa ketempat kerja jadi lumayan banyak "
Aku jadi bingung diterima apa tidak ya.
" Kak len. Hei. Malah bengong "
" Eh iya Yun "
" Udah ini sama kakak 3 cukup kan. untuk cemilan. Aku buru buru dahh kak len "
Kupegang roti yang diberikan yuna tadi. Kok bisa pas begini ya. Lumayan lah. Dan Alhamdulillah lah..
Aku duduk duduk di plaza sampai jam 2 siang. Saatnya brangkat ke klinik. Namun sebelum brangkat kusempatkan ke mushalla plaza untuk absen.. Kupesan lagi ojek online nya baru brangkat
" Ada yang bisa dibantu buk ?"
" Saya mau cek kandungan buk "
" Baik. Apa sudah pernah kesini sebelumnya ?"
" Sudah."
Aku memberikan sebuah kartu lebih mirip seperti kartu tanda pasien.
" Baik buk. Apa ada keluhan ?"
" Tidak "
" Baik kalau begitu. Silahkan duduk dan menunggu ya buk "
Kulihat dikursi tunggu ada beberapa wanita hamil. Dan semuanya didampingi laki laki dan aku yakin itu pasti suami suami mereka. Karna tidak mungkin kan cek kandungan tapi didampingi sama suami orang.😁
Rasa lega kurasakan kala dokter bilang bahwa kandungan ku baik baik saja. dan alhamdulillahnya ternyata janinnya ada dua alias kembar. ya Allah maha besar engkau dengan segala firman firmanmu. Aku masih ingat betapa hancurnya perasaanku Saat tau aku kehilangan anak dua kali. Namun kali ini Allah membirikan 2 sekaligus . sepanjang jalan pulang tak henti hentinya bibirku mengucapkan hamdalah. Namun sampai didepan rumah kegelisahan kembali menghantuiku.
Ya Allah..
__ADS_1
Summum bukmun 'Umyum faa hum la yarji'un.
Assalamualaikum.
kuucap salam karna aku tau bang adam pasti dirumah. Karna ada kretanya didepan rumah tadi.
Walaikum salam.
" Dek "
Aku diam saat bang adam langsung mengampiri memelukku.
" Maafkan abang ya dek. maafkan abang. Abang menyesali perkataan abang tadi pagi tolong maafkan abang ya "
Aku masih diam dan tak merespon ucapannya. Sakit masih terasa kala tadi pagi bang adam meminta agar aku menggugurkan kandunganku.
" Dek tolong jangan diam saja."
Bang adam berjongkok dan mengusap perutku yang masih rata.
" Adek maafkan ayah yaa. Maafkan omongan ayah tadi pagi. Ayah tidak sunguh sungguh dengan ucapan ayah. Maafkan ayah yaa "
Sejujurnya aku ragu dengan ucapan bang adam. Aku takut seperti yang di sinetron 'Ku Menangis' laki lakinya hanya pura pura baik saja.
" Dek jangan marah ya sama abang. Abang benar benar pusing. Tapi mulai sekarang abang akan lebih semangat lagi mencari kerja agar abang bisa memenuhi semua kebutuhan Kalian. Maafkan abang ya dek "
Bang adam menangkup kedua pipiku. Kutatap matanya dalam namun percuma saja, karna aku tak akan mengerti bagaimana mata orang yang sedang berbohong atau serius.
" Abang harus berjanji jangan pernah lagi menyuruh adek untuk mengugurkan mereka "
" Mereka ??."
" Iya mereka. yang ada didalam sini kembar bang "
" Benarkah ?"
" Benar bang "
Bamg adam langsung memelukku.
" Tapi kok bisa kembar ya dek ?"
" Adek rasa itu keturunan. Karna dulu mendiang kakek kan kembar "
" Benarkah ?"
" Iya "
" Alhamdulillah, Ya sudah kalau begitu sekarang abang mau tanya, adek tadi dari mana ?"
" Pulang USG "
" Sendiri "
" Ya "
" Tapi tadi yuna chat abang, kalian jumpa di plaza kan ?"
" Iya adek tadi ke plaza karna pengen makan roti 'O'. Lalu jumpa yuna yang ternyata dia beli roti juga. Akhirnya adek dikasih 3. Jadi gak jadi beli "
__ADS_1
" 3 ?"
" Iya, kenapa "
" Habis adek sendiri "
" Iya "
" Ya iya ya.. Abang lupa sekarang kalian kan ber3" ucap bang adam tertawa.
Alhamdulullah ternyata bang adam berubah fikiran. Kalau tidak kurasa aku lebih baik pulang dengan orang tuaku dan akan membesarkan anakku sendirian.
" Dek mau sarapan apa ?"
Tumben bang adam bangun sepagi ini.
" Kenapa abang cepat bangun .?"
" Abang mau masak untuk sarapan kita "
" Tidak perlu lo bang "
" Gak apa dek abang senang ada kegiatan, dari pada diam saja "
" Udah bang gak apa, adek masih bisa memasak kok ".
" adek harus hati hati dan harus banyak istirahat. Abang takut ķejadian dulu terulang lagi. Adek istirahat saja ya "
" Baiklah kalau begitu ".
Bang adam memasak sarapan nasi goreng untuk kami lengkap dengan telor dadarnya juga.
" Enak dek ?"
" Lumayan "
" Habiskan Ya ?
Kata bang adam mengusap kepala ku lalu pergi.
" Loh abang mau kemana, Kok gak makan ?"
" Abang mau lihat sumur bentar dek. Soalnya tadi abang lihat air kita agak keruh "
Kuanggukkan kepala ku lalu makan lagi. Tak lama kemudin bang adam sudah datang lagi
" Bagaimana ?" tanyaku
" Tidak ada apa apa, abang rasa pengaruh karna terlalu hujan juga itu
" Masak sih bang, sebelum kan tidak pernah begitu "
" Iya memang, dan ya Hari ini rencananya abang mau gojek aja dek, lumayan kan. ditunggu tunggu panggilan dari tempat yang abang buat lamarannya gak datang datang "
" Ya sudah, tapi hati hati abang pelan pelan saja ya bawa kretanya jangan ngebut dan jangan terima orderan kalau jauh jauh kedalam"
" Ok "
Bersambung ___
__ADS_1