
"Semalam punggahan masak apa ma ?"
"Mama masak daging ?"
"wah enak ya, kenapa kami tidak dibagi ma ?"
"Mana cukup mama hanya beli 2 kilo saja"
"2 kilo ma ?"
"Iya itupun sekarang sudah habis, karna dibagi juga pada mertuanya yuna"
"Baguslah, saat mama makan enak tidak pernah mengingat kami, malah mertua yuna yang mama ingat padahal kami disini sahur hanya pakai telor, tapi kalau mama tidak punya makanan kesininya mama berlari bukan malah ke rumah mertuanya yuna"
"Kamu cemburu ?"
"Jelas adam cemburu ma, mertua yuna mama ingat, sementara kami tidak"
"Mertua yuna itu baik, jadinya yuna segan"
"Oh jadi kami tidak baik begitu ma ?"
"Ah sudahlah jangan dibahas lagi"
***********
"Dek abang taraweh dulu ya"
"Iya"
"Kamu tidak taraweh len ?"tanya mama mertua
"Tidak ma, kalau lena taraweh siapa yang menjaga haiz"
"Kan ada mama di sini"
"Memangnya mama tidak taraweh ?"Bang adam bertanya saat akan keluar rumah.
"Tidak, Mama lelah"
"Memangnya mama kerja apa seharian ini kok bisa lelah, puasa pun mama tidak kan ?"
"Sudah sana kamu pergi sendiri jangan mengurusi mama"
Akhirnya bang adam pergi tanpa bertanya lagi lebih lanjut lagi pada mama.
"Kamu tidak taraweh juga ris ?" tanyaku pada faris yang asik main ponsel.
"Nanti kak tunggu azan dulu" jawabnya senyum.
Aku masuk kamar untuk rebahan karna lelah juga rasanya seharian ini di dapur terus. Sementara mama mertua tiduran di tilam ruang keluarga.
"Len"
Bergegas aku duduk kembali, padahal baru saja meluruskan pinggang
__ADS_1
"Iya ma"
"Mama minta uangmu dong"
"Untuk apa ma ?"
"Kamu bertanya uang untuk apa ?"
"Maksut lena, mama perlu uang untuk apa ?"
"Orang bodoh saja tau gunanya uang, kamu malah bertanya untuk apa ?"
Kutarik nafas pelan menahan diri.
"Mama perlu berapa ?"
"200 ribu saja"
Ya Allah mudah sekali mama mertua meminta uang 200 ribu, untung berjualan saja tidak sampai 200 ribu.
"Lena tidak punya uang sebanyak itu ma"
"Kamu ini ya tidak berubah dari dulu masih saja pelit. Padahal tadi jualan mu habis semua, padahal yang mama minta hanya 200 ribu"
"Ma untung jualan lena saja tidak sampai 200 ribu hari ini"
"Ini masih tanggal berapa, gaji adam kan pasti masih ada"
"Lena tidak tau kalau masalah gaji bang adam ma, mama tanyakan saja langsung pada bang adam"
"Ma, lena bukannya pelit tapi mama harus tau kalau gaji bang adam tidak ada lena pegang makanya lena jualan biar ada untuk beli beras dan lauk. Kan mama tau sendiri bang adam harus membayar hutang mama yang di toko liberty itu dan juga membantu ragil membayar cicilan bank nya jadi kenapa mama masih meminta uang juga."
"Jadi kamu tidak ikhlas adam membantu adiknya"
"Bukan tidak ikhlas ma, hanya saja lena mohon sama mama agar mama mengerti keadaan kami. Kalau kami punya uang tanpa mama minta pun bang adam akan memberikannya ma. Jadi tolong mama mengerti"
"Maksutmu aku tidak boleh meminta tolong pada anakku sendiri ?"
"Bukan tidak boleh ma. Hanya saja kan bulan ini bang adam sudah membayar hutang mama juga membantu ragil jadi uang kami sudah tidak ma. Bahkan bang adam mengabaikan tanggung jawabnya memberi kami makan demi mama dan ragil."
"Maksutmu adam tidak memberi kamu makan begitu ?" ucap mama mulai kuat.
"Iya, mama bisa hitung sendiri gaji bang adam dua juta delapan ratus, ribu membayar cicilan rumah kami saja sudah satu juta dua ratus, hutang mama tujuh ratus ribu lalu untuk ragil delapan ratus ribu. Apakah masih ada sisanya ? Tidak ma. Makanya aku berusaha mencari tambahan. Agar kami bisa tetap makan"
"Halah tidak mungkin gaji adam begitu sedikit, kamu pasti berbohong"
"Mama tanya saja langsung pada bang adam nanti" jawabku, kesal juga rasanya menghadapi mama mertua yang otaknya hanya uang saja. Bukan maksut hati menjadi menantu durhaka, hanya saja aku tidak tahan dengan sikapnya yang selalu meminta tanpa melihat kondisi anaknya.
seandainya saja anaknya punya gaji yang besar pasti bagiku tidak masalah, tapi ini tidak bahkan untuk makan saja tidak cukup.
Sekitar jam 9 malam bang adam dan faris pulang shalat taraweh,
"Ayo pulang sekarang ma" ajak faris.
"Iya sebentar, adam mama boleh pinjam uang mu dulu ?"
__ADS_1
"Untuk apa ma ?"
"Mama selera melihat jilbab syar'i yang dipajang di toko liberty tadi"
"Adam belum ada uang ma, lagian untuk apa lagi beli jilbab kan jilbab mama sudah banyak"
"Banyak tapi tidak ada yang baru"
"Nanti adam belikan jilbab untuk dipakai lebaran ya ma"
"kalau untuk lebaran ya janganlah jilbab saja, mama juga mau baju baru dan sendal baru."
"Doakan gaji adam naik ya ma, biar adam bisa memenuhi semua keinginan mama"
"Halah besar pun gajimu pasti dinikmati istrimu"
Dalam hati aku berkata ya iyalah namanya juga istrinya, kalau istrinya tidak ikut menikmati itu namanya suami zolim. Namun itu hanya bisa kuutarakan dalam hati.
"insha Allah kita semua bisa menikmatinya ma"
"Halah mama tidak percaya itu, kamu tau kenapa kamu di PHK dari pekerjaanmu yang dulu ? Itu karna kamu pelit pada mama, kalian perhitungan"
"Ya sudah adam minta maaf ya ma, kalau mama merasa begitu, tapi percayalah ma, kalau adam punya uang adam tidak akan pelit pada mama. Tapi kalau adam tidak punya uang ya mau bagaimana lagi, sekarang mama pulang saja dulu namti kalau adam punya uang adam akan belikan sesuai dengan keinginan mama"
"Ya sudah. Tapi kamu janji ya"
"Iya ma, adam janji"
"Ya sudah mama pulang"
Bang adam mengangguk.
"Kenapa sih abang selalu menuruti kemauan mama ?"
"Namanya orang tua dek, kalau tidak dituruti jadi panjang nanti urusannya."
"Tapi kan kita juga butuh bang, bahkan aku sampai harus jualan segala, ini mama minta uang beli jilbab, kemarin sudah beli baju juga. padahal adek sendiri beli baju dan jilbab setahun sekali. Hanya pas mau lebaran saja. Hari lain tidak pernah"
"Sabar ya dek, semakin kita banyak memberi pada orang tua rezeki kita akan semakin banyak"
"Pantas rezeki kita melimpah semenjak menikah ya bang, kan kita selalu memberi pada mama"
"Adek jangan menyindir"
"Loh kok nyindir sih ?"
"Percayalah bang kalau abang mengabaikan tanggung jawab abang sebagai suami dan seorang ayah maka rezeki kita akan semakin seret"
"Sudahlah dek jangan dibahas lagi, sekarang kita tidur saja dulu"
"Selalu saja abang begitu"
"Abang lelah dek"
"Ya sudah abang tidur duluan saja"
__ADS_1
"Hhhmmm"