
" Mama pulang ya nak "
" Iya ma, hati hati dijalan. Maaf lena tidak bisa ikut mengantar mama ke terminal "
" Tak apa nak, kan sudah diantar nak adam, Ini ada sedikit uang untuk membeli baju cucu mama, karna pas mau kesini kemarin tidak sempat beli apa apa untuk dia"
" Ya Allah ma. Ini tidak perlu ma. Mama simpan saja untuk keperluan mama sama ayah dikampung " ucapku sembari meletakkan kembali uang yang dimasukkan mama kekantong baju anakku haiz "
" Tidak apa apa nak simpan saja, mama masih ada kok. Pas mau berangkat kesini mama panen cabe, kebetulan harga cabe juga lumayan tinggi jadi anggap saja ini rezeki cucu mama. Jangan ditolak ya tidak baik. Hanya ini yang bisa mama berikan untuknya. Doakan mama, ayah dan semua saudaramu sehat sehat agar kami bisa berkunjung lagi kesini "
" Ya Allah ma. Harusnya lena yang memberi bukan malah mama. " jawabku terisak
" Sudahlah itu sama saja, jangan menangis. Jaga dirimu ya agar kamu bisa mengurus anakmu dengan baik. Jangan terlalu banyak fikiran "
" Iya ma " aku mengangguk sembari memeluk wanita yang melahirkanku ini.
" Nenek pulang ya sayang. Jangan rewel ya "
" Iya nek. " jawabku mewakili haiz.
Setelah bang adam membawa mama pergi. Kulihat uang yang tadi dimasukkan mama kekantong bajunya haiz. masyaAllah ada lima lembar uang seratus ribuan. Air mataku mengalir kembali tanpa bisa kutahan. Padahal aku tau keuangan mereka juga pas pasan ditambah lagi ayah yang masih harus berobat jalan kerumah sakit. Betapa malunya aku. Harusnya aku yang memberi bukan malah menerima begini.
Assalamualaikum..
Walaikumsalam...
" loh abang, cepat sekali ? Apa mama sudah berangkat ?"
" Sudah dek. Sampai sana kebetulan ada bus yang mau brangkat langsung "
" Alhamdulillah mama tidak capek lagi menunggu, oh ya bang tadi mama memberikan ini " kutunjukkan uang yang diberikan mama tadi.
" Banyak sekali dek "
__ADS_1
" Iya bang, adek jadi malu "
" Ya sudah mungkin mama kampung lagi ada rezeki. Nanti kalau kita ada rezeki kita bagi kesana "
Aku mengangguk mendengar bang adam bicara. Dalam hati aku berkata 'semoga saja kamu ingat orang tuaku bang'
" Assalamualaikum len.. Lena"
" Walaikum salam kak, sebentar "
Terdengar suara teriakan istri temannya bang adam yaitu kak mona. Aku hapal betul suaranya karna nyaringnya pake bangat.
" Masuk kak mon"
" Tidak usah len. Kakak hanya sebentar mau mengantar ini saja." sembari menyerahkan rantang padaku
" apa ini kak ?"
" ini mie gomak kesukaanmu, pedas" jawabnya tertawa
" Iya sama sama. Jauh dari mana sih. Tinggal belok aja sudah sampai. Kakak pulang dulu ya "
" loh Tidak masuk dulu kak "
" Tidak usah kakak buru buru. Sudah ya assalamualaikum "
" Walaikum salam "
" Siapa dek ?"
" Kak mona bang ngantar mie gomak ini, Hhmm wanginyaa "
" Sepertinya enak dek "
__ADS_1
" Ayo makan bang, Haiz masih tidur kan ?"
Bang adam mengannguk. Mie gomak ini adalah salah satu makanan khas dari medan. Enak pokoknya.
" Banyak sekali dek "
" Iya ya bang, antarkan nanti kerumah mama sebagian bang. "
" oke "
" selesai makan bang adam langsung pergi kerumah mama mertua mengantar mie gomak tadi.
" Assalamaaikum ma "
" Walaikum salam. Adam "
" Ma ini ada mie "
" Mie apa itu ?"
" Mie gomak ma "
" Hhmm bagus ya sikap kalian itu. Kalau mertuamu yang datang istrimu pasti masak enak terus tapi giliran mama yang datang yang disuguhkan hanya rebusan, ikan asin dan sambal terasi. Apa itu adil untuk mama ? Tidak adil sekali istrimu itu. entah untuk apa kamu ajak dia rujuk seperti tidak ada perempuan lain saja "
" Ma ini mie gomaknya bukan yang dimasak lena. Ini tadi diantar mona istrinya temanku itu. Mama kenal kan yang rumahnya dekat jual lontong."
" Oo jadi kamu mengantar makanan pada mama itu makanan sisa ya. karna tidak habis baru kalian antar kesini. mama dapat bagian sisa sisa mertuamu begitu ?"
" Ya ampun ma. itu bukan makanan sisa loh ma. Itu memang sengaja kami bagi karna tadi yang diantar banyak. Lagian mama mertua sudah pulang ma "
" Oh mertuamu sudah pulang toh, Baguslah. Lama lama dirumah kalian itu yang ada malah menambah beben. Menambah pengeluaran "
" Ya tuhan ma. Mama jangan bicara begitu lah kalau ada yang dengar bagaimana ?"
__ADS_1
" kamu ini apasih adam. Selalu saja membela mereka. kamu juga sudah salah mengajak lena rujuk tanpa izin mama lebih dulu. Dimana baktimu sebagai anak hah ? Apa kamu mau jadi anak durhaka yang lebih mementingkan istri dari pada mamamu sendiri ?"
Adam menyugar rambutnya kasar. Lalu keluar tanpa sepatah kata pun lagi.